Minggu, 01 Mei 2016

Cerita Sex Desahan Anak Tiri

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Desahan Anak Tiri. Aku mempunyai ayah baru, diman ayahku itu adalah ayah tiri, baru sebulan aku bersama dia, ibuku memlih pria yang dinikahi ini karena sudah lama menjanda, ternyata ayah tiriku ini mempunyai anak cewek cewek yang seksi dan cantik, anak pertamanya sudah kuliah dan anak keduanya sama sepertiku masih kelas 3 SMA

Cerita Dewasa Desahan Anak Tiri

cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya
Cerita Mesum Desahan Anak Tiri
Anak pertama namanya Riri. Si Lusi cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Riri paling cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara.

Sejak pertama aku tinggal, aku selalu berangan-angan bahwa dapat memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan tidak ada orang di rumah selain aku dengan Lusi, ini juga aku sedang kecapaian karena baru pulang sekolah.

Lus! entar kalau ada perlu sama aku, aku ada di kamar, teriakku dari kamar. Aku mulai menyalakan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai dech surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian Lusi masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran.

Ben, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom, aku pinjem dong! katanya dengan suara manja. Tanpa memperdulikan komputerku yang sedang memutar film BF via internet, aku mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.

Lus..! nich bukunya, kemarenan aku udah nyatet,kataku.

Lusi tidak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film BF yang sedang di komputerku.

Lus.. kamu bengong aja! kataku pura-pura tidak tahu.

Eh.. iya, Ben kamu nyetel apa tuh! aku bilangin bonyok loh! kata Lusi.

Eeh.. kamu barusan kan juga liat, aku tau kamu suka juga kan, balas aku.

Mending kita nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok,ajakku berusaha mencari peluang.

Bener nich, kamu kagak bilang? katanya ragu.

Suwer dech! kataku sambil mengambilkan dia kursi.

Lusi mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan aku serius untuk terus menatap tubuhnya.

Lus, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak? tanyaku.

Pernah, noh aku punya VCD-nya,jawabnya.

Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.

Kalau ML? tanyaku lagi.

Belom, katanya, Tapi.. kalo sendiri sich sering.

Wah makin berani saja aku, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia.

Bagaimana caranya si Beni Junior bisa puas, tidak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.

Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, aku jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.

Lus, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya, tanyaku memancing.

Iya nic Ben, bentar yach aku ke kamar mandi dulu, katanya.

Eh.. ngapain ke kamar mandi, nih liat! kataku menunjuk ke arah celanaku.

Kasihanilah si Beni kecil, kataku.

Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak dech, katanya sambil meninggalkan kamarku.
Tenang aja, rumah kan lagi sepi, aku tutup mulut dech, kataku memancing.

Dan ternyata tidak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku tidak menyerah.

Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi, kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati setiap permainan lidahku.

Kau akan aku berikan pengalaman yang paling memuaskan, kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya. Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.

Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya. Kita ke dalam kamar yuk! ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil, Terserah kaulah, kataku,

Yang penting kau akan kupuaskan. Tak kusangka ia berani menarik penisku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya. Ben, kamu tiduran dech, kita pake 69' mau tidak? katanya sambil mendorongku ke kasurnya.

 Dia mulai menindihku, didekatkan vaginanya ke mukaku sementara penisku diemutnya, aku mulai mencium-cium vaginanya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.

Tak lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu aku menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara tanganku bermain di dadanya. Tak lama kemudian ia melepaskan emutannya.

Jangan hentikan Ben.. Ach.. percepat Ben, aku mau keluar nich! ach.. ach.. aachh.. Ben.. aku ke.. luar, katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dankemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.

Lus, sekali lagi yah, aku belum keluar nich, pintaku.

Bentar dulu yach, aku lagi capek nich,jelasnya.

Aku tidak peduli kata-katanya, kemudian aku mulai mendekati vaginanya.

Lus, aku masukkin sekarang yach, kataku sambil memasukkan penisku perlahan-lahan.

Kelihatannya Lusi sedang tidak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba untuk beristirahat. Vagina Lusi masih sempit sekali, penisku dibuat cuma diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil penisku masuk setengahnya, kira-kira 7 cm.

Jangan Ben.. entar aku hamil! katanya tanpa berontak.

Kamu udah mens belom? tanyaku.

Udah, baru kemaren, emang kenapa?katanya.

Sambil aku masukkan penisku yang setengah, aku jawab pertanyaannya,

Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.

Ach.. ach.. ahh..! sakit Ben, a.. ach.. ahh, pelan-pelan, aa.. aach.. aachh..! katanya berteriak nikmat.
Tenang aja cuma sebentar kok, Lus mending doggy style dech! kataku tanpa melepaskan penis dan berusaha memutar tubuhnya.

Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan penisku dalam vaginanya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.

Ach.. a.. aa ach..teriaknya.

Sakit lagi Ben.. a.. aa.. ach..

Tahan aja, cuma sebentar kok, kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.

Ben,. ach pengen.. ach.. a.. keluar lagi Ben.. katanya.

Tunggu sebentar yach, aku juga pengen nich, balasku.

Cepetan Ben, enggak tahan nich, katanya semakin menegang.

A.. ach.. aachh..! yach kan keluar.

Aku juga Say.. kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya enam tembakan spermaku di dalam vaginanya.

Kucabut penisku dan aku melihat seprei, apakah ada darahnya atau tidak? tapi tenyata tidak.
Lus kamu enggak perawan yach, tanyaku.

Iya Ben, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech, jelasnya.

Ben ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.Oh tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi.

Siapa sih yang bisa nolakBeni Junior, katanya mesra.

Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali aku selalu melakukan ML dengan Lusi, terkadang aku yang memang sedang ingin atau terkadang juga Lusi yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam aku ke kamar Lusi atau sebaliknya, kadang juga saat siang pulang sekolah kalau tidak ada orang di rumah.

Kali ini kelihatannya Lusi lagi ingin, sejak di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah sehingga kami tak jadi melakukan ini.

Aku menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku hari ini ia menurut saja kemauanku.

Ternyata sampai malan ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sambil menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah aku yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, aku sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku hingga aku sesak napas dan kemudian terbangun.

Lusi! apa Ayah sudah tidur tanyaku melihat ternyata Lusi yang menindihiku dengan keadaan telanjang.
kamu mulai nakal Ben, dari tadi aku tunggu kamu, kamu tidak datang-datang juga. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah telah tidur sejak jam satu tadi, katanya mesra sambil memegang penisku karena ternyata celana pendekku dan CD-ku telah dibukanya.

Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin aku kek, kataku.

kamu tidak sadar yach, kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok, katanya sambil memperlihatkan penisku.
Aku emut yach.

Emutanya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.

Lus jangan cepet-cepet dong, kasian Beni Junior dong!

Aku udah kepengen berat Ben! katanya lagi.

Mending seperti biasa, kita pake posisi 69' dan kita sama-sama enak, kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus diemut

Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap vaginanya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.

Aach.. achh.. desahnya ketika kutemukan klitorisnya.

Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achh.. ahh..

kamu juga makin pinter ngulum Beni kecil, kataku lagi.
Ben, kali ini kita tidak usah banyak-banyak yach, aa.. achh.. katanya sambil mendesah.

Cukup sekali aja nembaknya, taapi.. sa.. ma.. ss.. sa.. ma.. maa ac.. ach..katanya sambil menikmati jilatanku.

Tapi Ben aku.. ma.. u.. keluar nich! Ach.. a.. aahh..katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.

Kayaknya kamu harus dua kali dech! kataku sambil merubah posisi.

Ya udah dech, tapi sekarang kamu masukin yach, katanya lagi.

Bersiaplah akan aku masukkan ini sekarang, kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.
Siap-siap yach!

Ayo dech,katanya.

Ach.. a.. ahh.. desahnya ketika kumasukkan penisku.

Pelan-pelan dong!

Inikan udah pelan Lus, kataku sambil mulai bergoyang.

Lus, kamu udah terangsang lagi belon?tanyaku.

Bentar lagi Ben, katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memitaku untuk sambil menciumnya.

Sambil bercumbu dong Ben!

Tanpa disuruh dua kali aku langsung mncumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir.

Lus kamu udah punya pacar belom? tanyaku.Aku udah tapi baru abis putus, katanya sambil mendesah.
Ben pacar aku itu enggak tau loh soal benginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku.

Ach yang bener? tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.

Ach.. be.. ner.. kok Ben, a.. aa.. ach.. achh, katanya terputus-putus.

Tahan aja, atau kamu mau udahan? kataku menggoda.

Jangan udahan dong, aku baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak kalau udahan, achh.. aa.. ahh.. aku percepat yach Ben, katanya.

Kemudian mempercepat gerakan pinggulnya.

Kamu udah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya aku bakal keluar dech, kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.

Achh.. ach.. bentar lagi nih.

Tahan Ben!katanya sambil mengeluarkan penisku dari vaginanya dan kemudian menggulumnya sambil tanganya mamainkan klitorisnya.

Aku juga Ben, bantu aku cari klitorisku dong! katanya menarik tanganku ke vaginanya.
Sambil penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan..

Achh.. a.. achh.. achh.. ahh..desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.

Aku juga Ben.. katanya sambil menjepit tanganku dalam vaginanya.

Ach.. ah.. aa.. ach..desahnya.

Aku tidur di sini yach, nanti bangunin aku jam lima sebelum ayah bagun,katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur, di sampingku. Tepat jam lima pagi aku bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas ke kamar madi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan aku.

Yang aneh siang ini tidak seperti biasanya Lusi tidak pulang bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada Mbak Riri, dan anehnya siang-siang begini Mbak Riri di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.

Siang Ben! baru pulang? Lusi mana? tanyanya.

Lusi lagi les, katanya bakal pulang sore, kataku, Loh Mbak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?

Aku pulang tadi malem jam tigaan,katanya.

Ben, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa?

Wah gawat sepertinya Mbak Riri dengar desahannya Lusi tadi malam.

Ach tidak kok, cuma ngigo, kataku sambil berlalu ke kamar.

Ben! panggilnya, Temenin Mbak nonton VCD dong, Mbak males nich nonton sendirian, katanya dari kamarnya.

Bentar! kataku sambil berjalan menuju kamarnya, Ada film apa Mbak? tanyaku sesampai di kamarnya.
Liat aja, nanti juga tau, katanya lagi.

Mbak lagi nungguin seseorang yach? tanyaku.

Mbak, lagi nungguin kamu kok, katanya datar, Tuh liat filmnya udah mulai.

Loh inikan.. kataku melihat film BF yang diputarnya dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai mencium bibirku.

Mbak tau kok yang semalam,katanya, Kamu mau enggak ngelayanin aku, aku lebih pengalaman dech dari Lusi.

Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain.

Mbak, aku kan adik yang berbakti, masak nolak sich, godaku sambil tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok vaginanya, sedangkan tangan kiriku masuk ke kausnya dan memencet-mencet payudaranya yang super besar.

Kamu pinter dech, tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan vaginanya.

Mbak mau ngapain, kan lagi asyik? tanyaku.Kamu kagak sabaran yach, Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?katanya sambil membuka bajunya.

Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.

Tubuh Mbak bagus banget,kataku memperhatikan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki, benar-benar tidak ada cacat, putih mulus dan sekal.

Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang penisku, dan mengarahkan ke vaginanya sambil berdiri.

Aku udah enggak tahan Ben, katanya.

Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lalu kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku.

Nanti dulu ach, beginikan lebih asik.

Ach.. kamu nakal Ben! pantes si Lusi mau, katanya mesra.

Ben..! Mbak..! lagi dimana kalian? terdengar suara Lusi memanggil dari luar.
Hari ini guru lesnya tidak masuk jadi aku dipulangin, kalian lagi dimana sich?tanyanya sekali lagi.
Masuk aja Lus, kita lagi pesta nich, kata Mbak Riri.

Mbak! Entar kalau Lusi tau gimana?tanyaku.

Ben jangan panggil Mbak, panggil aja Riri, katanya dan ketika itu aku melihat Lusi di pintu kamar sedang membuka baju.

Rir, aku ikut yach! pinta Lusi sambil memainkan vaginanya.

Ben kamu kuat nggak? tanya Riri.

Tenang aja aku kuat kok, lagian kasian tuch Lusi udah terangsang, kataku.
Lus cepet sinih emut Beni Junior ajakku.

Tanpa menolak Lusi langsung datang mengemut penisku.

Mending kita tiduran, biar aku dapet vaginamu kataku pada Riri.

Ayo dech! katanya kemudian mengambil posisi.

Riri meletakkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Lusi yang sedang mengemut penisku.

Lus, aku maenin vaginamu, katanya.

Tanpa menunggu jawaban dari Lusi ia langsung bermain di vaginanya.Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Riri menegangkan pahanya, dan.. Ach.. a.. aach.. aku keluar.. katanya sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.

Sekarang ganti Lusi yach, kataku.

Kemudian aku bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan-lahan.
Ach.. aach.. desah Lusi.

Kamu curang, Lusi kamu masukin, kok aku tidak? katanya.

Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Lusi keluar kamu aku masukin, yang penting kamu merangsang dirimu sendiri, kataku.

Yang cepet dong goyangnya! keluh Lusi.

Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.

Kak, ach.. entar lagi gant.. a.. ach.. gantian yach, aku.. mau keluar ach.. aa.. a.. ach..! desahnya, kemudian lemas dan tertidur tak berdaya.

Ayo Ben tunggu apa lagi! kata Riri sambil mengangkang mampersilakan penisku untuk mencoblosnya.

Aku udah terangsang lagi.

Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblosnya dan mencumbunya.

Gimana enak penisku ini? tanyaku.

Penis kamu kepanjangan, katanya, tapi enak!.

Kayaknya kau nggak lama lagi dech,kataku.

Sama, aku juga enggak lama lagi, katanya, Kita keluarin sama-sama yach! terangnya.

Di luar apa di dalem? tanyaku lagi.

Ach.. a.. aach.. di.. dalem.. aja.. katanya tidak jelas karena sambil mendesah.

Maksudku, ah.. ach.. di dalem aja.. aah.. ach.. bentar lagi..

Aku.. keluar.. ach.. achh.. ahh.. desahku sambil menembakkan spermaku.

Ach.. aach.. aku.. ach.. juga.. katanya sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi penisku dalam vaginanya.

Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.

Ben aku mandi dulu yach, udah sore nich.

Aku juga ach, kataku.

Ben, Lus, lain kali lagi yach,pinta Riri.

Itu bisa diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ben! kata Lusi.

Kapan aja kalian mau aku siap,kataku.

Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk! kata Riri mulai memegang penisku.

Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi dan lagi. Kemudian hari selanjutya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Riri atau hanya Lusi. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini.

Itulah cerita dewasa yang bisa diberikan oleh berita terbaru kali ini, semoga saja anda bisa mengambil semua hikmah yang terkandung didalam cerita dewasa tersebut, perlu diingat cerita ini khusus bagi anda yang sudah dewasa sekian dan terima kasih.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Sabtu, 30 April 2016

Cerita Sex Berbagi dengan Sahabat

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Berbagi dengan Sahabat. Aku merasakan kesakitan saat memekku mengeluarkan darah akbiat ditusuk rodal oleh bapak kostku, pertama kalinya aku melakukan seks aku tidak yakin jika selaput darahku robek atau tidak. Saat kejadian itu menimpaku sekan akan membuat kebutuhan setiap harinya, padahal aku sudah mempunyai pacar teman satu bangku kuliah sayangnya dia orangnya alim dan ada batasan dalam pacaran.

Cerita Dewasa Berbagi dengan Sahabat

 cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Berbagi dengan Sahabat
Akhirnya aku semakin terjerat dengan bapak kostku yang mempunyai perbedaan umur 25 tahun (dia berumur 46 tahun). Kami melakukan selalu pada siang hari, yaitu pada saat istrinya sedang berada di kantor, dan semua teman kostku sedang kuliah.

Sudah enam bulan berlalu, tanpa satu orang pun yang tahu, hanya barangkali pembantu rumah tangga yang mencium sesuatu diantara kami berdua.

Oom Marno pandai memainkan sandiwara dalam pergaulan sehari-hari di rumah. Dia memperlakukanku secara wajar, dihadapan rekan kostku yang lain maupun dihadapan istrinya. Jika tidak ada kuliah dan rumah kosong (kecuali pembantu), aku hampir selalu memuaskan hasratku.

Dan untuk keamanan, aku selalu mempunyai stock kondom di lemariku yang selalu terkunci (walaupun pembelian kondom ini selalu menjadi masalah tersendiri bagiku, karena aku masih malu untuk membeli alat kontrasepsi tersebut).

Nani (bukan nama sebenarnya) adalah teman karibku yang tinggal sekamar denganku yang saat ini entah berada dimana, karena sejak kami lulus sarjana 15 tahun yang lalu, kami tidak pernah berhubungan lagi, dan mudah mudahan membaca cerita ini sekaligus sebagai nostalgia bersama.

Pada suatu hari Nani pulang dari kuliah. Seperti biasanya tanpa ketuk pintu dia langsung masuk ke kamar. Ketika itu aku terbangun dari tidurku.

Nani langsung mencopot sepatu dan mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan t-shirt yang ketat. Dia memang tampak sexy dengan pakaian itu, buah dadanya tampak membusung, ditambah wajahnya yang cantik, aku yakin banyak pria yang menyukainya.

Dia tiba-tiba mengambil sesuatu dari pinggir bantal yang kupakai, aku terkesiap ketika mataku melirik barang yang baru diambilnya. Jantungku hampir copot rasanya.Lin, ini punya siapa..? matanya melotot, mulutnya terbuka penuh kekagetan.Aku tidak dapat menjawab, aku masih mencoba menenangkan hatiku. Di ujung jarinya masih dipegangnya kondom bekas pakai yang ujungnya masih berisi cairan putih.

Memang ini kecerobohanku, biasanya sehabis melakukannya selalu kubungkus tissu dan kusimpan di tas atau lemari. Tapi kali ini aku ketiduran sehingga lupa mengamankan benda berharga itu.

Dengan pacarmu..?Aku hampir mengangguk, tetapi mulutku berbicara lain, Oom Marno.. jawabku pendek.Oh.., hebat sekali kamu, ceritain dong, aku pikir kamu alim, sungguh mati aku nggak nyangka kalau kamu juga udah pinter.

Kamu curang, aku selalu jujur dan cerita apa adanya sama kamu. Eh nggak taunya pengalamanmu lebih hebat dariku. Nani terus menerocos sambil merebahkan tubuhnya di sampingku.

Sudah berapa kali kamu sama Oom Marno..?Aku memaklumi protes dan rasa penasarannya, karena Nani selama ini selalu terbuka denganku. Dia selalu menceritakan hubungaan sex-nya dengan pacarnya sedetil-detilnya , dari ukuran penis sampai posisi pada saat melakukannya. Sedangkan aku sama sekali tidak pernah menceritakannya karena rasa malu, karena kulakukan justru tidak dengan pacarku tetapi dengan laki-laki yang seumur dengan pamanku.

Sejak saat itulah aku mulai menceritakan aktifitas sexual kami kepadanya, aku ceritakan bagaimana pengalaman pertamaku yang tanpa rasa sakit dan tanpa darah, bagaimana Oom Marno mengajariku dan membimbingku dengan penuh kesabaran .

Dan kuceritakan pula bagaimana induk semangku itu begitu perkasanya di atas ranjang, bahkan beberapa kali aku mengalami orgasme lebih dari satu kali. Pernah suatu kali aku ceritakan pengalaman yang tidak kulupakan hingga sekarang (kini aku sudah mempunyai dua orang anak yang sudah besar-besar), yaitu ketika kami hanya berdua, aku dan Oom Marno bercinta di atas sofa ruang tamu. Sungguh pengalaman yang fantastis.

Dia duduk bersandar ke sofa, sedangkan aku dalam posisi duduk atau lebih tepatnya jongkok di pangkuannya menghadap ke arahnya, kelamin kami menjadi satu, saling mengisi, saling menggesek dan menekan, menjepit dan menggoyang.

Dan hubungan intim kami akhiri dengan rintihan panjangku di pojok karpet di bawah meja tamu. Sungguh pengalaman yang sangat hebat. Sampai kini pun aku selalu mengkhayalkannya dan mengimpikannya.

Hingga suatu saat Nani mengusulkan seuatu yang membuatku termenung. Memang pada awalnya usulannya masih bersifat gurauan, tetapi akhir-akhir ini ia semakin mendesakkan kemauannya. Bahkan sambil bergurau ia mengancam akan membeberkan kisahku ini ke pacarku.

Aku butuh waktu seminggu untuk menimbangnya, aku belum rela untuk berbagi cinta dengan kawanku ini, tetapi lama-lama aku tergelitik, apalagi Nani selalu membujuk dan mengkhayalkan keindahannya bagaimana kalau kami melakukan hubungan sex bertiga. Dan akhirnya aku pun menyetujuinya.

Seperti yang sudah kuduga sebelumnya, Oom Marno tidak keberatan dengan gagasan ini. Dan dipilihnya waktu yang paling tepat, yaitu ketika istrinya sedang mengunjungi orang tuanya di Jawa Tengah. Dan tempat yang telah disepakati adalah di kamar tidurnya bukan di kamarku. Kamarnya ada di rumah induk, sedang kamarku ada di Paviliun yang memang disediakan untuk indekost.

Sekitar jam sembilan malam, ketika teman kost lain sudah masuk kamar masing-masing. Aku pun masuk ke kamar Oom Marno tanpa satu orang pun yang melihat. Oom Marno yang sudah menunggu sambil nonton TV di kamar menyambutku dengan dekapan dan ciuman yang hangat. Kuedarkan mataku keliling kamar, sebuah kamar yang luas, indah dan mengagumkan, kamar yang tidak kalah dengan sweet room di hotel berbintang lima. Inilah pertama kali aku melihat kamarnya, diam-diam kukagumi taste istrinya dalam menata kamar yang begitu indah dan mengagumkan.

Tidak berapa lama kemudian Nani datang menyusul, terlihat kecanggungannya, hilang sifat lincahnya. Kubimbing dia ke arah Oom Marno. Oom Marno memeluk Nani dan mencium pipinya.

Kecanggungan dicairkan oleh Oom Marno dengan obrolan ringan dan gurauan kecil. Karena kulihat baik Oom Marno maupun Nani masih sungkan untuk melakukannya, maka aku pun berinisiatif untuk memulainya.

Kubimbing Oom Marno ke tempat tidurnya yang sangat luas, kucumbu dan kucium dia. Kami berciuman, saling mengelus cukup lama dan birahiku mulai naik ketika tangannya meremas dengan lembut buah dadaku. Kulihat Nani masih duduk pasif di ujung tempat tidur memperhatikan kami. Kulepas pelukanku dan kutarik tangan Nani ke arah kami, dan ia segera masuk ke dalam rengkuhan Oom Marno.

Walaupun birahiku sudah mulai bangkit, tetapi kugeser posisiku untuk memberi kesempatan pada Nani menikmati ciuman dan belaian Oom Marno. Nani terlihat sangat bernafsu, apalagi ketika buah dadanya yang sexy diremas-remas oleh Oom Marno.

Tubuhnya menindih tubuh Oom Marno dengan posisi miring memberi kesempatan buah dada kirinya untuk diremas, dua belah pahanya menjepit paha kanan Oom Marno, bahkan dari gerakan pinggulnya aku yakin Nani sedang menggesekkan selangkangannya di paha Oom Marno.

Kuhampiri Nani, kubuka resleting di punggungnya, ia menghentikan kegiatannya untuk memberikan kesempatan aku melepas pakaiannya, dan dalam sekejab dia sudah telanjang bulat, seperti diriku dia juga tidak mengenakan BH maupun CD.

Tubuhnya memang indah dan aku selalu mengagumi tubuhnya itu, karena sebagai teman sekamar, aku sudah terbiasa melihat kepolosannya itu. Hanya ada satu hal yang belum pernah kulihat, yaitu bibir bawahnya tampak sedikit membengkak dan warna kemerahan membayang di balik rambut kemaluan yang tidak terlalu lebat.

Oom Marno segera meraih kedua buah dadanya untuk mencium sekaligus meremasnya, Nani tampak menikmatinya dan membiarkan seluruh tubuhnya dinikmati oleh Oom Marno. Tangannya kulihat mulai mengelus pangkal paha Oom Marno yang masih terbungkus piyama.

Aku sebenarnya sangat terangsang dengan adegan itu, apalagi ketika mereka berdua sudah tanpa busana, dan percintaan mereka makin seru dimana dalam posisi tidur telentang di tengah tempat tidur yang harum dan mewah.

Oom Marno mempermainkan kelamin Nani dengan lidah dan bibirnya, sedangkan Nani setengah jongkok di kepala Oom Marno merintih-rintih keenakan sambil menunduk melihat kemaluannya yang sudah makin membengkak.

Kulepas pakaianku, kurasakan buah dadaku sudah mengeras dan vaginaku sudah terasa basah. Kudekati penis Oom Marno yang tegak berdiri dengan kepala yang mengkilat, dikelilingi oleh otot yang kebiru-biruan, sebuah pemandangan yang bagiku sangat indah. Kugenggam batang penisnya, kadang kukecup ujung penisnya.

Tidak seperti biasanya, kali ini aku tidak berani memainkannya seperti yang disukainya. Aku tidak menelusuri otot batangnya dengan lidahku, tidak pula menyedot seperti menyedot es lilin ketika aku masih kanak-kanak. Karena aku sadar, bahwa perjalanan masih panjang. Kali ini dia akan bercinta dengan dua orang wanita muda yang sedang haus-hausnya. Aku takut dia akan selesai sebelum waktunya.

Ketika Nani mengerang makin keras, dan gerak pinggulnya terlihat makin tidak terkendali, Oom Marno segera mengakhiri permainan. Dia bangkit dan membimbing Nani untuk rebah di sampingnya berbantal lengan kirinya. Direngkuhnya aku, sambil mencium bibirku tangan kanannya merangkulku dan mengelus pungggungku.

Kunikmati permainan lidahnya, kadang lidahnya menjalar dalam mulutku, kadang lidah kami saling beradu. Kubiarkan tangan Nani ketika dari posisinya dia mejulurkan tangan untuk ikut meremas buah dadaku, karena menambah kenikmatan yang kurasakan.

Bahkan ketika dia bangkit dan jarinya menyibak bukit kemaluanku yang sudah basah, aku malah merentangkan kedua belah pahaku lebar-lebar. Aku sama sekali tidak merasa risih, bahkan sebenarnya aku ingin dia melakukan lebih dari mengelus klitorisku. Aku ingin bibir Nani yang sensual itulah yang melakukannya. Tapi itu tidak dilakukannya.

Oom Marno bangkit dari posisi tidurnya, dari gerak dan sikapnya aku segera tahu bahwa dia sudah akan menyudahi pemanasan yang bagi kami terasa sangat lama dan menyenangkan, walaupun sebenarnya Nani sudah memintanya sejak tadi.

Aku memberi kesempatan Nani untuk melakukannya terlebih dahulu, ia sudah dalam posisi telentang dengan kaki yang ditekuk dan kedua belah paha terbuka lebar, sehingga dua bukit kemaluannya terbelah dengan menampakkan semburat magma merah dari celahnya.

Sebuah pemandangan yang sangat indah, sebuah tubuh putih yang mengkilat karena keringat, buah dadanya yang padat pinggang yang ramping. Mata Nani memandang sayu ke arah Oom Marno yang sudah berada di depannya siap melakukan tugasnya.

Oom Marno masih menjelajahi tubuh indah itu dengan matanya sambil tangan mengelus paha Nia, tubuhnya masih kelihatan kokoh. Aku tak pernah bosan memandang, entah sudah berapa kali aku menjamah dan menikmati tubuh lelaki itu.

Aku lah yang tak sabar melihat adegan sejoli ini berlama-lama, kuraih penisnya dan kutuntun ke arah lubang kawah yang merah menyala. Nani sedikit mendongakkan kepala ketika ujung kemaluan Oom Marno mulai masuk ke vaginanya, mulutnya mendesis lembut.

Jika sedang bercinta denganku, Oom Marno selalu memulai dengan tidak memasukkan penuh, tetapi hanya kepalanya saja, kemudian menancapkan berkali-kali ke arah atas di belakang klitoris, memutar dan menggoyangnya.

Demikian juga yang dilakukan kepada Nani, kocokan ringan itu membuat Nani makin mendesis-desis, disertai sapuan lidah di bibirnya sendiri. Lututnya terlihat bergerak membuka dan menutup kadang-kadang pinggulnya diangkat mencoba menenggelamkan batang yang mempesona itu, tetapi selalu gagal.

Aku tidak dapat menahan diri, tanganku kuremaskan ke buah dada Nina yang bergoncang lembut, bahkan lama-lama jari tanganku mengelus-elus klitoris Nani yang tidak lagi mendesis tetapi sudah merintih-rintih.Oom masukkan yang dalam.., sampai habis..! ia menghiba sambil tangannya menekan pantat Oom Marno.Dan dia merintih panjang ketika penis Oom Marno menancap makin dalam sampai ke pangkalnya.

Kulihat di depan mataku sepasang manusia sedang malakukan persetubuhan, sang wanita sambil mendekap pasangannya, mulutnya merintih dan mendesis. Sang lelaki dengan tubuh yang berkeringat mengayunkan pinggulnya ke atas ke bawah, kadang desis kenikmatan juga terdengar dari mulutnya. Sesekali sang lelaki dengan mata penuh nikmat menatap kosong kepadaku.

Aku mundur ketika Nani mulai liar, kakinya mendekap tubuh Oom Marno dengan kencang, pinggul diangkat ke atas seakan ingin menyatu dengan lawan mainnya, dagunya mendongak disertai lenguhan panjang, Aaahhh

Detik-detik indah Nani telah lewat, beberapa saat Oom Marno masih menindih di atas tubuhnya, dibelainya rambutnya dan dicium lembut bibirnya. Sebenarnya pada saat yang sama vaginaku sudah berkedut nikmat, aku sangat terangsang penuh birahi, tapi aku masih harus besabar beberapa menit untuk memberi kesempatan Oom Marno mengambil nafas. Walaupun aku tahu pasti bahwa dia belum berejakulasi.

Aku segera turun dari tempat tidur, kuambil tissue dan kondomku, kubersihkan dengan hati-hati penisnya yang basah kuyup oleh lendir Nani. Kusarungkan kondom berwarna merah jambu di kemaluannya. Beda dengan Nani yang tidak menyukai memakai alat itu, dia lebih menyukai pil KB yang diminumnya secara rutin, karena hubungannya dengan pacarnya.

Kulihat Oom Marno sambil telentang memperhatikan apa yang sedang kulakukan, mulutnya medesis penuh nikmat ketika penis yang sudah bersarung itu kukulum dan kusedot. Dalam nafsuku yang puncak itu, aku merasakan tidak perlu lagi pemanasan, aku segera memposisikan diri jongkok di atasnya, kamaluan kami sudah berhadapan nyaris menyentuh.

Aku masih sempat bermain di luar sebentar, sebelum semuanya kumasukkan sampai ke dasar dinding rahimku. Kurebahkan tubuhku di atas tubuhnya, kuhisap mulutnya.

Kukerutkan otot-otot di dalam vagina untuk mencengkeram penisnya. Bersamaan dengan itu kuputar pinggulku sambil kutarik ke atas sampai ke leher kemaluannya. Kemudian dengan cara yang sama kulakukan dengan arah ke bawah, dan kulakukan berulang-ulang. Ia mengelus dan meremas bokongku, pinggulnya menyodok vaginaku dari bawah dengan irama yang sudah sangat harmonis. Posisi ini adalah posisi favoritku (hingga kini). Buah dadaku terhimpit di dadanya, perutku menggeser-geser perutnya dan desis kenikmatan kami semakin menyatu.

Kurasakan gesekan otot dan kulit penisnya di dalam vaginaku, rasanya enak sekali, kepala penisnya yang besar yang menyodok-nyodok dinding rahimku makin menambah kenikmatan yang kualami. Bagian dalam vaginaku berkedut makin dalam.

Aku melenguh panjang, kutepuk pundaknya dan ia segera mengerti untuk menghentikan kocokannya. Sementara aku juga menghentikan gerakanku dan meikmati kedutan yang merambah jaringan kemaluanku. Aku mengalami orgasme ringan, aku tidak ingin permainan cepat selesai, baru lima belas menit kami bersetubuh, biasanya aku tahan lama sekali. Mungkin karena aku menonton dan terlalu meresapi permainan Nani tadi.

Aku masih menumpuk di atas tubuh Oom Marno, kemaluannya masih terjepit dalam sekali di dalam kelaminku yang masih menjalar rasa nikmat.Oom.., enak sekali. Aku pengen lama. Lamaaaa sekali..! kucium pipinya dan kudekap tubuhnya.

Dan ketika dia mulai mengocokku dengan ringan dari bawah, segera kutepuk kembali pundaknya, Aaaah, jangan dulu Oom.., Lani belum turun..Kurebahkan kepalaku di samping kepalanya, kudekap tubuhnya yang kekar, kuluruskan kakiku sehingga paha kami saling menempel, dengan posisi ini aku merasa menjadi satu dengannya. Kemaluannya masih tetap di dalam tubuhku.

Wajahku berhadapan dengan wajah Nani yang sejak tadi menonton pertunjukan kami, tangan kirinya meremas-remas buah dadanya sendiri, sedangakan tangan kanannya menggosok-gosok klitorisnya. Nani sudah mulai bangkit lagi nafsunya, wajahnya menampakkan kenikmatan mansturbasinya.

Menit berikutnya Oom Marno sudah menggulingkan tubuhku ke samping tanpa melepaskan kesatuan kami. Dan dalam sekejap tubuh yang mengkilat oleh keringat sudah dihadapanku dengan posisi push up, kedua tangannya berada di samping tubuhku, kedua kaki lurus dan merapat. Penisnya sangat besar dan keras masih terasa menekan dalam lubang kenikmatanku.

Kulipat kakiku dan kubuka lebar-lebar pahaku, karena aku tahu bahwa Oom Marno akan segera mengaduk-aduk isi kelaminku dengan alatnya itu. Aku sudah siap untuk dipuasinya, dan aku pun siap untuk memberikan peyananku.

Dia mulai menarik pelan-pelan penisnya, kuimbangi dengan remasan otot vagina, kurasakan nyeri kenikmatan dari bawah tulang kemaluanku. Aaahhh.., aku mulai mendesis, kuputar pinggulku, dan kuremas-remaskan dan kusedot habis kemaluannya, aku merintih tidak tahan, Oom Marno mendesis.

Aku dipompa dengan putaran ke kanan kadang ke kiri, kadang diulir kadang ditancap lurus ke bawah. Rasa geli dan desiran nikmat makin merambat di seluruh kemaluanku. Kakiku sudah terangkat tinggi menggapit pinggangnya, pinggulku selalu melekat erat dengan pinggulnya.

Pangkal kemaluan kami saling melekat, klitorisku bergetar hebat. Oom Marno mendekapku erat, diciumnya bibirku, nafasnya sudah memburu, kocokan penisnya menghujam dengan kencang dan dalam, bersamaan dengan itu kedutan dahsat dalam lubang kemaluanku. Dia telah memancarkan spermanya.

Bersamaan dengan itu kulepas pula keteganganku. Kutahan jeritan kenikmatanku.Oom Marno.., ohAku tergolek lemah di samping Nani yang sedang menuju klimaks dalam mansturbasinya. Malam yang indah yang sampai kini pun aku sering melamunkannya.

Sobatku jika kau membaca ini kau pasti tahu bahwa ini aku sobatmu yang dulu, apakah kau masih merindukan Oom kita..? Aku pun begitu.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Foto Sex Memek Cewek Bertato

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa dan foto sex : Masih sama dengan yang tadi tapi bedanya kali ini cewek yang bertato diatas memeknya itu pemer lubang vaginya yang rasanya mengundang hasrat untuk memasukkan rodal ke lubangnya, dengan gaya mengangkangnya cewek ini siap untuk merasakan kenikmatan dan kesakitan.
foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

Tag Terkait:

  • foto sex Memek
  • foto sex 2016
  • telanjang tubuh Memek hot
  • kumpulan foto hot terbaru
  • foto bugil Memek
  • foto memek Ngentot
  • foto Ngentot Memek
  • foto sex Memek Ngentot
  • foto cewek Memek
  • foto bugil Memek Ngentotfoto sex Memek
  • foto sex 2016
  • telanjang tubuh Memek hot
  • kumpulan foto hot terbaru
  • foto bugil Memek
  • foto memek Ngentot
  • foto Ngentot Memek
  • foto sex Memek Ngentot
  • foto cewek Memek
  • foto bugil Memek Ngentot

Jumat, 29 April 2016

Foto Sex Bugilnya Cewek Remaja

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa dan foto sex :  Tubuh bugil dan telanjangnya yang indah banget memek dan toket yang bersih, jika melihatnya rasanya ingin memegang atau merasakan tubuh indahnya, langsung saja yuk kita saksikan hehe..
foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang

foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang

foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang

foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang

foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang

foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang

foto sex Telanjang, foto sex 2016, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Telanjang, foto memek Telanjang, foto Telanjang girang, foto sex toket Telanjang, foto cewek Telanjang, foto sex artis, foto bugil indo Telanjang
Tag Terkait :
  • foto sex Telanjang
  • foto sex 2016
  • kumppulan foto hot terbaru
  • foto bugil Telanjang
  • foto memek Telanjang
  • foto Telanjang girang
  • foto sex toket Telanjang
  • foto cewek Telanjang
  • foto sex artis
  • foto bugil indo Telanjang

Cerita Sex Nakalnya Aku dan Kakakku

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Nakalnya Aku dan Kakakku. Aku sering menulis cerita dan aku selalu post lewat websiteku sendiri, aku sudah bekerja di sebuah perusahaan asing di kotaku, karena aku hobi untuk menulis jadinya setiap ada kejadian yang mengesankan pasti aku catat seperti halnya ceritaku dibawah ini, aku mempunyi kakak kandung yang namanya Kak Ratna umurnya sekarang 30 tahun sedangkan aku 27 tahun terpaut tiga tahun denganku.

Cerita Dewasa Nakalnya Aku dan Kakakku

cerita sex Lesbi, Ngentot Lesbi, Lesbi Mesum, cerita hot Lesbi, cerita Lesbi hot, kumpulan cerita Lesbi hot, cerita x Lesbi, cerita seks Lesbi, cerita Lesbi haus
Cerita Mesum Nakalnya Aku dan Kakakku
Aku akan memulai dari awal bagaimana semuanya terjadi, percaya atau tidak bahwa apa yang kualami ini tidak mengalami hambatan atau rintangan sama sekali, hal yang membuatku sendiri heran bila memikirkannya.

Awalnya 15 tahun yang lalu saat aku masih berumur 12 tahun. Kami besar dari keluarga berada, keseluruhan saudaraku ada 5 orang. Nomor satu dan dua laki-laki sedangkan yang ketiga perempuan. Kak Ratna nomor empat dan aku paling akhir. Sebenarnya aku lahir di Indonesia. Hanya memang Papaku adalah pria berkebangsaan Amerika. Sedangkan Mamaku asli orang Indonesia.

Waktu aku berumur 12 tahun, kami masih tinggal di Indonesia. Tapi Papaku tidak disini karena ia memang tidak bekerja di Indonesia. Setahuku dulu Mamaku juga sibuk bekerja, ia tidak terlalu khawatir karena kedua kakakku yang lain sudah cukup dewasa dan dianggap bisa menjaga kami. Aku maklum karena kedua orang tuaku memang berencana mengurus kepindahan kami semua ke Amerika.

Sebenarnya kami semua saling menyayangi satu sama lain. Jarang sekali kulihat ada pertengkaran di antara kakak-kakakku. Tapi sejak kecil aku memang sudah dekat sekali dengan Kak Ratna. Memang dia yang selalu menemaniku saat aku bermain.

Ya selain itu jarak umur antara aku dan kakakku yang nomor tiga sangat jauh sekitar 8 tahun. Kak Ratna memang sangat sayang padaku, hampir tiap kali aku selalu dapat bermanja-manja dengannya. Ya, hal itulah yang membuatku sangat interest sekali dengan Kak Ratna. Bahkan kuingat seumurku waktu itu aku sudah mulai ada ketertarikan dengan kakakku.

Pada awalnya aku hanya berandai-andai saja. Sebab saat itu aku yakin sekali bahwa tidak mungkin aku menjalin hubungan yang lebih dengan kakakku. Paling Kak Ratna cuma menganggap aku adiknya saja. Meskipun sebagai adik aku selalu mendapat perlakuan istimewa darinya.

Dari kecil aku dan Kak Ratna memang tidak pernah berpisah, kamar kamipun jadi satu. Sebenarnya saat aku berusia 9 tahun, aku sudah minta kamar sendiri, tapi Kak Ratna tidak setuju, alasannya sederhana, ia tidak mau pisah kamar denganku, masa itu sebenarnya adalah masa di mana aku agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar sendiri tanpa ada yang mencampuri, tapi tidak jadi masalah, lagipula aku dulu penakut, dan aku sudah terbiasa tidur dalam pelukan kakakku.

Mungkin waktu kecil dulu aku tergolong bandel. Kalau Mama lagi tidak ada, orang rumah pasti kubuat repot dengan ulahku. Kak Ratna juga sering kujahili. Biasanya kalau tidur malam Kak Ratna hanya menggunakan celana dalam aja. Aku tidak mengerti kenapa. Padahal kamar menggunakan AC.

Seringnya aku iseng memainkan dan menghisap puting susunya. Kak Ratna mengetahui hal itu tapi dia tidak pernah marah atau menegurku, paling cuma bilang, Kalo mau kaya gini kenapa nggak minta sama Mama aja sih?. Lucunya hal itu malah jadi kebiasaanku. Dan karena tidak ada yang tahu, kejadian seperti itu berlangsung terus sampai usiaku beranjak 12 tahun.

Tapi makin besar aku mulai merasa tidak enak sendiri, meski kebiasaanku itu tidak jadi masalah buat Kak Ratna.

Kak Ratna itu orangnya tomboy Sekali. Saat dia berumur 16 tahun dia ikut beberapa bela diri. Aku tadinya tidak tertarik, tapi Kak Ratna juga minta aku ikut beladiri. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya, gaya jalannya jadi aneh, tidak feminin.

Kalau tidak tertutup dengan wajahnya yang cantik dan bodynya yang bagus, cowok pasti malas dekat dengan Kak Ratna. Apalagi ditambah sifat Kak Ratna yang tertutup, dan cenderung idealis. Selain itu kelihatannya Kak Ratna juga tidak terlalu tertarik membina hubungan dengan lawan jenis. Terutama setelah ikut beladiri.

Tapi biar begitu aku tahu kalau banyak cowok cakep yang suka sama dia. Dan Kak Ratna hanya datar saja menanggapinya. Soalnya aku sering terima telepon untuk Kak Ratna. Dan sering sekali dia tidak mau terima teleponnya. Bisa dibilang Kak Ratna sangat Untouchable.

Saat umurku hampir 13 tahun, awal mulai masuk SMP, aku suka dengan seorang gadis teman sekelasku. Aku sangat suka padanya, tapi tidak berhasil mendekatinya, intinya kalah bersaing. Saat itu perasaanku benar-benar tidak enak.

Aku berusaha menghibur diri dengan sering pergi ke rumah sahabat-sahabatku. Di sanalah aku mulai mengenal buku-buku dan film khusus dewasa. Di usiaku yang sekecil itu aku sudah memiliki majalah luar negeri khusus dewasa, juga filmnya. Tidak sulit, karena nyaris seluruh sahabatku bukan orang Indonesia. Dan mereka sangat bebas mendapatkan barang seperti itu pada masa-masa tersebut.

Kak Ratna tahu bahwa aku memiliki barang-barang itu, memang itu susahnya kalau satu kamar, jujur saja Kak Ratna tidak suka aku memilikinya hingga aku sempat dimarahi juga olehnya, dan ia memintaku untuk membuang barang-barang itu. Apa boleh buat, bagiku lebih baik benda-benda itu yang aku singkirkan daripada aku kehilangan kasih sayang Kak Ratna.

Meski Kak Ratna sudah punya banyak kesibukan dengan studi dan kegiatan sekolahnya, perhatiannya padaku tidak berubah, malah cenderung semakin berlebihan, Kak Ratna semakin sering memaksaku untuk menemaninya saat ia sedang melakukan kegiatannya atau pergi kemanapun.

Ia juga makin sering mencium dan memelukku dengan mesra, bahkan di depan umum. Mulanya aku merasa tidak nyaman dengan perlakuannya itu, tapi lama kelamaan aku merasa nyaman juga. Perasaanku pada Kak Ratna muncul kembali.

Kalau dulu ciumannya kutanggapi biasa saja, sekarang aku lebih senang membalasnya dengan mesra. Aku pun mulai suka memberikan perhatian lebih pada kakakku itu, mungkin karena merasa perhatiannya mendapat respon lebih dariku. Kak Ratna jadi makin sayang padaku. Setengahnya kami jadi mirip orang yang sedang berpacaran, meskipun secara fisik tetap kelihatan kalau aku adiknya.

Aku ingat malam itu saat aku pertama kali melakukannya dengan kakakku, seperti biasa aku bercanda dengan Kak Ratna di dalam kamar, saat itu semua orang rumah sudah tidur, kesempatan itu biasanya sering kugunakan untuk mencurahkan isi hati pada kakakku, semua permasalahan yang kudapat hari itu selalu kutumpahkan padanya, dan Kak Ratna selalu merespon itu semua dengan sabar dan penuh pengertian, dan memang kuakui beberapa waktu terakhir Kak Ratna cenderung over.

Kata-kata dan sikapnya sangat mesra padaku apalagi kalau kami hanya berdua saja seperti itu, perlakuannya itu sering membuat jantungku berdebar, aku sadar sepenuhnya bahwa dia itu kakakku, tapi aku tidak mengerti kenapa hatiku bisa bergejolak tidak karuan.

Kalau tidak salah waktu itu Kak Ratna mengenakan kaos dan celana dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai. Beda dengan kesehariannya, kakakku saat itu terlihat sangat feminin dan cantik sekali. Aku ingat sesekali Kak Ratna meraih kepalaku dan menciumiku.

Aku tidak berpikir macam-macam, hanya memang aku sangat menikmati perlakuan Kak Ratna padaku. Sampai suatu kali Kak Ratna mencium bibirku, kubalas dengan ciuman mesra. Yang sebenarnya serabutan. Aku mencoba berlama-lama meski tidak yakin berhasil, tapi karena aku menikmatinya, berhasil juga.

Kulumat bibir kakakku itu dengan lembut. Kak Ratna kelihatannya juga suka dengan ciumanku. Sebab dia sama sekali tidak berusaha menyudahi ciuman itu, bahkan kedua tangannya semakin memelukku erat, aku bisa merasakan belaiannya di kepalaku. Tapi sayangnya ciuman itu terhenti. Kak Ratna menghela nafas sambil memandangku aneh.

Kakak kucium lagi ya, mendengar itu Kak Ratna masih diam.

Mungkin dia masih heran dengan kelakuanku, memang tidak biasanya aku membalas ciumannya sampai selama itu. Tapi tatapannya kemudian berubah mesra lalu dia tersenyum dan justru ganti menciumku lagi. Kali ini ciumanku mulai agresif.

Bibir kami seolah tidak berhenti untuk saling melumat, diiringi desahan-desahan erotis dari Kak Ratna, detak jantungku menjadi semakin cepat. kucoba mendorong Kak Ratna agar merapat ke dinding. Kemudian kuciumi jenjang leher kakakku. Tanganku yang dari tadi pasif sekarang mulai mencoba melakukan eksplorasi kesana kemari.

Sementara bibirku masih berkonsentrasi pada leher Kak Ratna, tanganku telah menyusup ke dalam kaos putihnya, dan tanpa kesulitan aku langsung dapat menemukan buah dada Kak Ratna yang tidak tertutup oleh bra sama sekali, menurutku untuk ukuran gadis yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Ratna tergolong cukup besar, tentu saja aku sudah sering melihatnya, karena sampai saat itu kami masih sering mandi bersama. Aku mencoba meremasnya dengan lembut. Kak Ratna tampak menggeliat dan sesekali mendesah.

Perlahan kunaikan kaos itu supaya tidak menghalangi buah dada Kak Ratna. Dan begitu buah dadanya terlihat, tanpa basa-basi langsung kuhisap putingnya yang berwarna merah muda itu dan kuremas dengan bibirku.

Aku benar-benar menikmatinya seperti bayi yang sedang menyusu. Sesaat kutanggalkan kaosku, juga celana pendekku. Kemudian kupeluk tubuh Kak Ratna dan makin kuat kuhisap puting susunya, sesekali kumainkan putingnya dengan lidahku, kemudian kuhisap lagi.

Karena terlalu enjoy, aku tidak tahu bahwa ternyata Kak Ratna telah menanggalkan kaos putihnya. Sehingga saat dia memelukku erat, tubuhku benar-benar bersentuhan dengan tubuh kakakku, dan bisa kurasakan tubuh kakakku yang harum dan sangat halus itu. Lama sekali aku menikmati buah dada kakakku itu secara bergantian, Kak Ratna pun seolah tidak mau melepaskanku ia justru menekan kepalaku kuat-kuat pada buah dadanya.

Tubuh kami sudah basah semua oleh keringat. Sampai detik itu aku masih ragu untuk melakukan seks dengan kakakku. Memang awalnya semua ini kupelajari dari semua majalah dan film yang kulihat, tapi lama kelamaan naluriku mulai berinisiatif.

Karena masih ragu aku coba untuk menciumi bibir kakakku lagi. Sama seperti sebelumnya, Kak Ratna membalas ciuman itu dengan sangat mesra. Dengan memberanikan diri aku membisikan sesuatu ke telinga Kak Ratna.

Kak, boleh aku lepas celana dalammu?.

Kak Ratna agak terkejut.

Kamu mau apa dek..?.

Aduh aku jawab gimana ya.

Aku mau jilatin vagina kakak.

Karena ragu kata-kata itu keluar dengan asal dan pelan sekali. Aku takut. Kupikir pasti kakak akan marah dan ia tidak bakalan mau.

Ih, nakal.

Jawab Kak Ratna spontan, Kak Ratna kemudian memandangiku sambil tersenyum, wajahnya agak memerah. Masih dengan posisi bersandar Kak Ratna melepas celana dalamnya perlahan-lahan. Slow motion itu membuat jantungku semakin berdetak tidak menentu.

Sebenarnya aku setengah heran kenapa Kak Ratna sama sekali tidak marah ketika aku memintanya melakukan hal itu, tapi sudahlah. Kemudian Kak Ratna melebarkan pahanya. Awalnya aku malu untuk melihat. Untuk menutupi hal itu, kuciumi lagi bibir Kak Ratna.

Kemudian perlahan-lahan kuturunkan kepalaku sampai tepat di depan vagina Kak Ratna. Vagina Kak Ratna nyaris tidak ditumbuhi rambut. Jadi aku mampu memandang dengan leluasa gundukan vagina Kak Ratna, sebenarnya pemandangan ini juga tidak asing lagi bagiku, tapi sedekat ini baru pertama kalinya.

Kulihat ada cairan yang mengalir keluar dari bagian bawah vagina kakakku disertai bau yang aneh. Perlahan kubuka belahan daging yang menutupi lubang vagina Kak Ratna. Dan langsung kusapu dengan lidahku dari bawah ke atas berkali-kali.

Saat itu tubuh Kak Ratna langsung mengejang. Dengan bibir dan lidahku kupermainkan klitorisnya. Secara spontanitas kedua tangannya memegangi kepalaku. Aku semakin asyik menjilati vagina kakakku itu, bahkan sesekali kuhisap bagian bawahnya.

Kudengar Kak Ratna berulang-ulang mendesah sambil menyebut namaku. Permainan itu luar biasa sekali, meski cairan yang keluar rasanya tidak karuan, tapi aku benar-benar menikmatinya.

Saat lidahku menyusup ke dalam lubang vagina Kak Ratna, sebisanya kujilati bagian dalam lubang itu. Kak Ratna makin terengah-engah. Nafasnya memburu tidak karuan. Lidahku juga makin liar mengobrak-abrik bagian sensitif kakakku itu, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh lidahku.

Setelah beberapa menit Kak Ratna agak mengejangkan tubuhnya. Aku merasakan lidahku dialiri sesuatu yang hangat. Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Ratna serta pahanya yang menjepit kepalaku dengan sangat kuat. Kujilati cairan itu sampai bersih, meskipun rasanya masih sama. Kemudian aku naik ke atas dan kuciumi lagi Kak Ratna.

Adek, kamu nakal banget sih?, ekspresi wajah Kak Ratna sangat berbeda.

Kak, aku sayang sama kakak, Kak Ratna memandangiku dengan sayu, tangannya mengusap pipiku.

Kakak juga sayang kamu.

Dengan berani aku mencoba mengajak Kak Ratna untuk melakukan hubungan seks denganku.

Kak, boleh aku melakukannya sama Kakak.

Kak Ratna terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa saat. Suasana benar-benar hening, sampai nafas kamipun terdengar sangat jelas.

Setelah itu dia kembali memandangku sambil bertanya, Kamu yakin mau melakukannya Dek?.

Suara Kak Ratna sangat pelan sekali. Aku tak menjawab, aku hanya melihat tatapan mata Kak Ratna yang sangat berbeda, aku tak bisa menggambarkannya, tapi aku tahu Kak Ratna rela melakukannya denganku. Langsung kulepas celana dalamku.

Kemudian aku agak bergeser ke bawah, kulebarkan kedua kakinya. Senjataku tampak tegak berdiri, tapi tidak sebesar orang dewasa, masih ukuran standart anak 12 tahun. Kak Ratna terus menatap wajahku saat aku mengarahkan senjataku tepat di depan vaginanya.

Kak..?, sekali lagi kuminta persetujuannya.

Ia mengangguk pelan. Perlahan kudorong masuk senjataku. Tapi tidak berhasil, dasar masih amatir hijau. Sampai yang ketiga kalinya. Kak Ratna kemudian meraih dan menahan pinggangku sambil mengarahkan vaginanya tepat di ujung senjataku, kemudian kucoba mendorong lagi, meski sulit dan agak sakit tapi berhasil juga kumasukkan seluruh senjataku ke dalam vagina Kak Ratna, perlahan kugerakkan pinggangku.

Kedua tangan Kak Ratna tampak meremasi selimut tidur kami. Desahannya mulai terdengar lagi, kuperhatikan Kak Ratna tampak sulit menyesuaikan diri. Pelan tapi pasti, kupercepat tempo gerakanku. Sebenarnya saat itu senjataku terasa perih sekali. Aku merasa nggak enak banget. Tapi erangan Kak Ratna yang semakin menjadi membuatku tidak berpikir lagi.

Makin kuhentakan pinggangku, dengan gerakan yang teratur, Kak Ratna terus menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras. Aku sempat takut juga kalau sampai ada orang rumah yang terbangun, tapi untungnya kamar kami di atas dan paling ujung, agak jauh dari kamar Mama dan kakak-kakakku yang lain.

Tiba-tiba kurasakan pinggang Kak Ratna juga ikut bergerak, seperti memutar, sesekali Kak Ratna ikut menghentakkan pinggangnya. Aku baru benar-benar merasakan enaknya melakukan hal itu. Dengan iseng kuremas juga buah dada Kak Ratna, dan Kak Ratna merespon dengan menggenggam tanganku kuat.

Gerakan pinggang Kak Ratna makin cepat. Kak Ratna seperti sudah biasa melakukan hal ini. Dengan pemikiran itu maka semakin agresif aku menghentakkan pinggangku. Tentu saja hal ini membuat Kak Ratna mengerang semakin keras. Dari tubuhku dan Kak Ratna keringat semakin mengucur deras, padahal AC di ruangan cukup dingin.

Beberapa menit kemudian pergerakanku mulai melambat, aku seperti agak pusing, aku hanya mampu menghentakkan pinggangku sesekali, kadang aku hanya diam menikmati remasan dinding-dinding vagina Kak Ratna. Kurasa badanku mulai lelah.

Tiba-tiba Kak Ratna meraih tubuhku dan mendekapku erat sekali, pinggangnya menghentak beberapa kali, rasanya luar biasa. Senjataku seperti ditarik makin masuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan cukup keras dari Kak Ratna.

Saat Kak Ratna melepas dekapannya, aku merasa tubuhku amat lelah sekali, karena tidak kuat aku berguling di sisi Kak Ratna. Pada saat itu aku juga merasa dari senjataku ada yang mau keluar. Rasanya enak sekali, baru kali itu aku merasakan yang seperti ini hingga akhirnya cairan itu keluar membasahi tempat tidur. Entah aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Paginya ketika aku sadar, Kak Ratna sudah memeluk sambil menciumiku. Kami masih dalam keadaan tanpa pakaian sehelaipun.

Kakak nggak ngira kalau Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini sama kakak, bisik Kak Ratna di telingaku.

Aku sendiri setengah tidak percaya sudah melakukannya dengan kakakku

Kak.., aku sayang banget sama Kakak, aku cinta sama Kakak.

Kupeluk Kak Ratna dengan kuat. Kak Ratna tersenyum dan menciumku lagi.

Kakak ngerti kok Dek.., kakak juga sayang dan cinta banget sama kamu, kakak hanya tidak menyangka kamu dewasa secepat ini. Dan jujur aja kakak seneng banget bisa melakukan ini sama kamu, Adekku sayang.

Tapi ayo cepet bangun, sprei ini harus segera dicuci, lanjut Kak Ratna lagi.

Lho, memangnya kenapa?, tanyaku singkat.

Kakak nggak mau kalau bekas darah di sprei itu sampai ketahuan Mama, jawab Kak Ratna.

Aku setengah terkejut, Darah?, darah apa Kak?, tanyaku.

Kak Ratna tidak menjawab, ia langsung memintaku berdiri dan cepat-cepat melepaskan seprei tempat tidur kami.

Awalnya aku memang tidak tahu, tapi belakangan aku baru mengerti, bahwa ternyata malam itu aku telah mengambil keperawanan kakakku sendiri, di usiaku yang belum lagi genap 13 tahun. Bodohnya aku, seharusnya aku sudah tahu mengenai hal itu.

Aku jadi merasa bersalah, berulang kali aku minta maaf padanya, meskipun Kak Ratna mengakui bahwa ia sangat rela melepas keperawanannya padaku. Hanya ia tidak mengira aku akan mengambilnya sepagi ini. Aku jadi makin sayang padanya. Sejak kejadian itu aku nggak pernah mencoba untuk mencari pacar. Karena Kak Ratna sudah menjadi segalanya bagiku.

Setelah kejadian itu pula Kak Ratna juga menutup diri pada pergaulannya. Secara otomatis bagi Kak Ratna statusku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan kami jadi semakin tertutup. Entah sejak saat itu sudah berapa kali kami melakukannya, dan keluarga kami benar-benar tidak tahu akan hal itu.

Lepas SMU, aku sudah tidak di Indonesia. Aku melanjutkan studi ke Amerika. Tapi tetap aku tak bisa berpisah dengan Kak Ratna. Aku meminta Kak Ratna ikut denganku, walau sebenarnya Papa dan Mama tidak setuju. Tapi mereka tak bisa apa-apa karena Kak Ratna juga memaksa untuk menemaniku.

Sampai saat seluruh keluargaku pindah ke Amerika pun, mereka tidak pernah tahu bahwa kami telah menjalani kehidupan yang exklusif seperti suami istri. Sekarang Kak Ratna sudah bekerja pada sebuah bank di kota yang sama denganku.

Kami tinggal di rumah yang jauh dari keramaian, dan kami sudah sepakat untuk menjalani kehidupan yang tertutup ini. Lagipula sampai saat ini keluarga kami tidak menaruh curiga sama sekali, mungkin pola pikir mereka sudah sama seperti orang setempat, tidak mau ikut campur urusan pribadi orang lain
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Kamis, 28 April 2016

Cerita Sex Selalu Menjilati Tubuhku

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Selalu Menjilati Tubuhku. Aku masih berkuliah di PTS Bandung umurku 21 tahun dari SMA aku memang belum pernah pacaran karena aku ingat kata kta orang tuaku sebelum kamu lulus kuliah dilarang berpacaran mungkin hal itu tujuan agar focus terhadap masa depanku, tapi apa dalam ceritaku kali ini malah tubuhku direnggut paksa oleh Om om.

Cerita Dewasa Selalu Menjilati Tubuhku

 kumpulan cerita sex perkosaan, cerita perkosaan sadis, cerita perkosaan nikmat, cerita perkosaan bergambar, cerita perkosaan paksa, cerita perkosaan enak, cerita perkosaan mahasiswi, cerita nyata perkosaan, cerita cerita perkosaan, cerita perkosaan pelajar, cerita perkosaan nyata, cerita perkosaan di hotel, cerita perkosaan wanita, cerita orang perkosaan, cerita perkosaan baru, cerita cinta perkosaan, cerita perkosaan pacar
Cerita Mesum Selalu Menjilati Tubuhku
Waktu itu tepatnya ketika aku pulang kuliah dan sedang menunggu angkutan umum (jam 8.00 malam). Waktu itu hujan turun lumayan deras, aku menunggu tapi mobil angkutan selalu saja penuh dan jalanan pun semakin sepi dan aku sudah basah kuyup tak karuan. Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil sedan berhenti tepat di depanku.

Aku melihat pengemudinya kira-kira berumur 45 tahun, beliau menawarkan tumpangan kepadaku, aku pun menerimanya karena takut tidak bisa pulang. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Pak Alex. Di sepanjang perjalanan beliau mengajakku berbicara kesana kemari. Beliau menawarkan kepadaku untuk berganti pakaian di rumahnya karenabeliau mempunyai putri yang seusia denganku.

Aku menerima tawaran beliau karena percaya kepadanya. Akhirnya kami sampai di sebuah komplek perumahan, ketika aku masuk rumah itu gelap gulita, tak ada penghuninya. Pak Alex mengatakan mungkin putrinya belum kembali dari kuliah.

Aku mengangguk tanpa curiga. Pak Alex membawakan aku piyama putrinya, beliau menyuruhku untukmengganti bajuku di kamar putrinya. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH dan CD-ku.

Ketika aku keluar, Pak Alex sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilakan aku duduk di sebelahnya. Kami pun mengobrol tanpa canggung lagi. Tiba-tiba Pak Alex menjamah keningku. Aduh badanmu hangat begini? ucap beliau sambil menatapku tajam. Aku hanya tersenyum sekaligus kaget.

Entah kenapa Pak Alex mengelus-elus rambutku yang masih basah, aku pun hanya terdiam karena kaget dan tak kuasa menolaknya. Sentuhan-sentuhan beliau turun keleherku. Aku merasakan sensasi aneh yang mampu membuatku merinding geli, dan akhirnya Pak Alex mendaratkan bibirnya di bibirku, setengah kaget mataku melotot memandang Pak Alex.

Tapi Pak Alex malah menciumku lagi, aku berontak, tapi tak berhasil, malah rengkuhan tangannya semakin kuat kurasakan. Lama kelamaan aku mulai terhanyut dan membalas ciuman Pak Alex walaupunciumanku belum sempurna. Mungkin karena didorong rasa ingin tahu aku membiarkan Pak Alex bertindak lebih jauh.

Ciumannya mulai turun ke leherku, aku merasa geli sekaligus kenikmatan yang tiada duanya. Rasanya sarafku akan putus saat lidahnya menjilati leherku. Pak Alexmendorongku hingga aku terbaring di lantai permadani, sambil terus menciumi dan menjilati wajahdan leherku.

Dengan lincah tangan-tangan Pak Alex kurasakan sedang bermain-main di atas dadaku, beliau membuka kancing piyamaku. Entah mengapa aku tak melawannya saat Pak Alex berhasil meloloskan semua pakaianku hingga aku telanjang.

Aku berteriak pelan bagai disengat sesuatu saat lidahnya kurasakan mendarat di atas putingsusuku. Pak Alex meremas susuku yang kiri dan mengulum yang kanan, mmm aku bergetar tak karuan. Belum selesai dengan kenikmatan yang aku rasakan Pak Alex meneruskannya dengan menghisap susuku seperti bayi.

Aku menggelinjang kenikmatan, ahhh birahiku semakin naik. Pak Alex berdiri melepaskan pakaiannya hingga telanjang. Aku hanya terdiam menatap wajah PakAlex. Kemudian beliau berjongkok di samping tubuhku dan mulai menjilati dari samping sambil terus meremas-remas susuku, hingga aku lemas tak berdaya.

Nafasku semakin tak beraturan karena tak tahan akan ciuman dan jilatan Pak Alex. Ciumannya turun ke perutku danAkhhh aku menjerit keras saat kurasakan lidahnya menjilati selangkanganku. Kakiku berontak dengan berusaha menendangnya.

Tapi tangan Pak Alex begitu kuat mencengkram kedua pahaku. Aku mendesah semakin kuat saat kurasakan lidah Pak Alex menyentuh vaginaku.

Pak Alex seakan tak peduli, beliau terus menjilati vaginaku, dan mengobok-oboknya dengan tempo yang teratur. Teriakan-teriakan kenikmatan keluar dari bibirku saat Pak Alex menghisap vaginakudenga kuat. Ohhh uuhhhh ohh aku merasakan enak sekaligus geli yang amat sangatdahsyat. Pak Alex mempercepat tempo jilatan dan ciumannya di vaginaku, hingga aku merasa akan meledak.

Aku berteriak seenaknya, Sial aduh ohhh aduhhh sayanggg teriakankumalah membuat Pak Alex semakin bernafsu, beliau menghisap klitorisku dengan kuat hingga tubuhkumengejang, Oohhh hhh aku merasakan orgasme.

Aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut, tubuhku lemas dan kakiku menjepit kepala Pak Alex. Pak Alex bangkit dan berjongkok di samping tubuhku beliau menyuruhku menyetubuhi penisnya yang lumayan besar itu. Aku yang sudah lupasegalanya menurutinya.

Aku mulai menjilati dan mengocok-ngocok penisnya di mulutku. Tangan beliau pun masih tetap meremas-remas susuku. Aku hisap dan kucium-cium kepala penisnya. Pak Alex melenguh seiring hisapanku yang semakin kuat, beliau pun meremas susuku semakin kuat, hingga aku semakin bersemangat dan liar.

Desahan Pak Alex membuatku tak tahan, karena aku mulai merasakan vaginaku pun mulai basah.Ohhh sayanggg pinter iseppp teruss ohhh iseppp sayangg ohhh desahan Pak Alex membuatku semakin gila, dan Pak Alex berteriak keras.

Ahh.Crot crottSperma Pak Alex menyemprot masuk ke mulutku, aku tersedak dan terbatuk-batuk, aku melepaskan penis Pak Alex. Cairan aneh yang kurasakan ada di mulutku, membuat aku mual dan ingin memuntahkannya, tapi Pak Alex malah mencium bibirku dan menjilati cairan sperma yang tersisadi wajah dan bibirku.

Pak Alex kemudian merenggangkan kedua pahaku, beliau mengarahkan penisnya ke vaginaku dan menggesek-gesekkanya, aku merasakan nikmat-nikmat geli. Beliau mencoba memasukannya lebih dalam tapi aku berteriak. Aduhh sakitt ucapku sambil meringis. Pak Alex tidak meneruskannya dan menggesek-gesekkan kepala penisnya lagi.

Aku menggelinjang tak tahan, akhirnya Pak Alex mencobanya lagi. Aku tetap kesakitan dan berteriak hingga aku meneteskan air mata.

Pak Alex pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil berkata, Bapak tidak akan mengambil keperawanan kamu. Lalu beliau bangkit dan membersihkan vaginaku dengan handuk hangat.

Aku berkaca dan melihat tubuhku yang berubah menjadi merah, karena bekas hisapan-hisapan Pak Alex. Setelah itu aku diantar pulang Pak Alex. Jam 11.00 malam aku sampai di rumahku, akhirnya orang tuaku marah-marah dan mengetahui perbuatanku.

Mereka memeriksa tubuhku dan akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak akan dikuliahkan lagi, sebenarnya aku ingin meneruskan sekolahku, tapi apa daya orang tuaku sudah kesal dan tidak mempedulikanku lagi.

Sebenarnya aku ingin bekerja, tapi pembaca tahu kan mencari kerja saat inisangat sulit. Terakhir-terakhir ini aku malah berpikir menikah saja tapi sama siapa? Entahlah aku bingung sekali pembaca yang Alexman. Yang jelas jika ada di antara pembaca yang bisa membantu, aku akan sangat senang sekali. Adakah di antara pembaca yang bisa memberiaku solusi
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Foto Sex Memek di sembur Sperma

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa dan foto sex : Gaya ngentot wanita ABG yang masih duduk di bangku SMA ni mempertontonkan gambar memek yang aduhai untuk dicoba dengan rodal yang memasuki keliang vaginanya beberapa foto dibawah ini memek yang disembur oleh sperma yang kental. langsung saja kita lihat bersama :
 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot

 foto sex Memek, foto sex 2016, telanjang tubuh Memek hot, kumpulan foto hot terbaru, foto bugil Memek, foto memek Ngentot, foto Ngentot Memek, foto sex Memek Ngentot, foto cewek Memek, foto bugil Memek Ngentot
Tag Terkait :

  • foto sex Memek
  • foto sex 2016
  • telanjang tubuh Memek hot
  • kumpulan foto hot terbaru
  • foto bugil Memek
  • foto memek Ngentot
  • foto Ngentot Memek
  • foto sex Memek Ngentot
  • foto cewek Memek
  • foto bugil Memek Ngentot