Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Dosen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Dosen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

Cerita Sex Wanita Yang Aku Inginkan

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Wanita Yang Aku Inginkan. Saya seorang karyawan di Bank yang ada di kampus (di sebuah universitas). Saya mempunyai pengalaman yang tak akan saya lupakan. Saya telah menyetubuhi seorang asisten dosen wanita. Jika dilihat, diri saya juga nggak kalah dengan mahasiswa di kampus ini.

Cerita Dewasa Wanita Yang Aku Inginkan

cerita sex dosen, cerita dosen terbaru, cerita dosen ngentot, kumpulan cerita dosen ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata dosen ngentot, koleksi cerita dosen ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru
Cerita Mesum Wanita Yang Aku Inginkan
Saya juga masih muda dan berbadan tegap. Saya memang menyukai asisten dosen itu, saya memang suka dengan wanita yang agak kurus, tinggi, tetapi secara proporsional "lengkap" baik ukuran payudara maupun pantatnya.

Pantatnya tidak terlalu besar namun sesuai dengan pinggangnya, wajahnya seperti anak-anak, namun menunjukkan kecerdasan, dan kecerdasannya itulah yang membuatku cukup bernafsu untuk memberinya kepuasan dan membuatnya lemas dalam kepuasan.

Ceritanya begini. Sewaktu itu saya pulang kerja pada jam lima sore, saya lihat dia sedang menunggu hujan agak mereda pada hari itu, kita mengobrol karena dia dan aku searah. Saya ditawari untuk ikut serta dengan mobilnya.

Di mobil kami bercerita tentang segala macam. Saya merasa ingin sekali bercerita terus. Singkat cerita mobil yang membawa kami telah tiba di sebuah perempatan di mana saya harus turun, tetapi di luar masih hujan, dia memaksa untuk dapat mengantarkan saya sampai rumah karena jaraknya agak dekat.

Tiba di rumah saya menawarkannya untuk masuk, dia akhirnya mau dengan keperluan untuk meminjam kamar kecil yang kemudian saya mengetahuinya digunakan untuk mengganti panty shield.

Singkat cerita, mungkin setelah tertarik kami saling bertatap-tatapan di depan kamar mandi setelah dia selesai dari kamar mandi, aku langsung menerjang bibirnya. Kuhisap mulut dan bibirnya yang lembut, tercium aroma tubuhnya white musk, tanganku bergerak merangkulnya dia memegang bahu dan otot bisep dan trisepku.

Rupanya dia juga tertarik dengan tubuhku yang atletis, karena rambutnya sebatas leher, kusibakkan rambutnya ke belakang sehingga bisa kulihat belakang kupingnya dan tengkuknya. Lalu kutarik perlahan hisapan mulutku pada bibirnya, dia menampar lalu kucium leher pada bagian bawah lehernya. Rupanya dia sungguh menikmatinya.

Perlahan jari-jemarinya membuka kancing bajuku lalu tangannya masuk di sela-sela dan mengelus dadaku, terasa jantung dan darahku mendesir, sementara keadaan di luar rumah hujan dan dingin.

Tangan kananku mencoba mencari ritsluiting roknya di bagian belakang roknya. Setelah kutemukan, kuturunkan perlahan, tangan kirinya kemudian memegang tanganku sebagai tanda tak setuju. Tetapi karena itu kupindahkan lagi bibirku untuk kembali mencium dalam-dalam bibirnya yang tipis itu.

Nafas menderu dan berdesah, sementara semakin rapat saja payudaranya menekan dadaku. Kali ini berhasil kuturunkan ritsluiting roknya, kemudian ia melangkahi keluar dari lingkaran roknya yang telah turun ke lantai.

Lama juga aku mencium gadis ini, mungkin ada hampir 3 sampai 10 menit kemudian aku menatap matanya. Tak ada keraguan dari dirinya, kemudian kuangkat dan kugendong dia ke kamar, sampai di kamar kutaruh dia perlahan ke tempat tidur.

Sementara kuturunkan celana panjangku. Kupeluk dia, kucium rambutnya sementara kubuka baju kemudian kaus dalamnya, kulihat kulitnya putih sekali. Kemudian ia mengisyaratkan aku untuk menggunakan kondom, tetapi aku tidak punya, kemudian ia menepuk pipiku dan menarik pipiku sampai mulutku monyong.

"Gue nggak mau resiko, dasar anak nakal", kemudian dia keluar kamar sambil hanya mengenakan pakaian dalam. Kemudian dia kembali sudah membawa beberapa kondom yang salah satunya sudah dia buka dengan cara digigit di depanku. Kemudian dia duduk di pahaku, sementara aku sudah telentang.

Dia mengamati bentuk penisku yang agak kentara, karena sudah agak mengeras di dalam celana dalam. Dia memainkan kuku telunjuknya mengikuti bentuknya dan mengelusnya perlahan. Sementara aku menarik CD-ku agak turun.

Sehingga kini tegaklah penisku dengan perkasa dan ia tertawa melihatnya. Dia memegang batang penisku dengan tangan kirinya dan mengelus-elusnya perlahan. Aliran darah menuju penisku semakin bertambah tegangnya, sehingga terlihat urat-urat di sekitar batangnya. Lalu tanganku ditariknya untuk memegang penisku sementara dia memasangi kondom itu dengan kedua tangannya.

Maklum penisku diameternya hampir sama dengan botol Aqua Rp 1000-an, namun panjangnya hampir sama dengan botol Aqua yang Rp 1500-an. Akhirnya usaha untuk memasukkan kondom itu berhasil lalu dia bergerak maju dan agak berdiri setengah jongkok.

Kemudian aku mengarahkan kepala penisku yang terselaputi itu ke arah lubang vaginanya. Dia tidak membuka celana dalamnya, dia hanya menyampingkan sedikit bagian bawah celananya, tetapi dia menarik panty shield-nya dan membuangnya ke lantai.

Dia turun sedikit sehingga kepala penisku terbenam pada bagian kemaluannya. Agaknya dia berteriak tertahan dan berdesis, "Sshh... ahkk", sepertinya memang agak rapat otot-otot kewanitaannya.

Dia bangun lalu menyuruhku untuk melakukan petting kembali. Tangannya menarik tanganku untuk meremas-remas payudaranya yang memang agak kecil dan bila ia tiduran tambah tidak terlihat tetapi tetap saja membuatku bertambah nafsu melihat ekspresi wajahnya.

Sementara kudekatkan wajahku untuk mencium bibir dan lehernya. Tangan kiriku bergerak turun ke balik celana dalamnya yang berwarna putih. Kuikuti alur garis bibir kemaluannya turun kemudian ke atas agak menyelip masuk sedikit ke dalam, kemudian naik ke atas agak di atas liang kenikmatannya.

Kucari benjolan kecil yang kemudian dapat kusentuh-sentuh dan kugerak-gerakkan, seiring itu dia bergerak-gerak tanpa sengaja dia menggigit bibirku, aku menarik wajahku dengan reflek. Tanganku yang tadinya kugunakan untuk meraba payudaranya, kugunakan untuk menarik bibirku agar terlihat dengan mataku, "Sorry nggak sengaja", katanya.

Langsung saja kutarik celana dalamnya turun sampai ke betis, lalu kulihat bagaimana kemaluannya masih ditumbuhi bulu yang tidak terlalu lebat, halus namun merata. Lalu warna merah jambu bibir kemaluannya dengan bagian pantat yang tidak gemuk ia terlihat seperti anak-anak.

Langsung saja kutindih tubuhnya namun kujaga agar ia tidak langsung kaget menerima beban tubuhku. Kepala penisku kuarahkan ke arah bagian kemaluannya, tetapi aku kembali menciumi bibirnya dengan bibirku yang agak berdarah. Agak asin kurasakan kini, waktu itu penisku tidak masuk melainkan kegesek di luar saja kemudian kuangkat pantatku dan kulebarkan pahanya.

Sementara tangan kananku meraih bantal dan kuletakkan dibawah pinggang Desy, (oh ya namanya Desy) sehingga agak terangkat. Kemudian kuarahkan masuk kepala penisku sedikit demi sedikit kurasakan hangatnya "di kedalaman".

 "Aakh... shh..." aku atau dia yang berdesis, aku sudah tidak ingat. Tak sampai penuh masuk, kutarik lagi penisku dan kulebarkan kembali pahanya dan kumasukkan kembali penisku dengan agak memaksa.

"Oouch", ujarnya.

Kutarik ke atas pantatku kemudian kubenamkan kembali penisku setelah beberapa kali terulang kutarik agak keluar dan kemudian kudesak sangat dalam sampai pangkal atau buah zakarku tertekan pada lubang duburnya.

Selama kejadian itu berlangsung tangan dia memelukku dengan erat namun seakan melemah ketika pinggangku kuangkat naik. Saling tarik nafas terjadi bagai sebuah kancah berebut oksigen sehingga beberapa menit kemudian desakan dari dalam tak bisa kutahan dan kulepaskan saja semuanya.

Nafasku terengah-engah, putus-putus, tak lama kemudian aku merasakan rasa tolakan serta desakan yang kuat dari dalam vagina Desy. Keringat dingin terasa di tubuhku dan kejang-kejang serta ekspresi lain yang tak kuingat dan kulihat karena aku merem menyertai pada diri desy.

"Ooohh... shh", kemudian dia memelukku erat walaupun terasa desakan dari dalam kuat tetap saja tak mampu mengeluarkan penisku, malah jadinya kutekan sekuatku ke dalam. Lalu tak terasa aku tertidur lemas sampai akhirnya ia menggeserku agar pindah dari atas tubuhnya.

Penisku terangkat dan bersandar di pahanya. Kuberikan isyarat untuk mencopot kondomnya, ia kemudian melakukannya. Kupegang penisku dan kugerak-gerakkan, "Berani nggak?" kutanya. Begitu penis itu dipegangnya ia baru terkena di bibirnya dan terjilat sekali, dia kemudian muntah di lantai.

"Pusing ah..." iya memang karena seharian kerja aku juga sempat kunang-kunang, setelah mencapai klimaks.

Singkatnya hubungan itu kami lanjutkan sampai sekarang, dan kita sama-sama memuaskan satu sama lain. Tetapi kasihan dia sepertinya capai. Akhirnya tetap saja kupandangi dengan suatu keinginan ke arah bagian belakang pantat mungilnya itu ketika ia berbalik arah untuk pergi.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Minggu, 24 Januari 2016

Cerita Sex Gairah Tinggi Ibu Dosen

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Gairah Tinggi Ibu Dosen, Saat itu aku masih duduk di semester 6 di salah satu perguruan tinggi Bandung, cerita sexku ini berawal saat aku lagi putus dengan pacarku, memang pacarku itu orangnya agak ribet sudah aku cintai malah dia bertingkah yang tidak mengenakan hatiku, dan akhirnya hubungan kami hanya bertahan 1 tahun, dia orangnya cemburuan karena posisiku disaat itu amengontrak rumah dengan 5 orang.

Cerita Dewasa Gairah Tinggi Ibu Dosen

Cerita Sex Gairah Tinggi Ibu Dosen, cerita sex dosen,cerita dosen terbaru,cerita dosen ngentot,kumpulan cerita dosen ngentot, cerita hot ngentot,cerita nyata dosen ngentot,koleksi cerita dosen ngentot,kumpulan cerita ngentot terbaru.
Cerita Mesum Gairah Tinggi Ibu Dosen
Kebetulan aku diajak kakaku untuk ikut dengannya jadinya aku disanan laki laki sendiri, awalnya aku ingin mencari tempat kos sendiri tapi karena kakakku sayang sekali padaku, aku tidak diperbolehkan pisah rumah, dan aku pun tinggal bersama teman kakakku kesemuanya wanita.

Diantara 4 teman kakakku ada salah satu yang menjadi dosen di Kampus lain, namanya Vita kesemuanya memanggil dengan nama Ibu karena dia tertua disini umurnya sekitar 40 tahun tapi masih sendiri belum menikah, saat aku berdua dengan ibu Vita. Dia bertanya.

“Lhoo kamu kok sendirian dan akhir akhir ini saya lihat kamu sering ngalamun”jangan jangan ngalamun dengan mantan paarmu itu ya”

“heeeehee ibu tau aja ya begitulah ibu”jawabku

Memang aku juga sering curhat soal pribadi dengan ibu Vita, karena dia sudah aku anggap seperti kakak keduaku dan tahu akan banyak hal.

“pantesan saja kamu akhir akhir ini selalau murung memikirkan dia terus ya???”

Sering aku bercerita dengan Ibu Vita sampai suatu ketika terjadi kejhadian tersebut.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Vita sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vita. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah.

Siang itu tepat jam 11:00 siang saaat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.
“Eh Ibu Vita, nggak ngajar Bu?” tanyaku.

“Kamu kok nggak kuliah?” tanya dia.

“Habis sakit Bu”, kataku.

“Sakit apa sakit?” goda Ibu Vita.

“Ah… Ibu Vita bisa aja”, kataku.

“Sudah makan belum?” tanyanya.

“Belum Bu”, kataku.

“Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya”, katanya.

Dengan cekatan Ibu Vita memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks.

Kukira Ibu Vita nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.

“Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?” tanyaku.

“Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya.

“Oh kalau gitu Ibu Vita masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis”, kataku.

“So pasti dong”, katanya.

“Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kimpoi”, dengan enaknya aku nyeletuk.

“Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya.

Ibu Vita agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vita kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

“Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vita”, kataku.

“Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.

Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vita terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan,

“Aku sayang kamu, Ibu Vita”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup… dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya.

Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh… tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya.

Kukecup, “Aah… cup… cup… cup…” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

“Aah… jangan panggil Ibu, panggil Vita aja ya!”

Kubisikkan Ibu Vita, “Vita kita ke kamarku aja yuk!”.

Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak… indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya.

“Ah… ssh… terus Ian”, Ibu Vita tidak sabar lagi,

BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian,

“Aah… sssh…” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut,
 “Aah… aku juga sudah mulai terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu… cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu,

“Aah… uh… sssh… Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi”,

Sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vita juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku.

“Oh… besar amat”, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku,

“Uuh… uh… shhh..” dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya,

“Aah… uh… ssh….. terus Ian”, Vita mengerang.

“Aku juga enak Vita”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut,

“Assh… oh… ah…. Vita terus sayang”,

Dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, “Aahk… uh… ssh…..” sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kuubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku,

“Aakh… sshh… pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan”, katanya.

“Haaa…” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci.

Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blessst,

“Aahk…” teriak Vita,

kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vita

“Aakh… ushh… usssh… ahhhkk… aku mau keluar Ian”, katanya.

“Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh…” kataku.

Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan

“Crot… crot… cret…” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya.

“Aakh…” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya.

Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian?” tanyanya.

“Ah nggak, kitakan sama-sama mau.”

Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil