Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Gangbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Gangbang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2016

Cerita Sex Berempat Sungguh Menikmati

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Cewek Berempat Sungguh Menikmati. Namaku Galih umruku 22 tahun dan kisah ini merupakan kisah nyataku saat itu berkenalan dengan cewek yang umurnya sama denganku namanya Azni dia bekerja di RS swasata di kotaku sedangkan aku bekerja di perusahaan swasta di Jakarta. Perkenalan aku dengannya baru 3 bulan saat kita berkenalan aku belum pernah maen kerumahnya tapi akalu bertemu kita diluar dan hanya mengobrol ngobrol.

Cerita Dewasa Berempat Sungguh Menikmati

cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Berempat Sungguh Menikmati
Tapi lantaran perasaan kami yang semakin akrab,maka suatu kali aku mampir juga kerumahnya, sekaligus berkenalan dengan keluarganya. Azni punya seorang ibu tiri yang umurnya sekitar 38 tahun dan dua orang kakak perempuan

Yang tertua namanya Vania, umurnya 28 tahun dan yang nomor dua namanya Clara umurnya 26 tahun. Walaupun ibunya ibu tiri,tapi sangat baik. Mereka tinggal 3 orang satu rumah. Sedang kakaknya yang pertama sudah menikah,belum punya anak dan tinggal ditempat lain. Hubungan mereka sekeluarga sangat akrab. Keluarganya ramah terhadapku.

Waktu kedatanganku yang pertama aku cuma duduk bdiruang tamu.Kedatanganku yang selanjutnya aku sudah biasa aja dirumahnya. Aku sudah bisa masuk keruangan yang lainnya. Suatu kali aku masuk kekamar Azni,didalam kami ngobrol-ngobrol aja.

Jarak antara kami makin dekat. Kupegang tangannya,kemudian perlahan-lahan kudekatkan wajahku kepadanya.Kami saling berciuman.Kulumat bibirnya yang berwarna kemerah-merahan dan Azni membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman dan aku tidak berani menyentuh bagian yang lain. Sehabis itu kami main Play Stasion.

Minggu berikutnya aku main lagi ke rumah Azni. Waktu itu kakaknya yang no.2 yaitu Clara ada dirumah.Dia tidak masuk kerja.Setelah basa basi dengan kakaknya aku masuk kekamar Azni.Didalam seperti biasa setelah kami ngobrol-ngobrol sedikit aku mendekati Azni.

Kami kembali berciuman,aku meremas tangannya,kemudian ciumanku menyusuri lehernya yang putih bersih.Nafas Azni terdengar agak terengah-engah.Aku meneruskan ciumanku dengan meremas dadanya yang indah.kemudian satu persatu kancing bajunya kutanggalkan,sampai dia hanya pakai BH saja. BH nya yang berukuran 36B itupun kutanggalkan.

Payudaranya yang sekal dan indah itu pun habis kuciumi.Sementara tanganku meremas-remas dengan lembut payudaranya itu.Kemudian puting payudaranya yang berwarna agak kecoklatan kuhisap dan kujilati.Azni makin menderu nafasnya.Aku terus asyik menghisap payudaranya yang sekal itu.Tapi secara tiba-tiba aku melirik ke pintu yang sedikit terbuka,disitu kulihat Clara berdiri termangu.Aku segera menghentikan gerakanku.

Clara kemudian masuk kekamar Azni.Tapi Azni cuek saja melihat kakaknya masuk kedalam kamarnya.Dia tidak berusaha menutupi tubuhnya.Malah membiarkan saja tubuhnya dalam keadaan terbuka.Aku tentu saja merasa grogi.Aku takut Clara marah kemudian melarangku main kerumahnya lagi.Tapi Clara tidak marah malah tersenyum melihat aku yang salah tingkah.Kemudian Clara bicara:

"Kamu mau kubuatkan teh Galih?"

"Ya mbak,boleh ....eh..terima kasih..."jawabku agak gugup.

Dalam hati aku merasa senang karena Clara tidak marah padaku.Kemudian aku keluar dari kamar dan Azni memakai bajunya tanpa mengenakan BH lagi.Masih kelihatan payudaranya yang montok itu dibungkus baju kaos yang tipis.Aku diruang tamu ngobrol-ngobrol saja bersama Azni dan kakaknya.Clara sama sekali tidak menyinggung kejadian tadi,dan bicara hal-hal lain.

Minggu berikutnya aku kembali datang kerumah Azni.Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakaknya Clara,aku kembali masuk kekamar Azni.Didalam kami kembali berciuman.Aku mencium bibir Azni yang harum.Azni membalas ciumanku.

Berbeda waktu kemarinnya,kali ini Azni agak agresif.Dia mencium bibirku dengan ganasnya. Aku juga semakin berani membuka pakaian Azni,sehingga dia hanya memakai celana dalam saja.Aku segera menyapu lehernya yang jenjang dan putih bersih.

Azni terlihat menggelinjang membuat aku semakin bersemangat.Nafasnya mulai terengah-engah.Ciumanku terus kearah dadanya yang montok.Aku menghisap puting payudaranya.Sungguh sangat enak rasanya.Aku menghisap puting payudaranya bergantian.Azni makin terengah-engah.

Lalu aku membuka celana dalamnya,sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun. Aku menjilati pahanya yang putih mulus.Jilatanku terus naik kearah vagina Azni yang memancarkan hawa harum dan wangi.Aku menjilat klitorisnya yang sebelumnya aku menyibakkan bulunya yang belum begitu lebat.Lama aku menghisap klitorisnya.Sampai aku merasakan cairan yang khas,mungkin dia sudah semakin teransang.

Azni lalu mendorongku,sehingga aku berada dalam posisi telentang. Dia langsung mengarahkan bibirnya yang mungil ke penisku.Wahhh...enak sekali ... Azni mengulum dan menghisap penisku .Aku semakin terengah-engah.Azni pun semakin semangat mendengar desahan nafasku. Lalu aku mendorong Azni dengan lembut agar dia segera telentang.

Azni pun mengerti dengan keinginanku. Penisku kuarahkan kearah vagina Azni dan memasukkannya dengan perlahan-lahan.Azni menjerit tertahan begitu penisku masuk semua kedalam vaginanya.Aku mengangkat pantatku perlahan-lahan,dan memasukkannya.Begitu seterusnya aku lakukan,memaju-mundurkan pantatku.Aznipun kelihatan sangat menikmatinya.

Lalu aku mengangkat kaki kiri Azni dan tetap aku menggoyang pantatnya yang montok.Sampai akhirnya dia menjerit dengan suara yang agak keras.Dan akupun merasakan cairan hangat yang membasahi penisku didalam vaginanya.Rupanya Azni sudah keluar.Sementara aku nampaknya masih lama untuk mencapai puncak orgasmeku. Tiba-tiba aku dikejutkan suara yang sudah aku kenal.

"Wah..kamu kuat juga ya Galih..."

Rupanya itu suaranya Clara kakak Azni.Rupanya dia sudah dari tadi berdiri dibelakangku memperhatikan apa yang kuperbuat bersama dengan adiknya.Aku sangat kaget sekali,dan mencabut penisku yang masih tegang dari vagina Azni.Kupikir tadi Azni sudah mengunci pintu kamar.

Clara segera menghampiri kami berdua.Kulihat Azni cuek saja dan masih menikmati puncak orgasmenya. Clara duduk disamping kami dan memperhatikan punyaku yang masih tegang.Sementara aku sendiri masih jauh dari puncak orgasmeku.Melihat situasinya seperti itu aku jadi memberanikan diriku meraih tangan Clara.

Kutarik lembut tangannya dan aku segera melumat bibirnya yang lembut.Sementara tanganku langsung meremas-remas payudaranya.Sekilas aku melirik Azni dan kulihat dia tersenyum melihat yang kuperbuat dengan kakaknya.Dia bilang,

"Nah...sekarang giliran saya yang nonton kakak ya...?"

Clara hanya menjawab dengan tersenyum saja.Nampaknya Azni ingin aku berbuat yang sama dengan kakaknya.

Tanganku terus saja meremas-remas payudaranya dari luar.Aku segera melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya,sampai dia tidak mengenakan pakaian selembar benangpun alias bugil,seperti Azni. Aku terus melumat bibirnya.

Clara pun tidak kalah membalas ciumanku.Ciumanku terus turun kelehernya yang putih bersih.Clara mengelinjang membuat aku semakin bersemangat saja.Aku terus menciumi payudaranya yang montok,mungkin ukurannya ada sekitar 36,aku tidak tahu persis tapi sama dengan ukurannya si Azni.

Aku menghisap puting payudaranya dengan lahap.Aku kembali melirik Azni dan melihat dia tersenyum manis padaku.Aku jadi semakin bersemangat saja.Sementara Clara terus saja menggelinjang keenakan.

Aku terus saja menghisap puting payudara Clara.Sementara tangan kiriku meraba-raba selangkangan Clara.Aku merasakan bulu-bulu vaginanya yang lembut.Ciumanku terus kuturunkan kedaerah vaginanya.Aku menjilati klitoris Clara dan Clara terus saja menggelinjang.Aku merasakan cairan yang khas dari vaginanya,tapi aku yakin dia belum orgasme.

Aku lalu mendekatkan penisku kedalam mulut Clara dan diapun melumat penisku dan menghisapnya.Sungguh sangat enak sekali.Lama Clara menghisap penisku yang sudah sangat tegang sekali.Aku hampir tidak tahan lagi. Aku menyuruh Clara supaya menungging.Aku lalu mengatur posisiku di belakang Clara.Perlahan-lahan aku memasukkan penisku kedalam vaginanya.Tapi sebelum aku memasukkan penisku,Azni bergerak mendekatiku dan tangannya menggenggam penisku.

"Biar kumasukin Galih...,"katanya.

Tapi sebelum itu dia masih sempat-sempatnya menghisap penisku.Setelah itu dia mengarahkan penisku ke kemaluan kakaknya.Dia tersenyum padaku.Clara juga tersenyum padaku.Aku semakin tidak tahan dan segera memasukkan penisku ke vagina Clara.Clara menjerit tertahan,

"Ahh...Galih...punyamu enak sekhali...shayang..."

Aku semakin bersemangat menggoyangkan pantatku.Sementara Azni duduk disampingku.Aku segera meraih tangan Azni dan aku bilang,

"Azni, sini payudaramu aku hisap..."

Azni segera menyodorkan payudaranya kemulutku.Jadi sementara aku menggoyang Clara,mulutku menghisap payudaranya Azni.Clara semakin histeris menjerit-jerit keenakan kugoyang vaginanya dari belakang.Aku lalu menyuruh Azni berdiri dan mengarahkan selangkangannya ke mulutku.Aku kembali menjilati klitoris Azni.Azni terdengar menjerit-jerit keenakan seperti kakaknya.

Tak lama tubuh Clara menegang.Agaknya dia sudah mau keluar.Benar saja tak lama aku merasakan cairan hangat membasahi penisku yang masih menancap di vaginanya.Azni juga masih menjerit-jerit.Aku lalu berdiri dan mengarahkan penisku yang masih tegang ke kemaluan Azni yang berada dalam posisi berdiri dari depan.

Aku mengangkat kaki Azni dan meletakkan kakinya di pinggir tempat tidur.Aku memasukkan penisku kedalam vagina Azni dari depan dan kugoyang-goyang,maju mundur.

Azni kembali mendesah-desah,

"...Ahh...Galih...kamu pintar juga juga pake gaya berdiri seperti dalam film ...ahhh...akh.."mulutnya terus saja menceracau.

Aku terus saja menggoyangnya,sementara mulutku tidak berhenti menciumi payudaranya yang montok kiri kanan bergantian dan juga menghisapnya bergantian.Azni semakin melayang-layang kenikmatan saja.Tak lama aku juga sudah ingin keluar.

Tapi sebelum aku keluar,Azni sudah keluar duluan dan badannya mendadak jadi lemas.Aku segera mencengkram pantatnya dan memeluk tubuhnya.

"Akh..."akhirnya kau keluar juga dengan perasaan yang melayang-layang. Spermaku membasahi vagina Azni.Aku tidak kuat lagi menahan tubuh Azni dan membiarkan dia terduduk dan akhirnya penisku pun tercabut dari vaginanya.

Clara yang dari tadi memperhatikan,kembali mendekatkan kepalanya ke penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Azni pun tidak ketinggalan,juga menghisap penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Kedua kakak beradik tadi masih dengan lahap menghisap penisku bergantian.

Akhirnya kami bertiga terbaring lemas.Aku berada ditengah-tengah mereka.Tanganku masih saja bergantian meremas-remas payudara Azni dan Clara bergantian.Mereka juga masih menikmati remasan tanganku di payudaranya.Kami sama-sama menarik nafas panjang.Lama kami terdiam.

Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan suara panggilan.

"Clara,Azni kalian dimana? Ini mbak Vania datang nih...kok nggak ada yang menyahutin?"
Rupanya kakaknya yang tertua datang.Clara lalu berdiri dan berkata pada Azni,

"Azni,biar mbak saja yang menemuin mbak Vania,kayaknya dia sendirian saja kesini.Suaminya kayaknya nggak ikut tuh..."

Lalu tanpa pakaian sehelai benangpun Clara berdiri dan jalan keluar kamar.Aku kaget dan bertanya pada Azni,

"Azni,kalau ketahuan mbak Vania bagaimana nih...?"kataku agak cemas.

Tapi Azni hanya tersenyum saja dan mengecup bibirku sebagai jawabannya. Sementara diluar kamar,mbak Vania sangat terkejut melihat adiknya Clara menyambutnya tanpa busana sehelai benangpun.

"Clara...kamu ngapain..?Kok nggak pake pakaian...?"tanya mbak Vania.

Tapi Clara cuma tersenyum saja dan berkata,

"Nggak apa-apa kok mbak...Mbak nggak usah banyak tanya deh..." sambil tangannya menggandeng tangan kakaknya kekamar Azni.

Sesampai dikamar Azni,mbak Vania kelihatan terkejut melihatku dan Azni juga tanpa pakaian.Clara segera menjelaskan,

"Mbak,itu Galih pacarnya Azni...Mbak udah kenal kan?"kata Clara.

Sementara aku masih agak cemas,takut kalau-kalau mbak Vania marah besar.Tapi rupanya Azni mengerti perasaanku.Dia berkata pada Vania,

"Mbak ayo duduk disini,ngapain berdiri disitu.Apa mbak nggak pingin merasakan punya Galih yang perkasa ini..?Bukankah Mbak dulu bilang kalau nggak pernah puas kalau main sama suami mbak...?"

Mulanya mbak Vania ragu-ragu.Tapi Clara segera menarik tangan kakaknya dan mengajaknya duduk didekatku yang juga sama-sama bugil dengan adik-adiknya.Akhirnya mbak Vania duduk juga didekatku.Clara berkata,

"Ayo Galih...kita teruskan,nih kakaknya Azni yang paling tua udah datang.Dia nggak pernah puas kalau main.Mungkin kamu ketemu lawan tangguh...,"kata Clara bercanda.

Mbak Vania dan Azni kulihat hanya tersenyum saja.

"Sekarang aku dan mbak Clara cuma nonton aja,kamu main sama mbak Vania...habis kami capek sih..."kata Azni dengan manjanya.

Akupun nggak jadi takut dan ikut tersenyum.Aku jadi berani dengan situasi seperti ini.Aku merasa seperti diberi lampu hijau. Aku langsung saja mengarahkan tanganku ke payudara Vania dan meremas-remas payudaranya dari luar pakaiannya.

Vania hanya tersenyum saja aku perlakukan begitu.Aku segera melumat bibirnya dan Vania membalasnya juga dengan ganasnya. Nampaknya dia benar-benar membutuhkan seks.Aku semakin senang.

Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Vania,sampai dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun seperti adik-adiknya. Aku merasa kaget juga,karena payudaranya mbak Vania lebih besar dibandingkan payudara adik-adiknya.

Terus terang aku sangat senang dengan ukuran payudaranya yang besar itu.Aku segera menciumi payudaranya bertubi-tubi dan bergantian,maklum nafsu seksku mulai bangkit lagi.Vania sudah mulai terengah-engah menghadapi seranganku.Aku kembali melumat bibir mbak Vania yang indah.Mbak Vania juga kembali membalas ciumanku dengan bernafsu.

Sementara itu aku juga melirik Clara dan Azni dan mereka cuma tersenyum menatapku sambil mengelus-elus vaginanya masing-masing. Ciuamanku kembali kuarahkan keleher Vania yang putih bersih.Dan terus kuturunkan ke payudaranya yang montok. payudaranya kuciumi bergantian dan puting payudaranya kuhisap dengan lahap.Lama aku menghisap payudaranya.Vania berkata,

"akh...Galih...terus hisap...sayhang..enakh..sekali.terus sayang...kamu sekarang jadi bayi...ya....terus hisap payudara Mbak...sayang...?"katanya menceracau.

Aku nggak peduli dengan rintihan dan erangan mbak Vania.Malah aku semakin bersemangat saja.Ciumanku kuturunkan keperutnya yang putih dan ramping dan terus turun kepahanya yang mulus.Pahanya kujilatin sampai basah semua.Jilatanku kunaikkan ke sela-sela pahanya yaitu ke vaginanya.

"Akh...apa ini Galih...ohhh..terus Galih..."kata mbak Vania.

Kayaknya dia juga tidak peduli lagi dengan sekitarnya.

Aku menjilati vaginanya.Aku mencari klitorisnya dan menghisapnya.Mbak Vania menjerit tertahan dan menekan belakang kepalaku,sehingga aku semakin mencium bau wangi dari vaginanya.Aku terus menjilati klitorisnya itu,sampai akhirnya aku merasakan cairan yang keluar dari vagina mbak Vania.

Tapi mbak Vania sendiri belum keluar.Sementara punyaku sendiri sudah semakin tegang.Aku segera merubah posisiku dan menyodorkan penisku kemulut mbak Vania.Mbak Vania membuka mulutnya dan melahap penisku dan menghisap penisku dengan sangat bernafsu.Aku menyadari nafsu seks mbak Vania sangat tinggi.Tapi aku yakin bisa memuaskannya.

Akhirnya kusuruh mbak Vania telentang.Diapun menurut untuk telentang dan membuka kakinya lebar-lebar.Akupun segera mengatur posisiku untuk mengarahkan penisku kedalam lubang kemaluannya.Tapi sebelum aku memasukkannya,Azni dan Clara mendekat dan berkata,

"Galih...sebentar dulu.."kata Clara.

Tanpa menunggu jawabanku dia langsung memegang penisku dan memasukkan kedalam mulutnya lalu menghisapnya. Setelah itu giliran Azni yang menghisap penisku.Aku melihat mbak Vania sudah nggak sabaran untuk merasakan penisku.

Akhirnya setelah Azni menghisap penisku,dia membimbing penisku dan mengarah kan ke lubang vagina kakaknya.Setelah posisinya pas,aku segera menekan pantatku perlahan-lahan.

Terdengar desahan dan jerita kecil keluar dari mulut mbak Vania.Rupanya lubang vagina mbak Vania masih sempit seperti punya adik-adiknya.Aku sangat senang sekali.Aku segera menaik-turunkan pantatku ke vagina mbak Vania.Jeritan dan desahan nafas mbak Vania makin keras.Aku tidak peduli dan terus saja menggenjot dan menaik turunkan pantatku.Sama seperti vagina adik-adiknya,vagina mbak Vania seperti meremas-remas penisku.

Aku sudah hampir keluar,tapi aku berusaha bertahan selama mungkin.Dan kuperhatikan mbak Vania hampir mencapai puncak orgasmenya.

"...akh...akh..akh..terus Galih..akh...aku sudah mau keluar nih...akh..,"katanya terus menceracau.

" Aahh aku juga mau keluar mbak..."kataku sambil meremas dan menghisap payudaranya.

Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi penisku.

"Ahh...Galihe..mbak sudah keluar..."kata mbak Vania.Rupanya dia sudah keluar.Bersamaan dengan itu akupun merasa sudah nggak kuat lagi.

"Mbak...akhu...jugha..mau keluar...h.."kataku dengan suara agak parau.

Akhirnya spermaku tumpah membasahi vaginanya.Aku tertelungkup lemas diatas tubuh mbak Vania.Kulihat Clara dan Azni tersenyum menatapku.Aku lalu mencabut penisku dari lubang vagina mbak Vania dan tidur menelentang.

Clara dan Azni segera mendekatkan melutnya dan kembali menghisap penisku bergantian.Begitu juga dengan mbak Vania bangun untuk menghisap penisku bergantian.Akhirnya kami kembali rebahan.Mbak Vania disebelah kananku,Clara disebelah kiriku,sementara Azni dengan manjanya telungkup diatas tubuhku.Kami sama-sama menarik nafas panjang.

Sementara tanganku kembali bergerilya seperti tadi meraba seluruh tubuh kakak-adik itu dan meremas-remas payudara mereka bergantian.Kadang-kadang mereka juga bangun sebentar hanya untuk menghisap penisku.Kami sama-sama terbaring lemas.

Tak lama Clara membuka pembicaraan,

"Wah...Galih...kamu memang kuat bisa mengalahkan mbak Vania.penismu juga besar dan kuat lho Galih."

Aku hanya tersenyum saja dan meremas payudara Clara dengan lembut dan memainkan puting payudaranya dengan ujung jariku.

"Baru kali ini aku merasa puas kalo main gini Galih.."kata mbak Vania.

Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian mereka dan tanganku semakin nakal dengan memasukkan jariku kelubang vagina mbak Vania.

"Aww...Galih...tanganmu nakal..aku lagi capek nih..."kata mbak Vania manja.

Aku lalu berkata,"Wah...Azni,Clara,mbak Vania,kayaknya kita harus berpakaian nih sebelum ibumu datang."

Azni segera menjawab,

"Nggak apa-apa kok Galih.Kalau ibu datang dan melihat kita begini nggak bakalan marah kok...ya kan mbak?"kata Azni sambil bertanya pada kakaknya.

Kedua kakaknya tersenyum saja dan Clara berkata,

"Kalau kamu mau,kamu juga boleh main sama ibu Galih..."

"Iya...ibu pasti senang sekali ya kan mbak Vania?"tanya Azni sama mbak Vania.

Mbak Vania menganggukkan kepalanya.Sekarang aku sudah mulai tenang.Sekarang tenagaku sudah mulai pulih.Lama kami terdiam,tapi tanganku tetap tidak bisa diam dan selalu menggerayangi tubuh ketiganya.Tapi mungkin karena kecapean,mereka bertiga cuma diam saja ketika tanganku menggerayangi tubuhnya,walaupun jari tengahku mengorek-ngorek vaginanya.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar,

"Clara,Azni..kalian dimana?"

Rupanya ibunya sudah datang.

"Kami disini Bu..."sahut Azni.

Lalu Azni berkata padaku,

"Ayo Galih...kamu boleh coba ibuku..katanya tersenyum.

Aku cuma mengangguk saja dan sekarang tenagaku sudah benar-benar pulih lagi.

Tak lama kemudian ibunya Azni sampai di kamar dan terkejut,

"hai...kalian lagi ngapain?"katanya sambil menutup mulutnya.

Ibunya Azni masih melotot tidak percaya menatapku.Setelah dekat tanganku langsung memeluk ibu Azni dan langsung meremas-remas payudaranya.Sementara itu dia masih setengah tidak percaya,tapi dia membiarkan tanganku meremas-remas payudaranya.

Sambil berdiri aku menciumi bibirnya dan sekarang dia mulai membalas ciumanku.Aku tidak menduga ciuman ibunya ganas juga.Sementara tanganku masih terus meremas-remas payudaranya.Aku segera melucuti pakaiannya satu demi satu.Kulihat dia sekarang sudah bisa tersenyum dan berkata,

"Vania,Clara,Azni...kalian bear-benar nakalya...?tapi kalian baik juga mau mengajak ibu main sama Galih."

Vania,Clara dan Azni hanya tersenyum saja dan berkata,

"ya Bu..jangan malu-malu ya...ya...penis Galih enak lho Bu..."

Setelah pakaian luarnya kulucuti,hingga hanya tinggal BH dan CD aja.Tanganku masih saja meremas-remas payudaranya.Nafas ibu Azni mulai naik turun.Dia membiarkan saja apapun yang kulakukan pada tubuhnya dan menikmatinya.

Aku mulai melepaskan BH nya dan aku kaget juga payudara dia masih kencang,putih dan montok dan besarnya hampir sama dengan payudara mbak Vania.Aku segera menyerbu payudaranya dengan ciuman-ciumanku.Aku menghisap puting payudaranya sambil berdiri.

Dia hanya merintih-rintih saja.Aku meremas-remas pantatnya yang montok,sementara mulutku tidak berhenti menghisap puting payudaranya kiri kanan.Setelah puas dibagian payudara,ciumanku kulanjutkan ke bawah.Ciumanku kuarahkan ke pahanya yang putih mulus dan terus naik keselangkangannya.Aku melepaskan CD nya sehingga dia tidak mengenakan apa-apa lagi,bugil seperti aku dan anak-anak tirinya.

Aku lalu menjilati vaginanya.Sambil berdiri, dia membuka kakinya agar mulutku leluasa menjilati vaginanya.Sementara tangannya menekan belakang kepalaku.Aku terus saja menghisap klitorisnya. Dia menjerit-jerit kecil dan kakinya kulihat agak gemetaran.

Setelah puas menjilati vaginanya,aku lalu menekan tubuhnya supaya duduk jongkok menghadapku.Dia mengerti dan langsung saja mulutnya melumat penisku.Aku merasa sangat enak.Kayaknya Dia lebih berpengalaman dalam hal menjilat penis.Dia terus saja menghisap penisku dengan penuh semangat.

Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi,aku lalu menyuruhnya membelakangiku.Aku lalu mengatur posisi dan mengarahkan penisku ke lubang vaginanya dari belakang dan menekannya pelan-pelan.Dia menjerit tertahan.Tapi aku tidak peduli.

Sementara Vania,Clara dan Azni hanya menonton dengan bersemangat dari samping.Aku menggoyang pantatku maju mundur sambil berdiri.Tangan kirinya kutarik kebelakang dan tangan kananku meremas-remas payudaranya yang sebelah kanan.Dia kembali menjerit-jerit dengan desahan nafasnya yang memburu.

"Galih...kamu...punyamu sangat enakh...akh...akh.."katanya menceracau.

Aku semakin bersemangat mendengar rintihannya.Lalu aku menarik tangan kanannya sehingga kedua tangannya kutarik kebelakang.Sementara pantatku tetap maju mundur menggoyang pantatnya.payudaranya yang besar terus saja bergoyang-goyang ke bawah.

Aku lalu merubah posisi dan menyuruhnya telentang.Dengan nafas memburu dia menurut saja dan telentang dengan membuka kakinya lebar-lebar.Aku segera mengarahkan penisku ke vaginanya. Penisku pun segera menusuk vaginanya dan pantatku naik turun menghujam vaginanya.

Vaginanya tidak kalah rasanya dibandingkan vagina anak-anaknya. Masih menggigit dan meremas-remas penisku. Nafaskupun semakin cepat seperti nafasnya.

Sementara penisku menusuk-nusuk vaginanya,aku selalu menghisap payudaranya bergantian Sekitar hampir satu jam kami main,sampai akhirnya dia berkata,

"Galih...ahh...penismu sangat enakh...kuat...lubang vaginau jadi penuh oleh penismu...ahh...ahhh..terus sayang..aku sudah hampir keluarhh..ahh..ahhh.."

Dan tak berapa lama akupun segera merasakan penisku jadi hangat karena cairan dari vaginanya sebagai tanda dia sudah sampai puncak orgasmenya.Badannya yang tegang tadi mulai lemas.Aku masih saja menggenjot vaginanya dan akhirnya akupun merasakan sesuatu yang hendak keluar.

Penisku kubenamkan dalam-dalam kedalam vaginanya.Dan spermaku pun keluar membasahi liang vaginanya.Aku tertelungkup lemas dengan nafas tidak beraturan.

Dia juga begitu lemas dan nafasnya juga tidak beraturan.Aku lalu mencabut penisku dari vaginanya dan telentang sambil menarik nafas panjang.Aku memejamkan mataku.Walaupun sudah keluar tapi penisku masih ngaceng.Mbak Vania,Clara dan Azni mendekat dan mereka bergantian menghisap penisku dan menelan sisa-sisa spermaku.Aku merasakan nikmatnya hisapan mereka bergantian.

Mereka bertiga akhirnya merebahkan badannyadisampingku.Lama kami terdiam karena kelelahan.Akhirnya Azni berkata,

"Gimana Bu..?Enakkan penisnya Galih..?"

Ibunya berkata,"Wah..Galih...kamu memang luar biasa.penismu besar,kuat...wah...enak sekali..."
Aku menjawab,

"Kalian juga sangat enak sekali.vagina kalian terasa meremas-remas penisku.Aku juga sangat suka dengan payudara kalian yang montok-montok ini."kataku sambil meremas-remas payudara mereka bergantian.

Akhirnya aku tidak diperbolehkan pulang dan harus menginap malam itu.Kami kembali main bergantian.Aku kembali main sama mbak Vania,Clara ,Azni dan ibunya.Sungguh aku merasa sangat terpuaskan saat itu.

Aku bisa menikmati tubuh mereka,tubuh kakak Azni,tubuhnya sendiri dan tubuh ibunya.Aduh sangat enak sekali.Apalagi kulit tubuh mereka putih semua,maklum karena mereka adalah orang cina turunan.Apalagi payudara mereka sangat montok dan vaginanya juga bisa memijit-mijit penisku.

Setelah hari itu,tiap kali aku main ke sana,kalau baru sampai di rumah Azni,aku selalu meremas-remas payudara mereka bergantian.Kadang-kadang aku langsung melucuti pakaian mereka dan langsung menghisap payudara mereka bergantian.

Mereka pun sangat senang dengan caraku waktu aku datang itu.Kadang-kadang kalau baru datang,aku langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam mulut Azni,Clara ibunya atau mbak Vania.Mereka pun sangat senang sekali.Sehingga tiap kali aku datang kesana pasti main dengan mereka bergantian.

Kadang-kadang Azni,Clara,mbak Vania atau ibunya juga memperkenalkan aku dengan teman-temannya dan akupun sering juga main dengan teman-teman mereka.Aku bilang pada mereka,kalau mau mengundang teman untuk main harus yang bersih.

Rata-rata teman-teman mereka itu adalah wanita yang tidak bisa dipuaskan oleh suaminya.Ada salah satu temannya yang mau memberiku bayaran,tapi aku menolaknya karena aku melakukannya dengan suka sama suka.Karena aku sangat suka seks.


Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Minggu, 14 Februari 2016

Cerita Dewasa Menggarap Temannya Ella

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Menggarap Temannya Ella. Siang hari saat aku menelpon temanku yang bernama Ella, karena suntuk gak ada acara langsung aja aku pegang Hp dan mencari kontaknya Ella aku sms lama balesnya, langsung aku telepon dia.

Cerita Dewasa Menggarap Temannya Ella

 cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Menggarap Temannya Ella

“Hai Ella..”

“Ohh ya gimana man, apa kabrnya”

“ya nasibku baiku la hhehe(dengan ketawa) lha kamu sekarang dimana nih”

“ohh sekarang aku sedang maen ke tempat kostnya temanku , kalau gak ada acara maen kesini aja man” teman temanku pengen kenelan ama kamu katanya”

"Ehmm.. di daerah mana?" tanyaku.

"Daerah Radio Dalam, dateng ya sekarang"

"Ok deh nanti kalau aku dah deket aku telpon ya" kataku

"Ok aku tunggu ya, jangan lupa siapin diri, hehehe..", katanya lagi

"Lho, emang aku mau diapain?", tanyaku penasaran

"Mau diperkosa rame-rame siap nggak?"

"Siapa takut..", jawabku sekenanya

Lalu aku pun meluncur ke arah Radio Dalam dan sekitar 15 menit akupun sampai di tempat yang telah dijanjikan.

"Hallo Ella, aku dah di depan nih..", kataku

"Ok aku keluar ya, sabar.."

Lalu munculah seorang gadis yang sangat seksi tingginya sekitar 175 dengan berat sekitar 55 kg, woww.. buah dadanya lebih besar dari pada punya Ella. Lalu dia menghampiri mobilku dan mengetuknya.

"Iya, ada apa?", jawabku dengan mataku yang tak lepas dari buah dadanya yang montok itu.

"Firman ya..", kata dia.

"Iya", kataku.

"Aku Ranggi temennya Ella yuk masuk yuk..", katanya dengan senyum nakalnya.

"Oh.. yuk", jawabku agak sedikit tergagap.

Wah, bakal ada pesta besar nih pikirku dalam hati. Sesampai dikamarnya aku disambut dengan pelukan dan ciuman oleh Ella dan aku diperkenalkan kepada 3 temennya yang lain yang satu bernama Dita, Ayu dan Kiki. Dan harus kuakui mereka bertiga tidak kalah menggiurkannya dengan si Ranggi.

Tiba-tiba Ella membuka omongan yang bagiku sifatnya hanya basa-basi dan kemudian diteruskan oleh teman-temannya dan lama-kelamaan omongan kami berlanjut ke arah selangkangan.

Dan tiba-tiba dari arah belakang ada yang memelukku saat aku akan menengok, dengan cepatnya Ranggi mencium bibirku dengan liarnya, maka akupun tak kalah bernafsunya aku balas dengan liarnya pula.

Dan ternyata yang memelukku dari belakang adalah Ella dia terus menciumi leherku dan terus turun ke bawah mencoba membuka bajuku sementara aku masih saja berciuman dengan Ranggi.

Ketika bajuku dilepaskan oleh Ella tiba-tiba ada tangan yang membuka celanaku termasuk celana dalamku maka langsung saja adekku yang telah tegang sedari tadi keluar dari sarangnya.

Dan seketika itu juga "Adekku" langsung dilahap dengan liarnya setelah aku lihat ternyata Dita dengan ganasnya sedang mengulum kemaluanku.

Saat aku sedang diserang oleh tiga wanita ini aku sempat mencari kemana Ayu dan Kiki ternyata mereka ada di sofa dekat situ dan keduanya sudah telanjang bulat dan aku lihat Kiki sedang menjilati vagina Ayu dan Ayu pun mendesah-desah dan meliuk-liukan badannya diatas sofa tersebut sementara aku sendiri sedang kewalahan menangani seranga dari tiga wanita ini, maka aku tidak memperhatikannya.


Langsung saja aku buka baju Ranggi yang terdekat dengan aku dan ketika Ranggi sedang membuka seluruh bajunya aku tarik Dita keatas dan kami pun berciuman sementara itu Ella menggantikan posisi Dita mengulum kemaluanku.

Begitu pula dengan Dita aku buka bajunya dan posisinya digantikan oleh Ella sedangkan posisi Ella digantikan oleh Ranggi, wow.. ternyata kuluman Ranggi lebih enak dari pada Ella dan Dita sampai akhirnya aku merebahkan diri di ranjang yang berada disitu.

Ella setelah melepas bajunya langsung saja memgang kemaluanku dan diarahkannya ke liang vaginannya yang ternyata sudah basah sedari tadi setelah pas maka diturunkan pantatnya perlahan-lahan hingga akhirnya..

Bless.., "Aah..", desah Ella.

Sementara Ella sedang asiknya menaik turnkan pantatnya diatasku, maka aku tarik Ranggi keatasku dan aku menjilati vaginanya.

"Ahh.. enak Man terus Man ohh.." desah Ranggi.

"Ahh.. ohh.sst" desah Ella yang bersahut-sahutan dengan Ranggi dan Ayu.

"Ohh.. yess lick my pussy Man ohh yess sst" racau Ranggi ketika klitorisnya aku hisap-hisap.

Sementara itu aku tarik pula si Dita dan aku masukan jari tengahku ke liang vaginanya sehingga membuat Dita meracau dan meliuk-liukan badannya.

"Ohh yes Man enak Man dalem lagi Man ohh.." racau Dita.

Sementara setelah berada dalam posisi seperti selama kurang lebih 15 menit akhirnya Ella menggenjotnya semakin cepat dan mengerang.

"Ahh.. Man aku keluar Man ah.." desah Ella dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata tanpa aku sadari dibawahku sudah ada si Ayu yang dengan cepatnya langsung melumat kemaluanku maka aku pun menggeliat menahan nikmat hisapan Ayu dan Ranggi segera turun dari mulutku dan memasukan kemaluanku ke vaginanya dan langsung digoyangkannya naik turun dan kadang memutar.

Sementara Dita tidak mau kehilangan kesempatan maka dia menyodorkan vaginannya ke mulutku dan akupun menjilati dan mengihisap-hisap vaginanya.

Setelah 5 menit aku jilati vagina nya maka tubuh Dita mengejang dan dia berteriak, "Man ahh.. aku keluar Man.. ah.." sambil menekan vaginanya ke mulutku langsung saja aku menghisap vaginanya kuat-kuat dan aku merasakan mengalir deras cairan dari vaginanya yang langsung aku sedot dan aku telan habis.

Setelah Dita merebahkan diri di sampingku ternyata Kki juga tidakmau ketinggalan dia menaiki aku dan kembali aku disodorkan vagina ke 3 siang ini yang langsung aku lumat habis baru aku memulai menjilati vagina Kiki Ranggi yang masih bergoyang diatasku akhirnya mengerang kuat.

"Man aku keluar Man ah.. sst ahh.." racaunya.

Terasa sekali cairanya mengalir deras mambahasi kemaluanku dan seketika itu pula ubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata Kiki sudah tidak tahan dan langsung menurunkan tubuhnya ke bawah dan memasukan penisku ke vaginanya dan..

"Ahh.. sst ahh.. Man mentok Man.. ah.." desahnya.

Sedangkan Ayu yang sedari tadi hanya melihat sambil masturbasi sendiri aku tarik keatasku dan aku jilat dan hisap vaginannya

"Ohh yess ohh lick it honey oh.." desah Ayu.

Setelah 10 menit Kiki diatasku dan menggoyangkan pinggulnya akhirnya dia pun mengalami klimaks.

Sementara aku sendiri yang sedari tadi belum keluar karena tidak konsentrasi maka setelah Kiki rebah di sampingku maka aku membalikan badan hingga Ayu berada di bawahku dan perlahan-lahan aku masukan penisku ke vaginanya terasa sangat sempit, ketika kepala penisku mulai menyeruak masuk hingga Ayu berteriak.

"Ahh.. pelan-pelan Man sakit"

Maka perlahan-lahan aku masukan lagi setelah setengahnya masuk aku diamkan sebentar agar vagina Ayu terbiasa karena aku melihat Ayu mengerenyitkan dahinya menahan sakit setelah Ayu tenag maka aku sorong pantatku dan akhirnya seluruh penisku berada dalam vagina Ayu

"Ahh Man sakit ah.." desah Ayu.

Dan perlahan-lahan Ayu mulai menggoyangkan pinggulnya maka aku pun menggenjot pantatku keluar masuk. Terasa semppit sekali vagina Ayu dan ketika aku melirik kebawah aku melihat ada teesan darah keluar dari vaginanya yang akhirnya baru aku ketahui bahwa memang Ayu yang termuda diantara semuanya dia baru masuk SMU kelas 1 dan hanya dia yang masih perawan.

"Ahh.. sst.. terus Man enak Man oh.. dalam lagi Man.." racau Ayu.

Maka aku menarik Ayu kepinggiran tempat tidur dengan posisi kakinya berada di bahu aku sementara aku berdiri memang Ayu tidak kelihatan seperti anak baru masuk SMU dengan tingginya sekitar 170 dan buah dadanya berukuran 36 B.

Setelah 10 menit aku menggenjot Ayu akhirnya dia pun mengerang.

"Man aku keluar Man ohh.. Man.."

Namun aku tidak perduli aku terus menggenjot Ayu karena aku sendiri mengejar klimaks ku, setelah itu aku balikan tubuh Ayu sambil terus menggenjotnya hingga akhirnya Ayu berada dalam posisi menungging dan aku terus menggenjotnya dari belakang sambil meremas buah dadanya 36Bnya yang mengayun-ayun.

Ketika aku sedang menggenjot dari arah bawah belakang aku merasakan ada yang menjilati buah pelirku dan ternya Ranggi sudah bangun lagi sehingga setelah 10 menit aku menggenjot Ayu dari belakang dia pun mengalami orgasme kembali.

"Ahh Man aku keluar lagi Man ah.." dan seketika itu tubuhnya benar-benar melemas melihat kondisinya yang seperti itu maka aku tidak tega dan langsung aku tarik Ranggi untuk mengangkang dan aku tusukan penisku ke vaginanya dan Ranggi dengan posisi dibawah mendesah-desah seperti orang yang kepedasan.

"Ahh.. Man terus Man.. esst enak Man terus Man oh.." racaunya.

"Enak Mel, aah.. esst ahh", racauku tidak karuan karena merasakan sedotan-sedotan di vagina Ranggi yang kata orang-orang 'empot ayam'.

Maka dengan semangatnya aku menggenjot Ranggi dan setelah 10 menit Ranggi berkata, "Man aku mau keluar Man.. Man ahh"

"Ntar Ngiiiii gue juga mau keluar barengan ya ahh" kataku.

Akhirnya, "Man gue nggak kuat Man ah..", ser.. ser.. ser.., terasa deras sekali semprotan Ranggi.

"Ahh gue juga Ngiii ah..", crot.. crot.. crott.., akhirnya akupun orgasme bersamaan.

Akhirnya Kamipun ketiduran dengan posisi aku diatas Ranggi. Kira-kira aku tertidur 15 menit tiba-tiba aku merasakan penisku dijilat-jilat dan dihisap-hiasap setelah aku membuka mataku ternyata Dita sedang mengulum penisku.

Maka seketika itu juga aku langsung meracau, "Ah.. ohh.. enak Dit terus Dit"

Tapi Dita tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada dia langsung naik keatas tubuhku dan memasukkan penisku ke liang vagiannya, memang dari 'peperangan' tadi hanya Dita yang belum merasakan penisku maka ketika yang lain lain sedang tidur Dita memanfaatkan momen tersebut sebaik-baiknya.

Terus dia menggoyangkan pinggulnya.

"Ahh.. esst enak Man ah.."

Aku pun merasakan keenakan dengan goyangan Dita karena goyangannya benar-benar seperti penari ular dia memutar-mutarkan pantatnya diatas penisku. Lama dia melakukan itu hingga akhirnya kami keluar bersamaan.

"Ahh Man enak Man ayo Man keluarin barengan ohh.."

Akhirnya, "Dit aku mau keluar ahh ohh crot.. crot.."

Kami pun lemas dan Dita menciumku bibirku mesra "Makasih ya Man, enak lho bener yang Ella bilang" katanya.

"Emang Ella bilang apa?" tanyaku penasaran.

"Kontolku kamu enak, kamu bisa bikin ceweq ketagihan nanti lagi ya" katanya.

Aku hanya tersenyum dan memeluk dia.

Akhirnya aku pun menginap disitu dan kami ber-enampun melakukannya berulang kali. Kadang aku mengeluarkan spermaku di dalam vagina Ranggi, Ayu ataupun yang lainnya secara bergantian. Hingga sekarang pun kami masih sering melakukan kadang satu lawan satu, kadang three some, ataupun langsung berenam lagi.


Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Kamis, 11 Februari 2016

Cerita Sex Empat Wanita Sangat Hot

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Empat Wanita Sangat Hot. Saat liburan kuliah aku berjalan jalan dengan temanku Adel di Mall, setelah berjalan jalan di store jeans aku behenti sejenak dengan melihat sisi kanan ku sepertinya aku pernah mengenal dia, lama kau amati dia ternyata aku kenal dia bernama Friska.

Cerita Dewasa Empat Wanita Sangat Hot

cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Empat Wanita Sangat Hot
Saya pun hanya bisa berpura-pura lupa saja saat kami berpapasan. Perlu saya ceritakan kilas balik disini bahwa Friska adalah cewek yang paling ngetop di SMA saya di Bandung dulu. Saat masih kelas 2, banyak sekali cowok di sekolah saya yang mengejar Friska (termasuk saya juga sihh..)

Tapi pas SMA dulu, siapa sih saya ini. Semua orang tahu kalau saya ini hanya anak kost di Bandung. Nilai rapor yang lumayan kurang membuat saya jadi cowok yang dipandang. Sedangkan Friska, dia anak seorang pengusaha di Bandung.

Cewek Bandung asli. Cantik abis, dan rumahnya besar. Pernah suatu hari kami belajar bersama di rumahnya. Singkat kata masih ada perasaan segan pada Friska karena masa lalu.

Tapi tanpa saya sangka ternyata Friska yang duluan menegur saya. “Hai..! Apa kabar loe?” Kami pun berbicara sesaat. Tampak ada keraguan Friska untuk banyak bertanya pada saya, karena di samping saya ada Adel.

Friska sendiri saat itu datang bersama adiknya. Perempuan juga dan masih sekolah di sebuah SMA Negeri di Jakarta Selatan. Dari cerita-cerita Friska, akhirnya saya tahu bahwa dia sekarang kuliah di PTS yang terkenal di Jakarta.

Saya sendiri saat ini juga masih kuliah di PTN di Bandung, sedangkan Adel baru masuk kuliah di PTS yang kebetulan sama dengan Friska. Dari percakapan kami, tampak ada rasa kagum Friska pada saya. Kuliah di PTN “top”, lebih dewasa, yah.. pokoknya berbeda jauh dengan pandangannya terhadap saya saat masih SMA dulu. Nampak sekali di wajahnya kalau ia menyesal mengapa dulu pernah meremehkan saya.

Pikiran saya saat itu, kapan lagi saya bisa ngajak tiga cewek cantik-cantik untuk jalan-jalan. Kalau di kampusku di Bandung, ceweknya boro-boro ada yang cantik, yang menarik pun tidak ada.

“Oke, dari sini mau kemana Son..?” tanyaku.

“Mau pulang.. boleh nebeng nggak? Soalnya mobil gue lagi di bengkel. Kita tadi ke sini pake taksi.” Dengan persetujuan Adel saya pun langsung mengiyakan. Kami pun langsung berjalan ke arah parkiran Barat PI Mall.

Di mobil, Adel duduk di depan, sedangkan Friska dan adiknya duduk di belakang. Dalam perjalanan sesekali saya memegang tangan atau bahu Adel. Adel pun hanya tersenyum.

“Akh.. genit loe..!” Tiba-tiba dari belakang Friska nyeletuk, “Mau juga dong gue..” Wah, saya pikir-pikir inilah kesempatan saya menebus sakit hati saya di masa lalu. Tiga tahun saat SMA segala daya upaya dilakukan, namun tanpa hasil, sekarang.. “The Past Dream Comes True!”

“Oke Kalo gitu kita ke rumah gue dulu yaa..” Saat itu saya tahu bahwa kedua orang tuaku sedang ke luar. Di rumah hanya ada adik perempuan saya dan pembantu saja. Itu pun sorenya adik saya akan berangkat les, jadi tinggal pembantu saja yang ada di rumah.

Sampai di rumah saya, saya melihat adik saya sudah bersiap-siap pergi les dan akan diantar oleh sopir di rumah (maklum masih kecil, belum bisa nyetir).

Saya pun lekas turun untuk sekedar say good bye pada adik perempuan saya yang sangat manja itu. “Bang, bawa cewek kok sampe 3 ekor sihh..?” godanya. Saya hanya bisa tersenyum sambil pura-pura tidak mendengar perkataan adik saya.

Singkat cerita kami pun langsung masuk ke rumah saya. Setelah minum kami berbicara di ruang tamu sambil menonton televisi. Saat itu kami menonton sebuah film di channel HBO. Meskipun sangat jarang ada adegan-adegan berbahaya di HBO (lain dengan TF1 atau Televisi Perancis lainnya), namun saat itu ada adegan ciuman yang lumayan lama.

Friska pun nyeletuk lagi, “Loe jago cipokan nggak..?” Saya pun kaget setengah mati, dan perasaan saya ke Adel saat itu sangat tidak enak.

“Jago dong.. tanya aja ke si Adel..”

“Jago ke si Adel sih belum tentu jago kalo ama saya,” balasnya.

Si Adel pun agak panas, “Oke kita buktikan, kalau perlu bukan sekedar cipokan tapi lebih..” Saya pun pura-pura cool saja, tapi dalam hati bahagianya setengah mati.

“Loe juga ikut aja Vit..!” ajak saya pada adiknya Friska, Vita.

Kami pun lalu naik ke atas kamar tidur saya. Sampai di kamar saya, Friska mengeluh, “Ini mah hanya cukup buat elo ama Adel, khan ada empat orang nih, artinya harus double bed,” katanya mengomentari kamar tidur saya yang hanya single bed.

Kami berpindah ke kamar tidur orang tuaku. Sebenarnya bisa sih kami bermain di kamar adik saya, tapi takut aja saya kalau tiba-tiba adik saya cepet balik ke rumah.

Sampai di situ mereka pun langsung mempreteli baju dan celana saya. Tampak Adel dan Friska paling agresif, sedangkan Vita masih malu-malu dengan hanya tersenyum melihat saya seperti laki-laki yang tak berdaya.

Saya pun dalam sekejap telanjang bulat di hadapan mereka bertiga yang masih berpakaian lengkap. Adel masih memakai tangtop, Friska dengan baju ketat, dan Vita masih dengan T-Shirt. “Uhh, yang anunya gede..” goda Friska melihat barang saya.

Saya pun langsung membuat mereka bertiga berbaring di tempat tidur. Satu persatu saya buka baju dan bra-nya. Namun ada rasa sungkan juga saat membuka baju Vita yang masih beginner. “Udah Vit, enjoy aja kayak Mbak,” hibur Friska pada adiknya. Dalam sekejap, mereka bertiga juga berada dalam keadaan bugil.

Friska lalu bangkit memeluk saya sambil membalikkan posisi kami sehingga saya berada di bawah. Ia lalu merapatkan bibirnya ke barang saya. Dalam sekejap Adel meraih bibir saya dan melumatnya hingga saya sukar mengatur nafas.

Perlu diketahui kami sering sekali beradu ciuman dengan Adel sehingga ia tahu betul kelemahan saya dalam berciuman. Melihat Vita masih ‘nganggur’, saya lalu menegakkan badan saya, Vita pun lalu memeluk saya dari belakang sambil sesekali mencium daerah leher bagian belakang saya.

Saya harap pembaca mendapat gambaran bagaimana posisi kami saat itu. Adel memeluk dan mencium saya dari depan, Vita dari belakang, dan Friska di bawah.

Saya pun hanya bisa membalas ciuman Adel sambil sesekali mencium balik Vita, dan tangan saya hanya membelai kepala Friska yang menghisap barang saya. Sesekali posisi kami di tempat tidur bergeser akibat kegelian saya saat main dengan 3 cewek sekaligus. Pikir-pikir inilah pengalaman pertama saya sekali main dengan banyak wanita pada saat yang bersamaan.

Sekitar 5 menit permainan berlangsung saya merasakan adanya cairan yang terpercik ke daerah pusar saya. Ternyata Adel sudah orgasme pertama. Saya pun langsung membalikkan posisi kami sehingga sekarang saya yang berada di atas Adel, sehingga untuk sementara Friska harus menghentikan hisapannya pada barang saya.

Langsung saja saya arahkan barang saya ke lubang kemaluan Adel. Tampak Adel kesakitan, tanpa peduli banyak saya langsung menghujamkan kejantanan saya dengan kecepatan tinggi sehingga Adel sesekali berteriak. Saat itu Friska hanya bisa mencium pantat saya dari arah samping, sementara Vita hanya melihat-lihat.

“Eh, gue udah mau keluar nih Nggie..” kata saya pada Adel. Angie pun lalu memindahkan tangannya yang semula memeluk punggung saya ke arah bahu saya.

“Keluarin di dalam atau di luar nih say..?” tanya saya.

“Di dalem aja gihh..” jawabnya sambil menutup mata. Akhirnya, “croott.. crott.. crott..” saya mengeluarkan sperma saya lumayan banyak mengakhiri permainan saya berdua dengan Adel.

Setelah beristirahat sekitar 5 menit, saya lalu menyuruh Friska tengkurap menghadap ke tempat tidur. Sambil meremas payudaranya yang berukuran 36B, saya lalu memeluk badannya dari arah belakangnya. Tanpa membuang waktu lalu saya mengarahkan kemaluan saya ke arah kemaluannya.

Terus terang pertama-tama agak sulit karena pantat Friska lumayan padat. Tapi akhirnya kejantanan yang panjangnya 18 cm dapat masuk ke lubang kemaluannya. Saya pun mengocok kemaluan saya yang sudah seluruhnya masuk ke dalam liang senggama Friska.

Tampak sesekali Friska kesakitan, ia pun lalu melingkarkan kedua tangannya ke leher belakang saya, sehingga kami merasa sangat nyaman dengan posisi kami saat itu. “Kalo bisa keluarnya bersamaan Son..!” kataku pada Friska,

Kamipun mengatur irama sehingga saat Friska bilang sebentar lagi ia akan keluar, saya lalu meningkatkan akselerasi saya sehingga kami berdua bisa keluar pada saat yang bersamaan. Kami pun akhirnya keluar pada saat yang bersamaan.

Di hati kecil saya, saya berkata, “Akhirnya nih Miss Universe-nya SMA Negeri*** (edited) Bandung, udah gue pake.” Kami pun saling tersenyum saat kembali ke posisi sebelumnya.

“Payah nih kirain elo alim, taunya malah gituin gue..” kata Friska ke gue saat itu. Saya hanya tertawa ringan.

Terakhir Vita yang masih tidak percaya dengan pengalaman pertamanya ini. Terus terang saya tidak tega gituin Vita yang masih imut dan -ramalan saya- pada saatnya nanti Vita akan lebih cantik dari Friska, kakaknya.

“Son, adik elo boleh gue gituin nggak?” tanya saya ke Friska sekalipun terus terang saya juga agak kecapaian. “Jangan dong.. mau loe adik loe digituin? tapi terserah dia ajalah..” jawab Friska, dan tanpa diduga, Vita lalu mengarahkan mulutnya ke barangku.

Pikir-pikir emang mending begitu aja deh, tidak tega saya sama nih anak SMA. “Vit, isep sampe keluar dahh!” kata saya. Vita pun langsung menghisap kejantanan saya sambil sesekali menjilat-jilat biji pelirku. Tampak benar kalau dia masih pemula dengan sesekali giginya tanpa sengaja menggigit barangku.

“Jangan digigit Vit, ntar lepas anu gue. Sampe lepas, ntar Adel ama Mpok (Kakak perempuan) loe ngambek berat..” kata saya. Friska dan Adel hanya tertawa sambil membaca majalah Femina milik ibu saya. Akhirnya sperma saya keluar dan masuk ke dalam mulut Vita seluruhnya.

Vita lalu menjilat-jilat barang saya sampai kering. “Mmmhh.. anak SMA*** (edited) jaman sekarang, masih kelas 2 udah isep anunya cowok..” goda saya pada Vita. “Biarin..” jawab Vita agak kesal.

Setelah itu saya merasa sangat kecapaian. Akhirnya kami tidur berempat di tempat tidur orang tuaku. Saya di bawah, Adel di atas, sedangkan Friska memeluk saya dari arah kanan, dan Vita dari arah kiri. (Mmhh.. seandainya posisi tidurku bisa begini tiap hari..)

Sekitar jam 9 malam kami terbangun, dan langsung mandi. Saya sempat panik kalau-kalau adik saya curiga akan apa yang sudah kami lakukan. Tentunya adik saya sudah balik dari tempat lesnya. Setelah mandi dan berpakaian rapi lagi, kami keluar dan untungnya adik saya sedang berada di kamar tidurnya di atas dan sudah tidur terlelap.

Mereka pun saya antar pulang ke rumahnya masing-masing dengan aturan mendekati rumah mereka, mereka harus mengocok barangku sampai keluar dan menjilatinya. Pada saat mengantarkan Adel yang rumahnya di daerah Kemang nampak oke-oke aja, namun pada saat mengantarkan Friska dan Vita, terus terang saya agak ‘menderita’, soalnya saya harus dikocok dua kali sesuai perjanjian kami.

Pertama-tama Vita yang mengocok. Setelah keluar, tanpa menunggu waktu Friska langsung melanjutkan mengocok kemaluan saya sampai keluar lalu menjilatinya. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan bagi saya.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil