Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Tante. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Tante. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Cerita Sex Tante Via Posisi 69

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Tante Via Posisi 69.  Peristiwa ini terjadi saat aku masih duduk di kelas 3 SMP dimana seharusnya pada umur segitu belum mengenal namanya seks , tidak tau kenapa aku begitu memahami dan ingin merasakan hal yang enak katanya orang bilang begitu, karena dirumahku sering di datangi oleh teman mamaku, sungguh teman mamaku yang maen kerumah seksi seksi terutama namanya Tante Via, tubuhnya langsing, wajahnya muda membikin gerrr.

Cerita Dewasa Tante Via Posisi 69

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Tante Via Posisi 69
Tante Via ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Via ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Via inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).

Biasanya Tante Via kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Via ini entah sengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.

Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Via ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih).

Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Via malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.

Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak Aku pasti Tante Via pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung.

Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Via mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Via di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman.

Lalu Tante Via menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Via, sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Vian ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut.

"Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup, Tante takut nih", kata Tante Via sambil mulai berjongkok.

Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga.

"Serr.. rr.. serr.. psstt", kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Via kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Via boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Via.

"Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet" kata Tante Via.

"Ah enggak apa-apa Tante", jawabku.

"Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?", tanya Tante Via.

"Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?" tanyaku.

Tante Via cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.

"Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu", kata Tante Via.

Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Via membiarkanku memegang-megang vaginanya.

"Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita ngapain lagi".
"Iyah Tante", jawabku.

Lalu Tante Via menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.

Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak.

"Lex, kamu enggak ikut?" tanya mamiku.

"Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku.

"Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi" kata Mami.

"Via, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin" kata Mami pada Tante Via.

"Iya deh Kak aku jagain si Alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok" kata Tante Via.

Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Via berdua saja di villa, Tante Via baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.

"Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?" tanya Tante Via sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.

"Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nih yang di rasa" kataku.

Tante Via begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.

"Kepala yang mana Lex atas apa yang bawah?" kelakar Tante Via padaku.

Aku pun bingung, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?" jawabku polos.

"Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman" kata Tante Via sambil memegang si kecilku.

"Ah Tante bisa saja" kataku.

"Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah" aku hanya diam saja.

Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Via, pada waktu dia ingin membuka celanaku, kubilang, "Tante enggak usah deh Tante biar Alex saja yang ngelap, kan malu sama Tante"

"Enggak apa-apa, tanggung kok" kata Tante Via sambil menurunkan celanaku dan CDku.

Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.

"Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah"

"Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya" kataku polos.

"Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Via.

Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.

"Achh.. cchh.." aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina Tante Via yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante Via hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.

"Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih" kataku.

"Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok" kata Tante Via.

Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Via karena Tante Via tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya.

"Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener " kataku sambil meremas vagina Tante Via yang kurasakan berdenyut-denyut.

Tante Viapun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.

"Croott.. ser.. err.. srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Via, Tante Via pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante Via berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante Via lembab dan agak basah.

"Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?" kata Tante Via.

"Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante.."

"Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?"

"Enggak Tante"

Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Via.

"Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih". Aku jadi salah tingkah

"Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti" katanya padaku.

"Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi" pintaku pada Tante Via.

Tante Via pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Via basah entah kenapa.

"Tante kencing yah?" tanyaku.

"Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tante basah".

Dilepaskannya pula celana dalam Tante Via dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lalu Tante Via duduk di sampingku

"Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap" katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante Via dengan tangan yang agak gemetar, Tante Via hanya ketawa kecil.

"Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih" kata Tante Via.

Dia mulai memegang penisku lagi, "Lex Tante mau itu nih".

"Mau apa Tante?"

"Itu tuh", aku bingung atas permintaan Tante Via.

"Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?"

"Tapi Alex enggak bisa Tante caranya"

"Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah" kata Tante Via padaku.

Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Via yang di tumbuhi bulu halus.

"Lex jilatin donk punya Tante yah" katanya.

"Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi"

"Coba saja Lex"

Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Via di atas dan tanpa pikir panjang Tante Via pun mulai mengulum penisku.

"Achh.. hgghhghh.. Tante"

Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Via tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante Via seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Via sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante Via dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.

Tante Via pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante Via menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.

"Kamu tahu enggak mandi kucing Lex" kata Tante Via.

Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Via pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.

Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Via pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku merasakan anusku basah.

Kulihat payudara Tante Via mengeras, Tante Via menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara Tante Via. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante Via, langsung Tante Via kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Via seperti menjilati es krim.

"Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yang itu isep jilatin Lex" kata Tante Via sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.

Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar dari vagina Tante Via tanpa sengaja tertelan olehku.

"Lex masukin donk Tante enggak tahan nih"

"Tante gimana caranya?"

Tante Via pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Via naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante Via pun mengejang hebat.

"Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Via.

Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Via. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Via mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya.

Kurasakan Tante Via sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Via tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.

"Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya" pinta Tante Via padaku.

Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Viapun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.

"Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.." kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.

"Tante Alex kayanya mau kencing niih"

Tante Via pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Via pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.

Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Via menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Via yang hebat.

Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Via, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Via di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Via.

Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Via, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.

"Lex kamu sudah baikan?" tanya Mamiku.

"Sudah mam, aku sudah seger n fit nih" kataku.

"Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat" tanya Mami sama Tante Via.

"Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas" kata Tante Via.

Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante Via yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Via.

Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Via bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Via. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali.

Kini Tante Via sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Via ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante Via.

Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Via bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Via yang nasibnya sama seperti Tante Via, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Rabu, 20 April 2016

Cerita Sex Hasrat Tante Tanti

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Hasrat Tante Tanti. Cerita berikut ini aku jabarkan sesuai dengan pengalamanku dan kisah nyataku yang terjadi pada tahun yang lalu, dulunya aku masih tinggal bersama kedua orangtuaku di sebuh perumahan yang dimiliki oleh pemerintah, salah satu tetangga yang akrab dengan keluargaku adalah Tante Tanti dan suaminya om yan mereka sudah mempunyai 2 orang anak yang masih kecil kecil.

Cerita Dewasa Hasrat Tante Tanti

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Hasrat Tante Tanti
Pada saat saya kelas 3 SMA, Om Yan secara kebetulan ditugaskan oleh kantornya untuk belajar ke Jepang (terakhir saya baru tahu kalau Om Yan bertugas selama 1 tahun lebih). Dan tinggallah Tante Tanti dan 2 orang anaknya beserta 1 orang pembantunya.

Keadaan tersebut membuat saya berhasrat untuk selalu bertandang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan kedua anaknya. Alasan tersebut cukup kuat karena orang tua saya dan Tante Tanti tidak pernah curiga sama sekali. Seringkali saya juga memergoki Tante Tanti sedang berganti pakaian di kamar dengan tidak menutup pintunya, atau mandi dengan tidak menutup pintunya.

Sampai pada suatu ketika, saat saya sedang bertandang ke rumahnya dan hanya Tante Tanti yang ada di rumah. Kedua anaknya dan pembantunya di-hijrah-kan ke daerah KD, sebelah timur kota BT karena Tante Tanti sering berpergian. Dan kebetulan juga orang tua saya saat itu sedang ditugaskan ke luar daerah. Dengan ikutnya ibu dan kakak saya, yang berarti saya juga hanya tinggal sendiri di rumah.

Sekedar gambaran, Tante Tanti itu mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Tanti memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Tanti menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.

Hingga pada suatu sore, saat saya mendengar ada suara langkah kaki di luar, kemudian saya intip dari jendela dan ternyata Tante Tanti baru pulang. Tidak lama kemudian saya ingin ke kamar mandi (kamar mandinya terletak di luar masing-masing rumah dan ada beberapa tempat yang berjejer).

Di saat saya keluar dari kamar mandi, saya berpapasan dengannya. Dia memakai kimono tipis warna biru muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat seksi sekali. Sedangkan saya hanya memakai celana pendek tanpa kaos (memang kalau di rumah, saya jarang memakai kaos/baju).

"Malem Tante", saya sapa dia agar terlihat agak sopan.

"Malem Mas Dio.. kok belum tidur..?" balasnya.

Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya.

"Mas Dio.." katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.

"Ya Tante..?" Jawab saya.

"Eee.. nggak jadi deh.." Jawabnya ragu-ragu.

"Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya.

"Eee.. nggak kok. Tante cuma mau nanya.." jawabnya dengan ragu-ragu lagi.

"Mas Dio di rumah lagi ngapain sekarang..?" tanya dia.

"Lagi nonton. Emangnya kenapa Tante..?" saya tanya dia lagi.

"Lagi nonton apa sih..?" tanya dia agak menyelidik.

"Lagi nonton BF Tante", kata saya yang tidak tahu dari mana tiba-tiba saya mendapat keberanian untuk bilang begitu.

"BF..? tanya dia agak kaget.

"Maksudnya Blue Film..?"

"Iya.. emangnya ada apa sih Tante? Kalo tidak ada apa-apa saya mau nerusin nonton lagi nih.." kata saya dengan agak memaksa.

"Eee.. mau bantuin Tante nggak..? Soalnya Tante agak takut sendirian di rumah. Kalau kamu mau sambil nonton juga boleh kok. Bawa aja filmnya ke rumah, Tante juga punya beberapa film seperti itu. Nanti Tante temenin nontonnya deh", kata dia agak merajuk.

"Iya deh Tante, saya pilihin dulu yang bagus", kataku tanpa ba bi Bu langsung setuju dengan ajakannya.

Pucuk di cinta ulam tiba, sesuatu yang sangat aku impikan sejak lama untuk bisa berdua dengan Tante Tanti. Hari ini aku akan berdua dengannya sambil menonton Film Biru dengan harapan bisa melihat keindahan ragawi seorang wanita yang aku puja-puja dari dulu dan bahkan (mungkin) merasakan kenikmatannya juga.

Singkat kata saya langsung memilah-milah video yang bagus-bagus (Maklum, waktu itu masih jamannya Betamax, belum VCD). Kemudian saya masuk rumah Tante Tanti lewat pintu dapurnya. Saya setel lebih dulu video yang tadi saya tonton dan belum habis.

Beberapa menit kemudian Tante Tanti masuk lewat pintu dapur juga dengan wangi tubuh yang segar, apalagi rambutnya juga kelihatan basah seperti habis keramas. Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut kimono tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra.

Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantananku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film BF yang sedang berlangsung.

"Cakep-cakep juga yang main.." akhirnya dia memberi komentarnya.

"Dari kapan Mas Dio mulai nonton film beginian..? tanyanya.

"Udah dari dulu Tante.." kataku.

"Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Mas Dio udah tahu rasanya belum..? tanya dia lagi.

"Ya belum Tante. Tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih", kataku.

"Ah Mas Dio ini kok jadi nakal yah sekarang", katanya sambil mencubit lenganku.

"Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya", tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.

Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Tanti menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung kaget dan bingung karena belum pernah sama sekali melakukan perbuatan itu. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya.

Sebentar kemudian tangan Tante Tanti sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut (karena lagi-lagi aku tidak memakai kaos saat itu). Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku nervous karena itu adalah kali pertama aku diperlakukan oleh seorang wanita, apalagi wanita tersebut tidak lain adalah Tante Tanti. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.

Kemudian Tante Tanti mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri. Tangan kanan Tante Tanti juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kejantananku.

Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk membuka kimono yang dia pakai. Aku remas payudaranya, dan aku pilin-pilin ujung dari payudara yang berwarna kecoklatan dan sangat sensitif itu, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. "Ssshh.. ya situ sayang.." katanya setengah berbisik. "Ssshh.. oohh.."

Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku.

Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Tanti, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat.

Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya.

Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua dan kemudian aku tambah satu jari lagi sehingga menjadi tiga ke dalam liang kemaluannya. "Aaahh.. sshh.. oohh.. terus sayang.. terus.." bisik Tante Tanti.

Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. "Ya.. terus sayang.. terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh.." kata Tante Tanti.

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme).

Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Tanti yang terlihat sangat lemas di sofa.

"Saya kapan Tante, kan saya belum..?" Rujukku.

"Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja", kata Tante Tanti.

Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya.

Sehingga rupanya Tante Tanti juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi.

Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.

Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Tanti. "Ssshh.." rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante Tanti mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan.

"Aaahh.." baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Tanti mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Tanti tetap memaksakannya masuk.

"Aaagghh.." rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Tanti.

Lalu Tante Tanti mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Tanti terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya.

Dan tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Tanti, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali. Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan dan.. "Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii.." jeritnya dengan keras, dan makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Tanti, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Tanti terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap tertancap dengan mantap.

Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku.

Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang keluar dan terasa hambar dari ujung payudaranya, yang ternyata susu. "Ssshh.. shh.." desahan Tante Tanti sudah mulai terdengar lagi.

Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Awalnya dia menolak dengan alasan belum pernah bersetubuh dengan gaya itu, setelah aku beritahu alasanku, akhirnya dia mau juga dengan berpesan agar aku tidak memasukkan air maniku ke dalam liang kewanitaannya.

Aku mencoba untuk menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Tanti agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul.

Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kejantananku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Tanti, lalu aku mulai menggerakkan kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi. "Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus sayaang.. terus.. aarrgghh.. oohh.." Tante Tanti terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Tanti merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat.

Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas.

Dan aku merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Tanti dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Tanti.

Mata Tante Tanti terlihat agak terbelalak ketika merasakan ada cairan yang memenuhi bagian dalam dari kewanitaannya. Sesaat kemudian aku ambruk di atas tubuhnya, tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Tanti.

Dengan agak malas Tante Tanti membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.

"Kok dikeluarin di dalem sih Mas Dio..? tanyanya dengan suara yang agak bergetar.

"Tadi kan saya sudah bilang ke Tante, kalau punya saya berdenyut-denyut, tapi Tante nggak ngejawab sama sekali.." kataku membela diri.

"Ya kan terasa kalau sudah mau keluar.." katanya.

"Saya mana tahu rasanya kalau mau keluar.. ini kan yang pertama buat saya. Jadi saya belum tahu rasanya.." jawabku.

"Terus entar kalau jadi gimana?" katanya lagi.

"Nggaakk tahu Tante.." jawabku dengan suara yang agak terbata-bata karena takut dengan resiko tersebut.

"Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya..?" katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.

"I.. iiya Tante.." jawabku sambil menunduk.

Lalu Tante Tanti berdiri menghampiri video dan TV yang masih menyala, dan mematikannya. Kemudian tangannya dijulurkan, mengajakku pindah ke kamar untuk tidur. Akhirnya kami tertidur pulas sampai pagi sambil saling berdekapan dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.

Itulah awal dari perbuatan-perbuatan saya bersama Tante Tanti. Selama hampir 2 tahun Tante Tanti memberi saya banyak pelajaran dan kenikmatan yang sangat luar biasa. Terkadang jika Tante Tanti sedang sangat menginginkannya, aku selalu siap melayaninya, kecuali jika keadaanku sedang tidak fit atau sedang ada keperluan keluarga atau sekolah.

Dan jika aku yang sedang menginginkannya, Tante Tanti sangat tidak keberatan melayaniku, bahkan dia terlihat sangat senang. Tidak jarang aku diajak pergi untuk melakukan fitness atau olah raga atau hanya sekedar jalan-jalan atau ngerumpi bersama teman-temannya.

Akhirnya aku baru tahu kalau Tante Tanti sebenarnya sangat haus akan seks, dia adalah wanita yang bertipe agak mendewakan seks. Dan dia akan melakukan apa saja demi seks. Tapi sebenarnya pula dia tidak begitu kuat dalam bersetubuh, sehingga dia bisa berkali-kali mengeluarkan cairannya dan berkali-kali pula tubuhnya terkulai lemas.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Jumat, 15 April 2016

Cerita Sex Bulik Anita Mengerang Keenakan

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Bulik Anita Mengerang Keenakan. Umurku yang mau menginjak ke 30 tahun dan sudah berkeluarga dengan dikarunia anak 2 hidupku normal normal saja tapi kalau urusan seks aku berbeda dengan lainnya yang kebanyakan pada umumnya tertarik pada wanita yang muda atau umurnya dibawah aku, berbeda dengan aku malah kebalikannya aku sering menyukai wanita yang lebih tua dari aku.

Cerita Dewwasa Bulik Anita Mengerang Keenakan

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Bulik Anita Mengerang Keenakan
Karena itu walau usiaku kini sudah termasuk setengah baya, namun jika melihat wanita yang berambut tebal dan panjang (kendati pemiliknya sudah setengah baya).. langsung saja gairah seksku meningkat. Yach..bisa jadi kondisiku ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa puberku dalam berhubungan badan dengan lawan jenis.

Ketika itu usiaku baru 15 tahun dan kata orang betawi merupakan masa yang sedang ngebet-ngebetnya pengin ngesek (ngerasain seks). Cuma karena belum cukup umur, biasanya keinginan tersebut hanya disalurkan secara swalayan sambil membayangkan si “Nani” dengan berdesah.. Ooo.. na.. ni, o.. na.. ni (eh mungkin saja karena itu jadi banyak orang mengatakan kegiatan swalayan dengan istilah “onani”.).

Pengalamanku diusia tersebut sedikit beruntung.. karena tidak harus berlama-lama swalayan. Dirumahku ada Bule’ Anita yang saat itu sudah berusia 36 tahun tapi bodynya masih OK, rambutnya tebal, ikal, hitam dan panjang sepunggung.

Dia sejatinya teman ibuku namun pada kesempatan-kesempatan tertentu dia bertindak sebagai “guru” sekaligus menjadi muara birahiku yang sedang menggebu-gebu. Bule’ Anita sangat pandai menjaga citra diri dan berakting manis didalam keluarga kami.

Sehingga meskipun kami sudah ML berkali-kali ? kedua orang tuaku tidak curiga sama sekali. Kami sama-sama menikmati, dia puas karena dapat “burung muda” sementara akupun puas sebab tidak harus konak sendirian, lumayanlah ngirit sabun, hee..hee.. (O.. ya, pengalaman tentang pendaratan pertama “apollo”ku di “bulan”nya Bule’ Anita sudah kuceritakan di situs ini pada “gara-gara harnet”)

Suatu hari, tepatnya malam minggu tapi tanggal, bulan dan tahunnya lupa, Aku benar-benar bingung dan resah. Waktu itu aku baru pulang nonton film “Intan perawan kubu” dengan pemeran utama artis YO.(tahu khan??) Nah disalah satu adegannya ia tampil polos, hanya rambutnya yang ikal, panjang dibelah dua dan dipindahkan kedepan sehingga menutupi payudaranya.! Woouu.. aku jadi konak berat menyaksikan adegan tersebut dan yang bikin tambah resah ketika aku pulang kerumah.

Inginnya langsung kusalurkan ke Bule’ Anita, namun lagi-lagi sial karena orangtuaku tidak jadi pergi malam itu, ketika aku pulang mereka sedang ngobrol diruang keluarga sambil nonton TV. Pokoknya..benar-benar suntuk aku malam itu, dan terpaksalah aku “onana”..(karena yang dikhayalin bule’ Anita) Paginya, aku dapat akal dan setelah sarapan pagi aku langsung bilang sama Ibuku..

“Ma.. besok ada pelajaran sejarah, tapi kata Pak guru kami disuruh cari referensi buku lain, jadi aku pagi ini mau ke toko buku ya.”! “Lho emangnya kamu berani sendiri, khan Pak rus (sopir) libur hari ini” tanya ibuku.. ”

Berani sih, tapi kalau Bule’ Anita mau nemani juga boleh, kami naik taksi aja ” jawabku sambil melirik bule’ Anita yang duduk disebelah ibuku.

” Enak.. aja kamu, tanya dulu tuh sama bule’..!! Piye.. Mbak, iso ora..! jawab ibuku sambil bertanya ke bule’ Anita.

” ya.. udah bule’ anterin..dasar anak manja “!! bule’ Anita menimpali pembicaraan kami sambil tersenyum dikulum penuh arti.

” Tuh..bule’ mau khan Ma”!!, Nah minta uangnya dong ” Ah .. dasar kamu to!!” Selesai sarapan kami langsung bersiap-bersiap. Bule’ Anita memakai rok terusan, rambutnya yang lebat dan panjang hanya dilipat setengah, sehingga tampak ia hanya memiliki rambut sebahu.

Kamipun berpamitan pada kedua orang tuaku dengan tidak lupa minta sanggu yang lebih dengan alasan kami mau makan diluar. Kira -kira lima puluh meter setelah kami meninggalkan rumah, langsung saja kucubit bule’ Anita sambil kukatakan..

“Ma’kasih ya bule’ mau ngantar, sebenarnya aku pusing nih bule’”!! “Bule’ tau koq.. dari tadi malam khan?! kata bule’ Anita sambil senyum sensasional.

“Lho ..kalau bule’ tahu, koq tadi malam tidak kekamarku setelah papa mama tidur??”

“Tenang kita selesaikan ditempat biasa” sambungnya lagi, dan taksipun melaju ke arah kemayoran,.. Setelah turun dari taksi kami langsung check in di suatu tempat yang sudah tidak asing lagi bagi kami. Disinilah kami sering ML jika keadaan dirumah tidak memungkinkan, tempat memang tidak terlalu bagus tetapi cukup nyaman untuk menyalurkan hasrat sesaat, apalagi para petugasnya sudah kenal dengan kami.

Aku yang sudah menahan hasrat sejak tadi malam, makanya begitu masuk kamar langsung kuserbu bule’ Anita, kami berguling-gulung dikasur dengan bibir berpagutan lengket sekali. Mendapat serbuan mendadak, bule’ Anita sempat terperangah, sambil terenggah-enggah bule’ Anita juga mengimbangi aktivitasku dengan sesekali bergumam..” huuh dasar anak muda!! tapi .. oenaak koq”.

Bibir kami terus saling melumat sementara tangan kami saling beraksi melepas pakaian masing-masing.. sampai akhirnya kami berdua dalam keadaan polos tanpa ada lagi yang melekat ditubuh. Setelah melepas pakaiannya, tanganku kembali aktif meremas payudara bule’ Anita yang masih terasa kenyal..kumainkan pentilnya yang sudah mulai menjulang hitam semu merah.

Jemari tangan bule’ Anita juga tidak kalah aktifnya, ia sudah mengocok lembut “apollo”ku. Hanya ketika dia berancang-ancang mengulum penisku.. kutahan tubuhnya.. dia sempat heran..

“Sebentar bule’..” tadi malam aku konak berat dengan penampilan YO di film, jadi aku ingin bule’ seperti dia..!! kataku menjelaskan.

“Ok.. lah terserah kamu!! jawab bule’ Anita pasrah.. Dengan tetap berdiri, kubalik tubuh mulusnya, aku rapatkan tubuhku sehingga penisku nempel kepantat bule’ Anita.. Kugesek-gesek pantatnya dengan penis, sementara tangganku mengurai rambut bule’ Anita yang tebal, panjang dan harum..kusisir dengan jemari tanganku.. kemudian ku bagi dua..dan kupindahkan kedepan sehingga menutupi kedua payudara bule’ Anita yang sudah tegang. Masih dari belakang dengan posisi tubuh berhimpitan.. tanganku meremas payudara yang tertutup rambut.. woauu asiknya bukan main.. diapun menikmati. Tubuhnya menggeliat.. sampai dia tidak tahan lagi dan langsung berbalik sambil berjongkok dan memegang penisku..yang sudah semakin mengeras.

Dalam posisi dia jongkok aku berdiri, ia tidak langsung mengulum.. namun ia pindahkan rambutnya yang sudah tergerai berserakan keatas penisku..kini gantian dia yang memainkan penisku dengan rambutnya..

“Auouu.. ah.. ahh.. enak sekali bule’”!! rintihku menahan geli bercampur nikmat yang luar biasa. Mendapat sensasi rambut seperti itu..aku hampir tidak tahan, tapi aku tidak ingin air maniku muncrat dirambutnya.

Kudorong bahu bule’ Anita.. agar Ia menghentikan sejenak pemainan rambutnya. Bule’ Anita yang sudah mulai terangsang, tidak mau berhenti begitu saja.. dari pemainan rambut ia beralih melumat penisku dengan mulutnya.. Sambil dikulum penisku, kedua tanganku mengacak-acak rambut bule’ Anita kesukaanku..

Bayangkan.. aku merasa seperti diawang-awang, terasa darahku mengalir cepat, penisku terasa berdenyut-denyut menikmati kombinasi permainan lidah bule’ Anita dikepala burung dengan sensasi rambut nya yang lebat berserakkan. Rambut bule’ Anita yang sudah acak-acakan terus saja kumainkan..sehingga denyutan penisku terasa semakin cepat..

Mungkin hanya sekitar tiga menit aku menikmati permainan itu karena benar-benar tidak mampu lagi menahan sensasi yang luar biasa,..

“Ahh..auu..ahh.. bule’.. ahh.. aku keluar..”!! Air maniku muncrat deras. Saking banyaknya sampai tidak tertampung dimulut bule’ Anita sehingga sebagian mengenai wajah dan rambutnya. Bule’ Anita tampak belum orgasme, namun dia dengan sabar.. membantuku dalam menikmati saat konsolidasi..

“Terimakasih Bule’..nikmat sekali”!! Kataku puas. “Sama-sama, istirahat dulu lah “! Kata Bule’ Anita sambil memeluk dan mengibas-ngibaskan rambutnya ketubuhku.. Aku merebahkan diri di kasur.., Bule’ Anitapun mengikuti tiduran disampingku. Sekitar lima menit aku tergolek dikasur, Ia masih memelukku, kemudian setelah dia melihat aku sudah siuman dari kenimatan, Ia mulai beraksi lagi dengan rambutnya.

Dia geraikan rambutnya diatas tubuhku, mulai dari dadaku.. terus turun kebawah.., Persis diatas penisku dia gusel-guselkan kepalanya.. tampak benar.. rambut yang lebat dan harum berserakan..menutupupi sekitar penisku.

Lalu dia atur lagi rambutnya untuk membalut payudaranya kemudian dia himpitkan payudara yang sudah dibalut rambutnya ke dadaku dan digerakkan naik turun.. Sensasional sekali .. sehingga tanpa terasa penisku tegak lagi, bahkan ketegangannya jauh lebih tegang dari yang pertama.

Karena ini giliranku untuk memuaskan Bule’ Anita, aku segera mengambil insiatif, kuputar tubuhnya menjadi aku diatas dia dibawah dengan selangkangannya tepat dimukaku sementara kepalanya juga tepat menghadap penisku..dan.. mulailah aktivitas 69. Posisi ini yang paling disukai oleh Bule’ Anita, semakin aktif aku mempermainkan lidahku di liang vaginanya..semakin erotis gerakkan dia mengimbanginya.

Tangganku memeluk erat kedua pahanya sehingga kepalaku semakin terbenam diselakangan. Puas lidahku mengitari lubang, kulanjutkan dengan menyedot dalam-dalam bagian tepinya. Tubuh Bule’ Anita melonjak-lonjak sementara vaginanya sudah semakin basah.

“Ayoo.. To masukin.. Bule’ sudah ngga tahan nih..”!! seru Bule’ Anita sambil membalikan tubuhnya. Ia berjongkok di atasku dan mengarahkan penisku menusuk liang vaginanya.. “slleebb”!!terdengar suara bersamaan dengan Bule’ Anita menurunkan pantatnya.

Dengan posisi itu, lalu dia bergerak meliuk-liuk sehingga payudara berguncang tersamar dengan rambutnya yang tergerai kian kemari mengikuti irama gerakkan. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung kutangkap dan kuremas-kuremas dengan penuh nafsu.

Dengan aktivitas masing-masing, kami benar-benar saling menikmati, pantatku ikut bergerak naik turun seiirama dengan gerakan Bule’ Anita, .. “Akh..oo.. enak..!! erang kami bergantian, disela-sela desahan nafas.

Cukup lama kami bermain dengan posisi ini dan kulihat gerakan tubuh Bule’ Anita sudah tidak beraturan. Segera aku mengangkat badan sehingga aku dapat memeluk Bule’ Anita seperti orang memangku dan setelah beberapa kali kusodok-sodok.. kubalikan tubuhnya.

Kami sempat bergumul namun tampaknya Bule’ Anita sudah hampir orgasme, jadi begitu tubuhnya kutindihi, ia mengapitkan kedua pahanya, terasa lubang vagina Bule’ Anita menyempit dan berdenyut-denyut.

“Aouu.. to.. Bule’ mauu keluar.. nih!!” .. Tubuhku dipeluk erat sekali..mulutnya langsung kututup dengan bibirku sementara tanganku menjambak lembut rambutnya untuk mengantar Bule’ Anita mencapai orgasme.

Kubiarkan penisku menancap di lubangnya..dan setelah beberapa saat ia mengalami orgasme, kubalik lagi tubuh Bule’ Anita. Kini dia terlungkup dengan penisku tetap dalam sarang. Kumainkan maju mundur.. sementara tanganku meremas payudara dari belakang, sedang wajahku kubenamkam dirambutnya yang harum.

Bule’ Anita mengerang nikmat lagi.., Beberapa saat kemudian kusibak rambutnya.. lalu bibirku mengecup tengkuknya yang mulus..Mungkin karena dia belum tuntas orgasmenya sehingga ketika menerima perlakuan tersebut..

Dia menggeliat-mengeliat lagi.. “Ayoo..to.. keluarin.. aku juga mau keluar lagi nih.. sama-sama ya”!! pinta Bule’ Anita sambil terenggah-enggah. Aku tidak menjawab tetapi kecupanku semakin menguat ditengkuknya..tubuh Bule’ Anita kembali mengejang, dan.. akhh..akhh.. lengkuh Bule’ Anita berbarengan dengan semprotan airmaniku untuk kedua kalinya.

Kami tergolek bersama, sambil mengatur nafas masing-masing.. “Ohh.. Bule’ puas sekali To”!! Kamu sudah semakin pandai saja.. “Ya.. siapa dulu, dong gurunya”!! balasku sambil melumat lagi bibirnya.. Setelah cukup istirahat, kami saling merapikan diri..

Aku membantu menyisirkan rambut Bule’ Anita yang kusut karena tadi terus kuacak-acak. Tampak ditengkuk Bule’ Anita bekas kecupanku, untung saja ketika pergi dari rumah tadi, Bule’ Anita tidak sanggulan penuh.. sehingga sepintas masih tertutup oleh rambutnya..

“Terima kasih Bule’.. sekarang saya sudah ngga pusing lagi”!! kataku manja sambil mengecup pipinya.. dan berlalulah kami ke-toko buku.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Sabtu, 02 April 2016

Cerita Sex Tante Hana Istimewa

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Tante Hana Istimewa. Janji dari ayahku adalah setelahnya aku lulus dari SD dan mendapat nilai yang memuaskan, aku dikirim ke luar kota yang mana pendidikannya lebih bagus, dengan rencana aku dititipkan di tempatnya pamanku om Hari, orangnya kaya rumahnya terletak di pinggir kota terdapt 2 lantai dan didalamnya ada kolam renangnya juga.

Cerita Dewasa Tante Hana Istimewa

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Tante Hana Istimewa
Om Hari orangnya sangat sibuk, dia mempunyai istri yang sangat cantik namanya Tante Hana, wajahnya mirip dengan Amara. Dia mempunyai anak yang masih kecil. Tante Hana rajin merawat tubuhnya, walapun dia sudah mempunyai satu anak tubuhnya tetap padat berisi ditunjang dengan payudara yang sangat montok kira kira 34B. Hal itu yang membuatku tertarik akan keindahan serta anugrah dari seorang wanita.

Sesampainya dirumah Om Hari. Aku memasuki pintu rumah yang besar. Disana aku disambut oleh Om Hari dan istrinya. Om Hari menjabat tanganku sedangkan Tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlakuan seperti itu.

Pembantu disana disuruh membawakan tasku dan mengantarkan sampai di kamarku. Aku mendapat kamar yang 3 kali lipat dari kamar tidurku dirumah. Setelah itu aku berkeliling rumah melihat kolam renang serta sempat melihat kamar mandi yang tak terbayang olehku.

Disana terdapat tempat cuci tangan dengan cermin yang besar wc, bathup, dan dua shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputarkan membentuk 1/4 lingkaran (sorry aku nggak tahu namanya). Tempat itu masih dalam satu ruangan tanpa penyekat.

Sore hari, aku duduk ditepi kolam. Om Hari datang menghampiriku dia bilang mau pergi keluar kota. Dia juga mohon maaf tidak bisa menemaniku. Kami pun mengantarkan sampai pagar rumah. Setelah itu aku kembali duduk menikmati suasana kolam renang. Tiba tiba dari belakang muncul sosok yang sangat menawan. Tante dengan baluatan piyama menghampiriku.

“Ren kamu suka nggak ama rumah ini”

“Suka banget Tante, kayaknya aku kerasan banget dengan rumah ini tiap sore bisa renang”

“Kamu suka renang, yuk kita renang bareng, pas waktu ini udara sangat panas”

Wahhh kebetulan aku bisa renang ama Tante yang bahenol. Waktu bertemu pertama kali aku cuma bisa membayangkan bentuk tubuhnya waktu renang dengan balutan swimsuit. Tapi ketika dia berdiri. Dia membuka piyamanya. Kontan aku tersedak ketika dia hanya memakai Bikini yang sangat sexy dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-String.

“Huhuukkk… Aduh Tante aku kira Tante mau telanjang”

“Enak aja kalau kamu, Om bilang kamu suka bercanda”

“Tante nggak malu dilihatin ama satpam Tante, Tante pake bikini seperti ini”

“Ihh ini sudah biasa Tante pake bikini kadang ada orang kampung ngintip Tante”

“Benar Tante… Tapi sayang aku lupa bawa celana renang”

“Ah… Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi’ Imah suruh beli buat kamu, yuk nyebur…” segera Tante menyeburkan dirinya. Dengan malu malu aku membuka bajuku tapi belum buka celana. Aku malu ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia memdekatiku

“Ayo cepet… Malu ya ama Tante nggak apa apa. Kan kamu keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu.”

Waktu dia mendekatiku terlihat jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak ada bikini pake busa. Aku melirik bagian payudaranya. Dia hanya tersenyum.

Setelah itu dia kembali menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang aku takutkan kepala adikku kelihatan kalau lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung aku berenang bersama Tante.

Setelah puas renang aku naik dan segera ke kamar mandi yang besar. Aku masuk disana ketika aku ingin menutupnya, tidak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka aja. Aku segera bergegas tempat dengan penutup kain.

Aku tanggalkan semua yang tertinggal ditubuhku dan aku membilas dengan air dingin. Ketika hendak menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Kontan aku kaget aku berusaha agar tidak ketahuan. Ketika dia membuka sedikit tempatku aku spontan kaget segera aku menghadap ke belakang.

“Ehhh… Maaf ya Ren aku nggak tahu kalau kamu ada didalam. Habis nggak ada suara sih”

Langsung segera wajahku memerah. Aku baru sadar kalau Tante sudah menanggalkan bikini bagian atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap kebelakang tapi kepalaku lagi menoleh kepadanya.

“Maaf… Juga Tante… Ini salahku” jawabku yang seolah tidak sadar apa yang aku lakukan. Yang lebih menarik telapak tangan Tante tidak cukup menutupi semua bagiannya. Disana terdapat puting kecil berwarna cokelat serta sangat kontras dengan besarnya payudara Tante.

“Tante tutup dong tirainya, akukan malu”

Segera ditutup tirai itu. Dengan keras shower aku hidupkan seolah olah aku sedang mandi. Segera aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk tempat shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang membersihkan muka, tampak payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali.

Dengan sengaja aku sedikit membuka tirai supaya aku dapat melihatnya. Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. Kukocok dengan sabun cair milik Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoleskan cairan disekujur tubuhnya.

Aku melihat tubuh Tante mengkilap setelah diberi cairan itu. Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar payudaranya agak lama. Sambil diputar putar kadang agar diremas kecil. Ketika sekitar 2 menit kayaknya dia mendesis membuka sedikit mulutnya sambildia memejamkan mata. Sambil menikmati pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya… Crot crot…

Air maniku tumpah semua ke CD bekas aku renang tadi. Yang aku kagetkan nggak ada handuk, lupa aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah beberapa saat aku tidak melihat Tante di depan cermin, tapi dia sudah berada di depan shower yang satunya.

Aku tercengang waktu dia melorotkan CDnya dengan perlahan lahan dan melemparkan CDnya kekeranjang dan masuk ke shower. Setelah beberapa kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak keluar menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku.

“Ren koq lama banget mandinya. Hayo ngapain didalam”

Kemudian aku mengeluarkan kepalaku saja dibalik tirai. Aku kaget dia ada dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali.

“Rendi malu ya, nggak usah malu akukan masih Tantemu. Nggak papalah?”

“Anu Tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar”

“Aku juga lupa bawa handuk, udahlah kamu keluar dulu aja. Aku mau ambilkan handukmu.”

Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah bebrapa menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka pembantu Tante yang usianya seperti kakakku datang bawa handuk, akupun kaget segera aku menutupi adikku.

Dia melihatku cuma tersenyum manis. Aku tertunduk malu. Setelah dia keluar, belum sempet aku menutup auratku Tanteku masuk masih tetap telanjang hanya aja dia sudah pake cd model g-string.

“Ada apa Tante. Kok masih telanjang” jawabku sok cuek bebek padahal aku sangat malu ketika adikku berdiri lagi.

“Sudah nggak malu ya…, anu Ren aku mau minta tolong”

“Tolong apa Tante koq serius banget… Tapi maaf ya Tante adik Rendi berdiri”

Dia malah tertawa.”Idih itu sih biasa kalau lagi liat wanita telanjang” jawab Tante.

“Begini aku minta Rendi meluluri badan Tante soalnya tukang lulurnya nggak datang”

Bagai disambar petir. Aku belum pernah pegang cewek sejak saat itu. Pucuk dicinta ulam tiba.

“Mau nggak…?

“Mau Tante.”

Segera dia berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung Tante dengan lulur. Aku ratakan disegala tubuhnya. Tiba tiba handukku terlepas. Nongol deh senjataku, langsung aku tutupi dengan tanganku

“Sudah biarin aja, yang ada cuma aku dan kamu apa sih yang kamu malukan.”

Dengan santainya dia menaruh handukku kelantai.

“Tubuh Tante bagus banget. Walaupun sudah punya anak tetap payudara Tante besar lagi kenceng”

Aku berbicara waktu aku tahu payudaranya tergencet waktu dia tengkurap. Dan dia hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya.

“Ren berhenti sebentar”

Akupun berhenti lalu dia mencopot cdnya. Otomatis adikku tambah gagah. Aku tetap tak berani menatap bagian bawahnya. Setelah beberapa waktu dia membalikkan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak melihat pemandangan itu.

“Ren Adikmu lagi tegang tegangnya nih kayaknya sudah hampir keluar nih.”

Lalu dia menyuruh aku mengolesinya dibagian payudaranya. Dia suruh aku supaya agak meremas remasnya. Aku pun ketagian acara itu disana aku melihat puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Kadang kadang aku senggol putingnya atau aku sentil. Dia memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan.

“Ren terus remas… Uhuhh remes yang kuat”

“Tante kok jarang rambutnya dianunya Tante. Nggak kaya Mbak Ana” aku bertanya dan dia hanya tersenyum ketika tanganku beralih di daerah vagina.

Ketika aku menyentuh vagina Tante yang jarang rambutnya. Aku gemetar ketika tanganku menyentuh gundukan itu. Belum aku kasih lulur daerah itu sudah basah dengan sendirinya. Aku disuruhnya terus mengusap usap daerah itu, kadang aku tekan bagian keduanya.

“Ren pijatanmu enak banget… Terus…”

Setelah aku terus gosok dengan lembut tiba tiba Tante menegang. Serrr serrr, aku mencari sumber bunyi yang pelan tapi jelas. Aku tahu kalau itu berasal dibagian sensitif Tante. Lalu dia terkulai lemas.

“Makasih ya atas acara lulurannya. Untung ada kamu. Ternyata kamu ahli juga ya”

“Tentu Tante, kalau ada apa apa bisa andalkan Rendi”

Lalu dia pergi dari kamar mandi itu. Aku memakai handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang. Ternyata dia berjalan jalan dirumah tanpa sehelai benang pun.

Aku pun segera masuk ke kamar tidur yang dipersiapkan, tenyata ada pembantu yang tadi mengambilkan handuk sedang menata pakaianku ke dalam almari.

“Den, Rendi, tadi kaget nggak ngeliat ibu telanjang” sebelum aku jawab.

Dia memberitahukan kalau Tante itu suka telanjang dan memamerkan tubuhnya ke semua orang baik perempuan maupun laki laki tapi tidak berani kalau ada suaminya. Pembantu itu juga memberitahukan kejadian yang aneh dia sering renang telanjang dan yang paling aneh kadang kadang ketika dia menyirami bunga dia telanjang dada di depan rumah tepatnya halaman depan, padahal sering orang lewat depan rumah.

“Sudah ganti sana cd ada didalam lemari itu tapi kayaknya anunya den Rendi masih amatir” dia menggodaku.

Setelah melewati beberapa hari akupun sering mandi sama Tante bahkan hampir tiap hari. Semakin dipandang tubuhnya makin oke aja. Itu semua pengalaman saya hidup dirumah Tante Hana yang aduhai.

Tapi aku kecewa waktu aku meninggalkan rumah itu. Aku disana belum genap satu tahun. Karena harus balik lagi ke rumah karena ayah ibuku bekerja diluar kota dan aku harus tunggu bersama kakakku Ana.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Rabu, 16 Maret 2016

Cerita Sex Menjadi Rahasia Berdua

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Menjadi Rahasia Berdua . Terus terang saja diumurku yang sudah 23 tahun ini tidak mahir yang namanya seks, tapi aku pernah mengalami pengalaman dan aku ingin berbagi, awalnya aku juga kaget saat bertumbuhnya usia menjelang SMU bentuk kontolku agak membesar dibanding dengan teman lainnya yang seumuran denganku.

Cerita Dewasa Menjadi Rahasia Berdua

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Menjadi Rahasia Berdua
Banyak dari temanku menyuruhku untuk membuka celana aku untuk melihat seberapa besar ukuran kontol aku! Udah kaya gigolo aja aku ya!

Saat berusia 20 tahun dan merupakan tahun pertama pada masa perkuliahan, aku berteman dengan seorang pria bernama Sakti. Ini adalah teman pertama aku saat kuliah. Dan kami menjadi semakin akrab setiap harinya. Ia banyak memberikan pengalaman menyenangkan kepada aku.

Beberapa kali ia melakukan kuluman pada kontolku juga dengan mengunakan tangan. Terus terang bagiku ini sunguh nikmat sekali. Belakangan aku tahu kalau ia pernah melakukan hal yang sama pada teman pria lain.

Suatu hari aku pergi kerumahnya seperti biasa. Dan ia tidak ada ditempat. hanya Ibunya yang biasa aku pangil Ibu Mikha yang ada ditempat. Kalau anda tahu aktris Angelina Jolie hampir seperti itulah tampangnya! Seks seks gitu bro! Bentuk tubuh yang padat dan sexy, payudara yang besar dan wajah yang minta ampun cantiknya biking w horney melihatnya.

Ibu Mikha mengatakan bahwa temanku tsb tidak ada dirumah alias belum pulang dari tadi pagi, dan menyuruhku untuk menunggunya di ruang tamu. Ia menawarkan pada aku secangkir kopi dan aku ucapkan terima kasih. Saat itu ia mengunakan blouse putih halus yang membuat bentuk tubuhnya samar2 jelas terlihat!Kamipun ngobrol ala kadarnya dan tak disangka ia mendekatiku.

Bayangkan saat itu aku termasuk pria yang belum mengenal hubungan seks berlawanan jenis dan ia adalah wanita yang telah berusia 40 tahun yang tentunya memiliki pengalaman tertentu mengenai hal ini.

Tiba-tiba ia meraba selangkangan aku dan meremasnya dengan keras. Aku terkejut dan sedikit berdiri, kemudian ia langsung menarik aku untuk duduk kembali. Ia hanya tertawa melihat aku yang terlihat pucat dan tidak bisa berkata apa-apa. aku hanya berpikir ia adalah ibu dari teman akrab aku.

Sambil tersenyum ia kembali memegang bagian selangkangan aku dan aku tetap diam membisu hanya memandangnya dengan seribu pertanyaan tanpa jawaban. Tidak bisa kupungkiri, wajah menawan itu telah membuat kontol aku berdiri.

Dan anda tahu kalau kontol aku memiliki ukuran yang diatas normal. Tanpa sepatah katapun ia terus mengosok kemaluan aku dan entah setan apa yang menghingapi aku saat itu, langsung ku cium bibir tante mikha yang seksi itu.

Aduhh ini pertama kali aku berciuman dengan lawang jenis dan rasanya melambung jauh. Darah dikepala aku seperti mau muncrat keluar. Akutidak begitu mahir dengan apa yang harus lidah aku mainkan ketikan lidah Ibu Mikha merasuk dalam mulut aku.

Beberapa kali kurasakan lidahnya menyapu langit2 mulut aku, gigiku dan mengusap lidah aku.Sementara lidahku hanya diam membisu!Sesekali ia menyedot lidah aku dengan sangat kuat hingga pada saat lepas dari pagutan masih terdapat air liur yang menetes pada lidah aku dan mulutnya Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa dan liar sekali.

Kemudian ia meminta aku untuk membuka celana yang aku pake dan melihat kontol aku. Tapi aku menolak. Namun ia tetap memaksa dengan berkata satu kali ini saja untuk melihatnya. Kemudian ia sedikit menurunkan blouse bagian atasnya dan memperlihatkan bentuk payudara indahnya dan meminta aku untuk membuka celana aku.

Woooooww! Toked atau payudara itu indah sekali dihiasi dengan kalung giok yang bergelantungan diantara payudara tersebut membuat pemandangan menjadi semakin indah menakjubkan!mantabsss dan maknyuss banget

Akupun bergegas membuka celana dan sejenak ia memandang kontol aku dengan senyumnya yang menawan. Tanpa dikomandoi apapun ia telah duduk di bawah sambil meraih kemaluan aku. Dipegang dan diusapnya dengan halus bagian atas kontol aku hingga tanpa terasa ada sedikit cairan yang keluar dari penis aku ini!

Tanpa sungkan segera saja Ibu Mikha melumat kontol aku ini hingga semua tertelan dalam mulutnya. Kulihat matanya yang terpejam menikmati penis aku dan menghisapnya dengan sangat kuat! Ibu Mikha cukup mahir adegan seperti ini.

Terkadang ia sedikit mengigit kontol aku hingga aku tersentak kaget, tetapi ia lanjutkan kembali dengan lumatannya yang super nikmat banget rasanya Akhirnya ia meyuruh aku untuk melepas semua pakaian yg aku kenakan dan ia pun beraksi secara halus dan perlahan melepaskan pakiannya sendiri satu persatu hingga tanpa busana! Wow akhirnya memeknya keliatan!

Setelah pakaianku terlepas, ia menarikku kekamarnya. Kemudian menjatukanku ditempat tidur. Sepengetahuan aku teknik bercinta yang aku kenal adalah aku diatas dan ia dibawah. Tetapi nampaknya ia akan duduk diatas aku.

Ia mengatakan akan menunjukkan aksi yang sangat nikmat. Ia mengatakan bahwa kontolku termasuk besar dan ia membutuhkan daya kontrol terhadap kontol aku! Segera ia meraih kontol aku dan sedikit demi sedikit ia memasukkan dalam memeknya.

Ohh..memeknya sit ante hot itu terasa hangat dan lengket. Akhirnya terbenam semua kontol aku dalam vagina tersebut dan ia pun megoyankan kiri kanan, atas bawah dengan cepat dan keras! Sunguh nikmat banget rasanya goyangannya mantabs banget! Sambil mengosok payudaranya sendiri yang sudah tegang, ia pun menyodorkan payudara indah tersebut untuk aku cicipi.

Tak perlu tunggu waktu lama, segera saja kulumat payudara tersebut hingga membuatnya semakin keras menghentakkan pantatnya ke arah penis aku! oooooh rasanya kontol aku telah menyentuh dinding rahimnya.

Akupun melumat payudara tersebut dengan liarnya. Namun begitu aku merasakan kenikmatan yang luar biasa saat melumat daging tumbuh yang alot tersebut. Tak terasa keringat kami telah membasahi kain sprei tempat tidur hingga akhirnya Ibu Mikha menjerit nikmat sambil melumat mulut aku.

Kurasakan cairan hangat menghinggapi kontol ku. Ibu Mikha sudah mencapai klimaksnya. Akupun demikian, dan saat mencapai puncaknya aku berkata…tante aku sudah tidak tahan lagi…Ia pun segera melanjutkan..keluarkan saja didalam…tidak apa2 kok sakti tante udah pake KB!

Mendapat lampu hijau demikian, segera saja aku lapangkan perasaan untuk menyelesaikan permainan ini dengan mengeluarkan sperma aku didalam memek indahnya!Crot..crot….dan crotttt lagi…. kurasakan sampai 6 kali kontol aku menyemprotkan sperma ke dalam memek tante mikha….dan ia pun tersenyum manis!

Badanku terasa lemas sekali dan pandanganku sedikit berkunang!

Kurasakan sperma aku yang berkubang dalam liang memeknya nya….ohhh rasanya lega dan nikmat sekali melihat sperma aku dikeluarkan sedikit demi sedikit dari memeknya tante mikha!Dan Begitulah cerita Sex dewasa aku ini dan kamipun segera menyelesaikan skandal tersebut dan akan tetap menjadi rahasia kami berdua!

Sunguh nikmat banget rasanya ngentot pertama kali dengan pasangan lawan jenis apalagi bisa ngentot sama ibu teman aku! Kaya film bokep My friend hot mom aja ya cerita sex dewasa aku! Tapi ini sunguh pengalaman yang sunguh luar biasa banget bagi aku dan tak akan pernah aku lupakan kisah ngentot ibu hot teman aku ini!
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Minggu, 13 Maret 2016

Cerita Sex Kontolku Buat Memek Tante Susi

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Kontolku Buat Memek Tante Susi. Perkenalkan namaku Mario usiaku saat itu masih 17 tahun, waktu jaman SMA aku pindah ikut orang tuaku ke Bandung, dan setelah mendapatkan rumah seperti biasa kami harus menyesuaikan kehidupan baru dengan tetangga yang ada di daerah tempatku, tapi ada salah satu tetangga yang menarik perhatianku yaitu tante Susi dia mempunyai wajah yang masih ABG, bodynya, susunya, bokongnya semua tubuhnya terawat.

Cerita Dewasa Kontolku Buat Memek Tante Susi

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Kontolku Buat Memek Tante Susi
Setelah perkenalan itu ibu dan ayahku terbilang dekat dengan om dan tante Susi. Karena kedua orangtuaku bekerja aku, sering sekali aku dikirimkan makanan-makanan dari tante Susi, dan kupikir ini kesempatan.

Suatu hari, didaerahku hujan lebat. Tiba-tiba tante Susi datang dengan keadaan basah kuyup, memberitahukan bahwa rumahnya bocor dan aku disuruhnya melihat dan membetulkan genteng rumahnya.

Aku yang sedang dalam gairah tinggi melihat ini adalah kesempatan besar. Aku masuk ke dalam rumah tante Susi, dan baru saja masuk aku langsung memeluk tante Susi. Tante Susi berontak tapi aku dengan kuat terus memeluknya dari belakang, kudorong tante Susi ke sofa dan kulucuti pakaiannya satu persatu.

” Mario, kamu mau apa jangan macam-macam Mario!”bentak tante Susi, tapi aku yang sudah nafsu terus saja melucuti pakaian tante yang basah. Dengan cepat aku melucuti pakaian tante, dan terpampang jelas tubuhnya yang indah. Kuhisap langsung memeknya yang merah dan minta disuntik dengan segera.

” Mario, mmmmhhhhh, geli Mario. Jangan diteruskan Mario, mmmmmhhhh” keluhnya dan aku masih tetap saja kujilati memek tante Susi. 5 menit aku jilati memek tante Susi, setelah itu kupaksa tante Susi melayani kontolku dengan mulutnya sampai tante Susi muntah-muntah karena sepertinya memang baru sekali ini saja. Dan 5 menit berikutnya aku paksa kembali tante Susi melayani kontolku dengan memeknya.

” Ah, tante memeknya keset banget sih. Kan susah masukinnya !”, Kontolku baru masuk seperempat.”

Mario jangan Mario, mmmmmmhhhhhhhhhhhhh .”" Pokoknya tante harus melayani saya sampai sore “” Jangan Mario, aduhhhh sakit Mario” kontolku sudah tenggelam di kenikmatan yang tiada tara.kupercepat tempo sodokanku, dan tante Susi menggeliat dengan keringatnya yang menetes.” Ayo tante, mmhhhhhh”"Mmmmmmmmmhhhhhhhhh hhhhh, reeeeeeiiii, reeeeeeeeeeeei” dihempaskannya tubuhku, kontolku mengayun saja setelah lepas dari memek tante Susi. Tante Susi bangun dan berdiri dalam keadaan bugil.

“Mario kamu harus tanggung jawab, tante gak terima kalo kamu yang main diatas”Dipegangnya kontolku, dimasukkannya lagi ke dalam memeknya. Tante Susi merem melek menahan kenikmatan kontolku yang lumayan besar.

” Mario kontol kamu ueeenak banget sih, tante genjot yah! “” Iya tante, yang cepet ya tante “Tante Susi terus menggenjot kontolku, dan sekarang aku yang merem melek.” uhhh. Mario sayang tante mau keluar “” keluarin aja tante “” gantian dong sayang, tante capek nih “” tante nunging yah, biar sama-sama enak”.

Tante Susi menurut yang aku bilang.Kucari lubang anus tante Susi, karena aku belum sama sekali merasa mau keluar. Kucoba tusukkan kontolku ke anusnya dengan pelan,” Mario jangan disitu sayang, tante belum pernah sayang”" tenang aja tante dijamin enak deh!”" Mario sakit Mario,

ahhhhhhhhhhhhhhhhhh hh. sakit Mario udah Mario” jerit tante Susi setelah kontolku sudah masuk setengah anus tante Susi.” enakkan tan, kontolku”" heeh enak banget, tapi jangan cepet2 yah Mario “lima menitsudah kusodok lubang anus tante Susi, tiba-tiba terdengar suara mobil jemputan anak tante mirsa sudah kembali dari sekolahnya.

Aku yang belum keluar mempercepat sodokanku sedang tante Susi sudah 2 kali.”sayang udahan dulu yah!,dona udah pulang tuh!”. tante Susi melepaskan kontolku yang masih tegang.”tan, saya belum keluarnih”"masak sih Mario,kuat amat sih,.

Ya udah tunggu tante dikamar nanti tante nyusul.”gak mau ah” kutarik lagi tante mirsa dan sekarang memeknya yang kujadikan sasaran keberanganku.” ahhhhhhhhhhhh. terus sayang.terus. jangan dilepasin dulu ya”, tiba-tiba donna anak tante mirsa membuka pintu.”mama, eh mama lagi ngapain sama om Mario”.

Donna yang ketawa melihatku dengan mamanya dalam keadaan ngentot.”dona kekamar dulu ya, ganti baju dulu ya.mama lagi main dulu sama om Mario”"iya sana dona masuk dulu, ntar om Mario beliin coklat deh”donna yang belum tahu apa-apa langsung lari kekamar dengan senangnya karena aku janji belikan cokelat.

”terusin lagi dong Mario, tanggung nih”kuteruskan lagi permainanku, sekitar sepuluh menit kemudian aku merasakan ada yang mau keluar dari kontolku.

”tante, Mario mau keluar nih. mo bareng gak?”"mmmmmmmmhhhhhhhhhh hhhhhh, terusin aja sayang kontol kamu enak banget sih, “ante juga mau keluar nih. mmmmmmmmmmhhhhhhhhh hhh”"tante Susi mmmmmmmmhhhhhhhhhhh hhh enak banget tante”tak lama kemudian dikontolku terasa ada rasa hangat yang luar biasa.

”tante juga keluar Mario, kontol kamu enak banget ya!”"memek tante juga luar biasa”aku memeluk tante Susi dengan erat sambil tiduran disebelahnya tanpa melepas kontolku didalam memek tante Susi.

”Mario kamu udah merawanin 2lubang tante.kontol kamu tuh yang baru pertama kali ngerasain pantat sama mulu tante.ternyata kamu hebat banget deh”"tante, kapan-kapan boleh minta lagi ya!”"diatur ajalah,yang penting waktunya enak”"makasih ya tante”aku dan tante Susi berciuman sebelum pulang.

Dan keesokan paginya kami melakukan lagi, dan terus melakukan setelah dona dan om Susi berangkat.kadang kalo ortuku mudik atau menengok kakakku yang kuliah dijakarta, tante Susi datang kerumahku walaupun om Susi ada dirumah. dengan alasan mengantar makanan, kami sempat melakukan walau kilat saja, tapi aku puas.

Ini terus kulakukan sampai pada saat tante Susi hamil, dan menurutnya itu adalah benihku. aku sempat melihat anak pertamaku, sebelum aku harus kuliah di jakarta menyusul kakakku disana. tapi kalo aku pulang ke Bandung , aku masih melakukannya dengan tante mirsa.

Mungkin aku jatuh cinta pada memek tante mirsa, dan sepertinya aku mengidap odipus complex. Karena di jakarta pun aku juga sering melakukannuya dengan tante-tante sebaya tante Susi walaupun tak seenak memek tante Susi tak apalah untuk selingan aja kok.tapi tetap saja kontolku buat memek tante Susi. love u tante Susi

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Senin, 15 Februari 2016

Cerita Sex Bercumbu Bareng Tante

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Bercumbu Bareng Tante. Cuaca kelihatannya cerah dengan matahari yang bersinar tapi kok tiba tiba hujan langsung turun, semua orang langsung pada berteduh yang saat itu sedang menikmati senja, keramaian langsung hilang, gerimis meningkat dan hujan deras, didepanku ada seorang awanita yang mengangkat jemuran yang banyak,

Cerita Dewasa Bercumbu Bareng Tante

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik
Cerita Mesum Bercumbu Bareng Tante
Kelihatannya kurang mengantisipasi akibat baru bangun tidur. Masih memakai piyama.

"Ragil, bantuin Tante dong!"

Tanpa bicara aku membantunya. Sprei, kelambu, baju, t-shirt, dan ...ih, pakaian dalam.

"Bawa ke mana, Tante?"

"Sekalian ke dalam aja!"

Tante Imas berjalan di depanku. Menaiki tangga hingga lantai dua. Aku cukup puas menikmati irama pinggulnya yang kukira agak dibuat-buat. Saat menghadap ke arah terang, siluet tubuhnya jelas membayang. Seakan telanjang. Kami masuk ke rumahnya. Tante Imas menggeletakkan jemuran di sudut kamarnya, akupun mengikutinya.

"Makasih ya? Kamu mau minum apa, Ka?" tanyanya yang langsung menghentikan maksudku untuk langsung pulang.

"Apa aja deh, Tante. Asal anget."

Kurebahkan diri di sofanya. Hmm, lumayan nyaman. Tante Imas belum mempunyai anak. Yang kutahu, suaminya, Om yang tak kutahu namanya itu hanya sekali-kali pulang. Dengar-dengar pekerjaanya sebagai pelaut. Ha ha, pelaut. Di mana mendarat, di situ membuang jangkar. Sinis sekali aku.
"Om belum pulang, Tante?" tanyaku basa-basi sambil menerima teh hangat.

"Belum, nggak tentu pulangnya. Biasanya sih, hari Minggu. Tapi hari Minggu kemarin nggak pulang juga."

"Tante nggak kemana-mana?"

"Mau kemana, paling cuma di rumah saja. Kalau ada Ombaru pergi-pergi."

"Eh, kamu nggak ada keperluan lain, kan?"

"Nggak, Tante," jawabku. Mau apa aku di rumah, sendirian, di tengah hujan yang semakin lebat begini.

"Temenin Tante ya. Ngobrol."

Kamipun terlibat dalam obrolan yang biasa saja. Sekedar ingin tahu kehidupan masing masing. Dari ucapannya, kutahu bahwa suaminya bernama Om Iwan. Jarang pulang. Yang cukup membuat darahku berdesir agak cepat adalah daster itu.

Seakan aku bisa melihat dua titik di dadanya, yang timbul tenggelam ketika kami bercengkrama. Tangan Tante Imas cukup atraktif. Entah sengaja atau tidak sering menyentuh tanganku, atau mampir di pahaku. Makin lama duduknya pun semakin dekat. Hingga...
"Ragil, mau nonton film nggak? Tante punya film bagus nih."

Wah untunglah. Rumahku tidak mempunyai vcd player. Tante Imas menyalakan TV lalu memasang film. Dan, astaga ternyata dia benar tidak memakai BH dan celana dalam. Aku bisa melihatnya jelas karena dia cukup lama berdiri menyamping, cahaya TV membuat gaun tidurnya menjadi selaput transparan.

Bentuk payudara beserta putingnya beserta rambut di pangkal paha. Aku lebih ternganga lagi karena film itu XXX. Kembali Tante Imas duduk di sampingku, malahan lebih dekat lagi. Tangannya mengusap-usap lenganku dengan lembut.

"Filmnya bagus ya?" Bisiknya pelan.

Namun terdengar di telingaku bagaikan rayuan. Aku tak mampu menjawab karena bibir bawahku menahan ekstasi yang kuat. Entah apa yang harus kulakukan kini. Mataku tak lepas dari wanita yang merintih di film itu, yang sudah distel suaranya pelan.

Tante Imas menggenggam pergelangan tanganku. Dan, astaga. Dibawanya tanganku ke payudaranya. Didiktenya tangan ini ke daerah yang tak pernah diraRagiln sebelumnya. Begitu pula tangan kiriku. Kini masing-masing telapak tangan itu memegang rata masing-masing pasangannya, payudara.

Pandanganku masih ke arah TV. Aku tak berani menatap wajah Tante Imas. . Tak pernah aku impikan hal ini terjadi. Sementara di TV desahan si gadis yang menghadapi dua batang penis makin membuat hot suasana.

"Ragil, hadap sini dong," ujarnya manja.

Kuhadapkan wajahku. Kulihat tatapan pengharapan di sana. Wajah Tante Imas cukup cantik, dengan kulit putih dan senyuman manis yang menghiasinya. Aku masih memegang payudara itu, hanya memegang dengan daster yang melapisinya.

Ah, tak terasa daster itu. Hanya payudara besar ini fokus pikiranku. Tanganku masih canggung, sementara ada sesuatu yang mulai menggeliat di bawah sana.

Tiba-tiba dia menghentikanku, dengan cara yang sempurna. Tangannya merengkuhku dalam pelukan, sementara bibirnya mencium lembut. Payudaranya menghimpit dadaku. Membuat dadaku berdetak hingga aku merasa bisa mendengarnya.

Ciumannya nikmat. Beda sekali sekali dengan apa yang ada di TV. Seakan ingin mengaliri dengan hangat jiwanya. Kami berciuman lama sekali, tak terasa tanganku ikut mendekapnya makin erat. Kulepaskan dekapanku untuk mulai mengontrol diri kembali. Berakhirlah sesi ciuman itu.

"Kenapa Ragil? Kamu marah ya?" tanyanya pelan.

Tapi sialan, suara-suara di TV itu kembali mengacaukanku. Melumpuhkanku lagi dalam birahi.
"Maafin Tante ya? Tante..." Wajah itu mengeluarkan prana iba untuk dikasihi.

Dia kembali menciumku, cukup hangat. Namun tak sehangat tadi kurasa. Akupun tak mengharap ciuman kasih sayang, karena dariku juga tinggal nafsu. Ciuman-ciuman itu pindah ke leher dan telinga. Ah, tak pernah kubayangkan bahwa daerah ini lebih membuatku bergidik. Akupun menirunya. Kami saling menciumi leher, bahkan Tante Imas sempat mencium keras.

"Aduh, Tante..."

Dia lalu tersenyum dan berdiri. Perlahan dia melepas daster itu, mulai dari tangannya. Satu demi satu tangan daster itu terlepas. Daster melorot, tertahan sebentar di bulatan payudaranya yang besar. Dia menarik ke bawah lagi daster itu. Terlihat payudara, tanpa BH. Putih, bulat, besar, dengan puting susu berwarna merah muda. Mulutku menganga kagum seakan ingin memakannya. Aku menelan ludah.

Diturunkannya lagi. Aku menikmati satu persatu sajian pemandangan itu. Perutnya putih dengan pinggang yang ramping. Pusarnya menjadi penghias di sana. Daster itu tertahan di pinggangnya. Oh, pantatnya menahan.

Aku semakin berdebar, ingin mempercepat proses itu, aku ingin segera melihat kemaluannya. Diturunkan lagi, dan ah... vagina itu muncul juga. Dihiasi rambut berbentuk segitiga yang tak begitu lebat. Bibir vaginanya merah segar, sedikit basah. Untuk pertama kalinya aku melihat wanita bugil. Dengan senyumnya, bangga membuatku tergakum-kagum.

"Sekarang, kamu juga buka ya?" perintahnya manja.

Aku membuka tshirtku. Tante Imas membuka celanaku, Lepas jinsku, tapi Tante Imas tak segera membukanya. Dia jongkok lalu menjilati penisku dari luar celana dalam. Tampak noda basah sperma yang makin ditambah oleh air ludah.

Penis itu makin membesar dalam celana dalam, rasanya tak enak kerena tertahan. Segera kubuka dan ...hup keluarlah batang kemaluan diikuti dua bolanya. Tante Imas mengecupnya, si penis tampak membesar. Semakin tegaknya penis diikuti dengan jilatan-jilatan lidah. Uff, enak sekali.

Kini gantian tangannya yang bekerja. Pertama dirabanya semua bagian penis, lalu mulai mengocoknya. Setelah kira-kira telah utuh bentuknya, tegak dan besar, dimasukkannya ke dalam mulut. Tante Imas memandang ke atas, wajahnya berseri-seri .

"Teruskan Tante."

Lidah Tante Imas menjilat-jilat, kadang menggelitik penisku. Lalu mulai memaju mundurkan mulutnya, seakan sebuah vagina menyetubuhi penis. Ini hebat sekali. Sekitar 15 menit permainan itu berlangsung, hingga...

"Tante, saya mau ke-luar..." kataku terengah-engah.

Tante Imas malah mempercepat kocokan mulutnya. Aku ikut memegang kepalanya. Dan keluarlah ia. Aku merasa ada 5 semprotan kencang. Tante Imas tidak melepasnya, ia menelannya.

Bahkan terus mengocok hingga habis spermanya. Lega rasanya tapi lemas badanku. Tante Imas berdiri, kemudian kami berciuman lagi.

"Sekarang gantian ya..."

Kini aku menghadapi payudara siap saji. Pertama kuraba-raba dengan kedua tanganku. Remasan itu kubuat berirama. Lalu aku mulai berkonsentrasi pada puting susu. Kutarik-tarik hingga payudaranya terbawa dan kulepaskan.

Hmm, bagaimana rasanya ya? Aku mulai menjilatinya. Enak. Jilatanku pada satu payudara sementara tangan yang lain meremas satunya. Ketika kuhisap-hisap putingnya, terasa makin mancung, mengeras, dan tebal puting itu. Kulakukan pula pada payudara satunya. Oh, ternyata jika wanita terangsang, yang ereksi adalah puting susunya. Kira-kira 5 menit aku melakukannya dengan nikmat.

Kemudian jilatanku turun, hingga vaginanya. Kucoba dengan jilatan-jilatan. Kusibakkan lagi rambut kemaluannya agar jilatan lebih sempurna. Ada seperti daging kecil yang menyembul. Yang kutahu, itu adalah klitoris. Kuhisap seperti menghisap puting susu, eh Tante Imas merintih.

"Hmm, Ragil, jangan dihisap. Geli. Tante nggak kuat."

Dan Tente Imas benar-benar lunglai. Tubuhnya rebah ke sofa. Dia terlentang dengan paha mengangkang memperlihatkan vagina terbuka dan payudara yang berputing tegak. Aku lanjutkan lagi kegiatan ini. Makin lama kemaluannya makin basah. Jilatan dan hisapanku makin bersemangat, sementara di sana Tante meremas-remas payudaranya sendiri menahan ektasi.

Tiba-tiba pahanya mendekap kepalaku dan ..serr seperti ada aliran lendir dari vaginanya. Otot liang itu berkontraksi. Inikah orgasme, hebat sekali, dan aku melihatnya dari dekat. Tak kusia-siakan lendir yang mengalir, kuhisap dan kutelan.

Rasanya lebih enak dari sperma. Tubuh Tante Imas yang bergoyang-goyang akhirnya tenang kembali. Jepitan pahanya mulai melemah namun penisku mulai ereksi lagi. Kucium mesra vaginanya seperti aku mencium bibirnya. Tante Iya tersenyum. Bibirnya berkata "Terima kasih," namun tak mengeluarkan suara.

Gambar di film itu merangsang kami. Wanita berpayudara besar terlentang diatas meja kantor. Diatasnya laki-laki dengan penis panjang dan besar menyetubuhi payudaranya. Tangan si wanita menekan payudaranya sendiri agar merapat, dan penis itu melewati celahnya.

Kupikir pasti asyik sekali. Aku menjilati dulu payudara Tante Imas, agar basah dan lengket. Tak lupa dengan hisapan-hisapan di putingnya. Setelah merasa cukup, aku duduk di muka payudara itu. Tante Imas merapatkan celah payudaranya.

Dia tersenyum senang. Aku mulai dengan pelan memasuki celah payudara, seakan itu adalah liang vagina. Uff, sensasinya luar biasa. Aku mulai memaju mundurkan penis dengan irama. Ujung penisku terlihat saat aku maju.

Kalau klimaks, pasti spermanya sampai ke wajah Tante. Tanganku ikut memegang payudara untuk menguatkan hujaman penis. Kadang aku menarik-narik puting susu. Aku mencium bibirnya, mengangkat paha di lehernya, kemudian menyerahkan lagi penisku.

Dihisap dan jilat lagi, seperti tak puas saja. Posisiku duduk tak enak. Aku tak bisa duduk karena akan menekan lehernya, tangankupun tak bisa memaju mundurkan kepalanya. Oh, ada sandaran tangan. Empuk lagi. Apalagi kalau bukan payudara. Sambil aku meremas-remasnya, penis seperti diremas-remas juga.

Tante Imas mengeluarkan kemaluanku sebentar, mengajak posisi 69. Hm, kupikir boleh juga. Maka aku berganti posisi lagi. Tubuhku menghadap Tante Imas, tapi saling berlawanan. Penisku di mulutnya, vaginanya di mulutku.

Sampai beberapa saat kami melakukan itu. Aku tak tahu apakah Tante mendapat orgasme lagi, tapi dia sempat diam mengulum penisku, pahanya menekan rapat kepalaku, tapi tak ada cairan yang keluar.
"Ragil, berhenti dulu deh." serunya.

Padahal aku sedang asyik dengan posisi ini. Tante Imas berdiri menuju ke dapur. Rupanya dia minum air dingin. Tante Imas datang. Membawa dua gelas air es dan menyodorkan dua tablet yang kuduga obat kuat. Kami meminumnya satu-satu. Tante memperhatikanku lalu melihat film itu.

"Kita bercumbu beneran, yuk," ajaknya.

"Di bathtub yuk."

Dia memegang kemaluanku seperti memegang tanganku, untuk mengajak dengan menggandeng penis itu. Kami ke kamar mandinya. Bathtub-nya cukup besar, Kami mulai lagi. Di bawah shower itu berpelukan sambil meraba dan menyabuni.

Nikmat sekali menyabuni payudaranya, senikmat disabuni penisku. Tak ada yang terlewatkan, termasuk vagina dan anus. Ketika air mulai penuh, kami berendam. Airnya tak diberi busa. Nyaman sekali. Lalu kami mulai saling merangsang, meninggikan tensi kembali. Tante Imas mengocok penisku dalam air, sementara aku meraba-raba vaginanya.

Tak berapa lama dia duduk di pinggiran bathtub. Kelihatannya dia ingin vaginanya dijilat. Aku merangkak menjilatinya. Cairannya mulai keluar lagi.

"Pakai tangan juga dong," pintanya lanjut.

Aku menuruti saja. Kukocok dengan telunjuk kananku. Kucoba telunjuk dan jari tengah, semakin asyik. Tangan kiriku mengusap klitorisnya. Tante memejamkan matanya menahan nikmatnya. Sebelum berlanjut lebih jauh, Tante menghentikan. Membalik badannya menjadi menungging dan membuka pantatnya.

Ternyata dari tadi aku belum mengeksplorasi daerah anus. Akupun mencobanya. Kujilat anusnya, reaksi Tante mendukung. Kujilat-jilat lagi, dari anus hingga vagina. Lalu kocoba masukkan dua jariku lagi ke vaginanya dan mengocoknya. Lidahku menjilat-jilat lagi.

Daerah pantat yang menggembung berdaging kenyal seperti payudara. Akupun suka. Tante Imas menunjukkan reaksi seperti akan orgasme lagi. Desahannya mulai keras.

"Ragil, Tante mau keluar lagi nih. Cepat! Pakai penismu. Ayo masukin penismu. Cumbu Tante, Ragil," jeritnya tertahan putus-putus.

Astaga, dirty talk sekali. Membuat aku makin terangsang. Aku siapkan penisku, walau agak bingung karena tak ada pengalaman. Tante Imas mengocok vaginanya sendiri sambil menungguku memasukkan penis. Penis sudah kuarahkan ke vagina.

"Tante, nggak bisa masuk, nih," tanyaku bingung.

"Tekan saja yang kuat. Tapi pelan-pelan."

Aku ikuti sarannya, tetap saja susah. Dasar pemula. Jadinya penisku hanya merangsang mulut vagina saja, mengggosok klitoris, tapi itu malah membuat Tante makin terangsang.

"Ayo masukkan, Tante sudah hampir keluar,"

Dengan tenaga penuh aku coba lagi. Dan, berhasil. Kepala penisku bisa masuk walau sempit sekali. Tante Imas bergoyang untuk meraRagiln gesekan karena klimaksnya semakin dekat. Ketika aku coba masukkan lebih dalam lanjut pantat Tante bergoyang hebat. Otot vaginanya seperti meremas-remas. Penisku yang walau baru kepalanya saja menikmati remasan vagina ini. Dan Tantepun orgasme. Setelah itu dia jatuh dan berbaring dalam bathtub. Aku sudah melepaskan penisku.

"Tante, maafin saya ya," kataku agak menyesal.

Aku belum memasukkan seluruh penisku dalam vaginanya saat dia orgasme.

"Nggak apa-apa. Kepala penisnya sudah nikmat, koq. Ayo kita coba lagi. Sekarang penis kamu mau dikulum, nggak?" Tak usah bertanya. Ganti aku yang duduk di tepi bathtub".

Tante merangkak dan mengulum penisku. Ah, pose seperti ini membuat aku nyaman, seakan aku yang punya kuasa. Di ujung tubuh yang merangkak itu ada pantat.

Wah, empuknya seperti payudara. Akupun menjamah dan meremas-remasnya. Kadang aku membandingkan dengan satu tangan tetap meremas pantat, tangan yang lain meremas payudara. Kenikmatan ganda. Kelihatannya Tante juga menikmati sekali.

Ombak berdebur kecil di bathtub itu. KuraRagiln penisku mulai megeluarkan tanda akan klimaks. Tumben cukup lama sekali aku bertahan. Mungkin karena obat yang diberikan Tante. Kuhentikan gerakan Tante, kuanggukkan kepalaku ke wajahnya yang masih mengulum penisku. Tante berdiri, aku mengikutinya.

Tante membuka vaginanya, aku mengarahkan penisku. Kugosok-gosokkan ke vaginanya. Kutemukan klitosinya. Seperti puting susu, kumasukkan klitoris itu ke dalam lubang penisku. Rangsangannya kuat, sampai-sampai Tante mau jatuh lagi seperti ketika klitorisnya kuhisap kuat-kuat.

Ok, sekarang aku mulai memasukkan penisku. Tante Imas menggenggam penisku, mengarahkan agar bisa masuk. Aku seperti orang bodoh yang harus diajari untuk melakukan gerakan yang kupikir semua laki-laki juga bisa. Ternyata tidak mudah. Dengan susah payah akhirnya kepala penisku masuk.

Seperti tadi, kucoba goyang maju mundur untuk membuatnya siap melanjutkan misinya. Suasana begitu sepi, mungkin sudah malam. Tapi hujan masih menetes satu-satu. Sunyi. Saat itu, tiba-tiba ada ketukan di pintu rumah. Tok...tok...tok... Dan kami diam seperti hendak dipotret saja,

"Imas...Imas, ini aku. bukain pintu dong...", teriak seorang laki-laki.

Kami bagai tersambar geledek, mematung dalam badai. Hujan tadi berlanjut menjadi badai akibat suara itu.

"Mas Iwan...", bisik Tante Imas pelan. Penisku langsung lemas, keluar begitu saja dari vagina yang telah susah payah berusaha dijebolnya.

"Apa yang harus kita lakukan?"

"Aku akan berpura-pura..."

"Kalau aku?"

"Sembunyi saja." "Dimana?" Kata-kata kami meluncur cepat nyaris tak bersuara. Kami berusaha berfikir. Agak sulit, karena sedari tadi hanya menggunakan nafsu.

"Imas, kamu tidur ya? Bukain dong," suara Om Iwan seakan detik-detik bom waktu yang siap meledak. Wajah Tante Imas sedikit cerah.

"Aku ada akal..."

"Gimana?" tanyaku tak sabar.

"Kamu di sini saja dulu. Jangan keluar sebelum kupanggil."

Tante Imas merendam lagi dirinya dalam bathtub, kemudian keluar. Aku menutup pintu kamar mandi, tidak terlalu rapat agar bisa melihat keadaan. Kulihat Tante Imas membawa pakaianku dan menengelamkannya dalam tumpukan jemurannya.

Mengelap lagi sofa dengan dasternya, melemparkan daster itu ke tumpukan jemuran. Kemudian membuka pintu.

Apa yang dilakukannya? Dia sudah gila? Aku bisa mati jika suaminya tahu kami telah berbuat. Belum sih, tapi hanpir menyetubuhi istrinya. Lalu? {Adakah mantra untuk menghilang? Aku takut menghadapi kenyataan Saat ini Di tempat ini Dalam keadaan ini Dengan apa yang telah kulakukan}

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil