Minggu, 14 Februari 2016

Cerita Dewasa Menggarap Temannya Ella

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Menggarap Temannya Ella. Siang hari saat aku menelpon temanku yang bernama Ella, karena suntuk gak ada acara langsung aja aku pegang Hp dan mencari kontaknya Ella aku sms lama balesnya, langsung aku telepon dia.

Cerita Dewasa Menggarap Temannya Ella

 cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Menggarap Temannya Ella

“Hai Ella..”

“Ohh ya gimana man, apa kabrnya”

“ya nasibku baiku la hhehe(dengan ketawa) lha kamu sekarang dimana nih”

“ohh sekarang aku sedang maen ke tempat kostnya temanku , kalau gak ada acara maen kesini aja man” teman temanku pengen kenelan ama kamu katanya”

"Ehmm.. di daerah mana?" tanyaku.

"Daerah Radio Dalam, dateng ya sekarang"

"Ok deh nanti kalau aku dah deket aku telpon ya" kataku

"Ok aku tunggu ya, jangan lupa siapin diri, hehehe..", katanya lagi

"Lho, emang aku mau diapain?", tanyaku penasaran

"Mau diperkosa rame-rame siap nggak?"

"Siapa takut..", jawabku sekenanya

Lalu aku pun meluncur ke arah Radio Dalam dan sekitar 15 menit akupun sampai di tempat yang telah dijanjikan.

"Hallo Ella, aku dah di depan nih..", kataku

"Ok aku keluar ya, sabar.."

Lalu munculah seorang gadis yang sangat seksi tingginya sekitar 175 dengan berat sekitar 55 kg, woww.. buah dadanya lebih besar dari pada punya Ella. Lalu dia menghampiri mobilku dan mengetuknya.

"Iya, ada apa?", jawabku dengan mataku yang tak lepas dari buah dadanya yang montok itu.

"Firman ya..", kata dia.

"Iya", kataku.

"Aku Ranggi temennya Ella yuk masuk yuk..", katanya dengan senyum nakalnya.

"Oh.. yuk", jawabku agak sedikit tergagap.

Wah, bakal ada pesta besar nih pikirku dalam hati. Sesampai dikamarnya aku disambut dengan pelukan dan ciuman oleh Ella dan aku diperkenalkan kepada 3 temennya yang lain yang satu bernama Dita, Ayu dan Kiki. Dan harus kuakui mereka bertiga tidak kalah menggiurkannya dengan si Ranggi.

Tiba-tiba Ella membuka omongan yang bagiku sifatnya hanya basa-basi dan kemudian diteruskan oleh teman-temannya dan lama-kelamaan omongan kami berlanjut ke arah selangkangan.

Dan tiba-tiba dari arah belakang ada yang memelukku saat aku akan menengok, dengan cepatnya Ranggi mencium bibirku dengan liarnya, maka akupun tak kalah bernafsunya aku balas dengan liarnya pula.

Dan ternyata yang memelukku dari belakang adalah Ella dia terus menciumi leherku dan terus turun ke bawah mencoba membuka bajuku sementara aku masih saja berciuman dengan Ranggi.

Ketika bajuku dilepaskan oleh Ella tiba-tiba ada tangan yang membuka celanaku termasuk celana dalamku maka langsung saja adekku yang telah tegang sedari tadi keluar dari sarangnya.

Dan seketika itu juga "Adekku" langsung dilahap dengan liarnya setelah aku lihat ternyata Dita dengan ganasnya sedang mengulum kemaluanku.

Saat aku sedang diserang oleh tiga wanita ini aku sempat mencari kemana Ayu dan Kiki ternyata mereka ada di sofa dekat situ dan keduanya sudah telanjang bulat dan aku lihat Kiki sedang menjilati vagina Ayu dan Ayu pun mendesah-desah dan meliuk-liukan badannya diatas sofa tersebut sementara aku sendiri sedang kewalahan menangani seranga dari tiga wanita ini, maka aku tidak memperhatikannya.


Langsung saja aku buka baju Ranggi yang terdekat dengan aku dan ketika Ranggi sedang membuka seluruh bajunya aku tarik Dita keatas dan kami pun berciuman sementara itu Ella menggantikan posisi Dita mengulum kemaluanku.

Begitu pula dengan Dita aku buka bajunya dan posisinya digantikan oleh Ella sedangkan posisi Ella digantikan oleh Ranggi, wow.. ternyata kuluman Ranggi lebih enak dari pada Ella dan Dita sampai akhirnya aku merebahkan diri di ranjang yang berada disitu.

Ella setelah melepas bajunya langsung saja memgang kemaluanku dan diarahkannya ke liang vaginannya yang ternyata sudah basah sedari tadi setelah pas maka diturunkan pantatnya perlahan-lahan hingga akhirnya..

Bless.., "Aah..", desah Ella.

Sementara Ella sedang asiknya menaik turnkan pantatnya diatasku, maka aku tarik Ranggi keatasku dan aku menjilati vaginanya.

"Ahh.. enak Man terus Man ohh.." desah Ranggi.

"Ahh.. ohh.sst" desah Ella yang bersahut-sahutan dengan Ranggi dan Ayu.

"Ohh.. yess lick my pussy Man ohh yess sst" racau Ranggi ketika klitorisnya aku hisap-hisap.

Sementara itu aku tarik pula si Dita dan aku masukan jari tengahku ke liang vaginanya sehingga membuat Dita meracau dan meliuk-liukan badannya.

"Ohh yes Man enak Man dalem lagi Man ohh.." racau Dita.

Sementara setelah berada dalam posisi seperti selama kurang lebih 15 menit akhirnya Ella menggenjotnya semakin cepat dan mengerang.

"Ahh.. Man aku keluar Man ah.." desah Ella dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata tanpa aku sadari dibawahku sudah ada si Ayu yang dengan cepatnya langsung melumat kemaluanku maka aku pun menggeliat menahan nikmat hisapan Ayu dan Ranggi segera turun dari mulutku dan memasukan kemaluanku ke vaginanya dan langsung digoyangkannya naik turun dan kadang memutar.

Sementara Dita tidak mau kehilangan kesempatan maka dia menyodorkan vaginannya ke mulutku dan akupun menjilati dan mengihisap-hisap vaginanya.

Setelah 5 menit aku jilati vagina nya maka tubuh Dita mengejang dan dia berteriak, "Man ahh.. aku keluar Man.. ah.." sambil menekan vaginanya ke mulutku langsung saja aku menghisap vaginanya kuat-kuat dan aku merasakan mengalir deras cairan dari vaginanya yang langsung aku sedot dan aku telan habis.

Setelah Dita merebahkan diri di sampingku ternyata Kki juga tidakmau ketinggalan dia menaiki aku dan kembali aku disodorkan vagina ke 3 siang ini yang langsung aku lumat habis baru aku memulai menjilati vagina Kiki Ranggi yang masih bergoyang diatasku akhirnya mengerang kuat.

"Man aku keluar Man ah.. sst ahh.." racaunya.

Terasa sekali cairanya mengalir deras mambahasi kemaluanku dan seketika itu pula ubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata Kiki sudah tidak tahan dan langsung menurunkan tubuhnya ke bawah dan memasukan penisku ke vaginanya dan..

"Ahh.. sst ahh.. Man mentok Man.. ah.." desahnya.

Sedangkan Ayu yang sedari tadi hanya melihat sambil masturbasi sendiri aku tarik keatasku dan aku jilat dan hisap vaginannya

"Ohh yess ohh lick it honey oh.." desah Ayu.

Setelah 10 menit Kiki diatasku dan menggoyangkan pinggulnya akhirnya dia pun mengalami klimaks.

Sementara aku sendiri yang sedari tadi belum keluar karena tidak konsentrasi maka setelah Kiki rebah di sampingku maka aku membalikan badan hingga Ayu berada di bawahku dan perlahan-lahan aku masukan penisku ke vaginanya terasa sangat sempit, ketika kepala penisku mulai menyeruak masuk hingga Ayu berteriak.

"Ahh.. pelan-pelan Man sakit"

Maka perlahan-lahan aku masukan lagi setelah setengahnya masuk aku diamkan sebentar agar vagina Ayu terbiasa karena aku melihat Ayu mengerenyitkan dahinya menahan sakit setelah Ayu tenag maka aku sorong pantatku dan akhirnya seluruh penisku berada dalam vagina Ayu

"Ahh Man sakit ah.." desah Ayu.

Dan perlahan-lahan Ayu mulai menggoyangkan pinggulnya maka aku pun menggenjot pantatku keluar masuk. Terasa semppit sekali vagina Ayu dan ketika aku melirik kebawah aku melihat ada teesan darah keluar dari vaginanya yang akhirnya baru aku ketahui bahwa memang Ayu yang termuda diantara semuanya dia baru masuk SMU kelas 1 dan hanya dia yang masih perawan.

"Ahh.. sst.. terus Man enak Man oh.. dalam lagi Man.." racau Ayu.

Maka aku menarik Ayu kepinggiran tempat tidur dengan posisi kakinya berada di bahu aku sementara aku berdiri memang Ayu tidak kelihatan seperti anak baru masuk SMU dengan tingginya sekitar 170 dan buah dadanya berukuran 36 B.

Setelah 10 menit aku menggenjot Ayu akhirnya dia pun mengerang.

"Man aku keluar Man ohh.. Man.."

Namun aku tidak perduli aku terus menggenjot Ayu karena aku sendiri mengejar klimaks ku, setelah itu aku balikan tubuh Ayu sambil terus menggenjotnya hingga akhirnya Ayu berada dalam posisi menungging dan aku terus menggenjotnya dari belakang sambil meremas buah dadanya 36Bnya yang mengayun-ayun.

Ketika aku sedang menggenjot dari arah bawah belakang aku merasakan ada yang menjilati buah pelirku dan ternya Ranggi sudah bangun lagi sehingga setelah 10 menit aku menggenjot Ayu dari belakang dia pun mengalami orgasme kembali.

"Ahh Man aku keluar lagi Man ah.." dan seketika itu tubuhnya benar-benar melemas melihat kondisinya yang seperti itu maka aku tidak tega dan langsung aku tarik Ranggi untuk mengangkang dan aku tusukan penisku ke vaginanya dan Ranggi dengan posisi dibawah mendesah-desah seperti orang yang kepedasan.

"Ahh.. Man terus Man.. esst enak Man terus Man oh.." racaunya.

"Enak Mel, aah.. esst ahh", racauku tidak karuan karena merasakan sedotan-sedotan di vagina Ranggi yang kata orang-orang 'empot ayam'.

Maka dengan semangatnya aku menggenjot Ranggi dan setelah 10 menit Ranggi berkata, "Man aku mau keluar Man.. Man ahh"

"Ntar Ngiiiii gue juga mau keluar barengan ya ahh" kataku.

Akhirnya, "Man gue nggak kuat Man ah..", ser.. ser.. ser.., terasa deras sekali semprotan Ranggi.

"Ahh gue juga Ngiii ah..", crot.. crot.. crott.., akhirnya akupun orgasme bersamaan.

Akhirnya Kamipun ketiduran dengan posisi aku diatas Ranggi. Kira-kira aku tertidur 15 menit tiba-tiba aku merasakan penisku dijilat-jilat dan dihisap-hiasap setelah aku membuka mataku ternyata Dita sedang mengulum penisku.

Maka seketika itu juga aku langsung meracau, "Ah.. ohh.. enak Dit terus Dit"

Tapi Dita tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada dia langsung naik keatas tubuhku dan memasukkan penisku ke liang vagiannya, memang dari 'peperangan' tadi hanya Dita yang belum merasakan penisku maka ketika yang lain lain sedang tidur Dita memanfaatkan momen tersebut sebaik-baiknya.

Terus dia menggoyangkan pinggulnya.

"Ahh.. esst enak Man ah.."

Aku pun merasakan keenakan dengan goyangan Dita karena goyangannya benar-benar seperti penari ular dia memutar-mutarkan pantatnya diatas penisku. Lama dia melakukan itu hingga akhirnya kami keluar bersamaan.

"Ahh Man enak Man ayo Man keluarin barengan ohh.."

Akhirnya, "Dit aku mau keluar ahh ohh crot.. crot.."

Kami pun lemas dan Dita menciumku bibirku mesra "Makasih ya Man, enak lho bener yang Ella bilang" katanya.

"Emang Ella bilang apa?" tanyaku penasaran.

"Kontolku kamu enak, kamu bisa bikin ceweq ketagihan nanti lagi ya" katanya.

Aku hanya tersenyum dan memeluk dia.

Akhirnya aku pun menginap disitu dan kami ber-enampun melakukannya berulang kali. Kadang aku mengeluarkan spermaku di dalam vagina Ranggi, Ayu ataupun yang lainnya secara bergantian. Hingga sekarang pun kami masih sering melakukan kadang satu lawan satu, kadang three some, ataupun langsung berenam lagi.


Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Sabtu, 13 Februari 2016

Cerita Sex Melakukan dengan Ibu Guru

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Melakukan dengan Ibu Guru. Disekolahku ada salah satu guru yang cantik dan supel jika memberikan pelajaran kepada muridnya namanya Ibu Miya beliau berumur 25 tahuhn kulitnya yang bersih dan putih dengan body yang langsing dia sekarang menjanda karena suaminya meninggal dari kecelakaan, siswa yang diajar oleh ibu Miya selalu senang karena saat dia mengajar pakaian atasnya selalau terbuka sehingga terlihat jelas tali BHnya.

Cerita Dewasa Melakukan dengan Ibu Guru

cerita sex Guru, cerita guru terbaru, cerita guru ngentot, kumpulan cerita guru ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata guru ngentot, koleksi cerita guru ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru
cerita mesum melakukan dengan ibu guru
Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna akan ada rapat guru. Aku agak kesal karna pelajaran kedua matematika artinya aku gak bisa ngeliat pemandangan indah hari ini, dan untuk menghilangkan suntuk aku pun pergi main ketempat kawanku. Aku masih tak tahu aku akan dapat rejeki nomplok.

Sekitar jam sembilan lewat aku pergi pulang, dan pada saat lewat sekolah aku melihat Bu Miya sedang menunggu angkot, aku pun mengajaknya

" mari saya antar Bu " ajakku tanpa berharap dia mau

" tapi rumah ibu agak jauh ko " ia mencoba menolak

" gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN " candaku

setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau " iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu pernah jatuh dari motor "

" silahkan Bu " setelah itu kau menjalnkan motorku dengan kecepatan sedang.

Tangan Bu Miya yang berpegangan pada pahaku menyebabkan reaksi pada penisku, apalagi jika mengerem pada lampu merah aku merasa ada sesuatu yang empuk menekan dari belakang.

Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain aku disuruh masuk dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Miya bicara

"ibu ganti baju dulu ya ko "

setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karna kurang rapat sehingga pintu itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang masuk kekepala ku sehingga aku memberanikan diri untuk mengintip ke dalam.

Di dalam sana aku bisa melihat bagaimana Bu Miya sedang membuka satu persatu kancing bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak langsung menanggalkan bajunya, tapi itu sudah cukup membuat napasku membuat nafasku memburu karna kau bisa melihat kalau sepasang dadanya yang besar seperti hendak melompat keluar.

Karna terlalu asyik pintu itupun terbuka lebar. Aku kaget dan hanya bisa mematung karna ketakutan. Bahkan penisku langsung mengkerut.

Melihat aku, Bu Miya tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah itu ia mendekati aku

" kamu sering ngeliat BH ibu kan " tanyanya didekat telingaku

" i..iya Bu " jawabku ketakutan.

" kalau gitu ibu kasih kamu hukuman " lalu ia menarikku dan didudukkan ditepi tempat tidur.

" sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja " katanya dengan suara nafas yang agak memburu.

Aku pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting celana sekolahku menurunkan CDnya dan mengelus-elus penisku dengan lembut, setelah penisku tegak lagi dia berjongkok dan menjilatinya.

"auh.. uh.. uuh .." rintihku menahan kenikmatan semantara Bu Miya sibuk dengan aktivitasnya

"ah .. mmhh.. Bu stop bu" rintihku karna aku merasa seperti mau meledak

Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tanpa bisa kubendung lagi, muncratlah cairan putih itu dan aku langsung terduduk sambil berpegangan pada tepi ranjang.

Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis spermaku sementara aku masih terduduk kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu Miya lalu berdiri dan tersenyum

"gimana..lebih enak dari pada cuman liat khan..?" sambil kedua tangannya menjambak rambutku
"iya Bu enak sekali" jawabku mulai berani sambil ikut berdiri.

Setelah wajah kami berhadapan ia menciumku dengan lembut, lalu membimbingku duduk ditempat tidur. Kami berpelukan dan Miya kembali menciumku, lalu melumat bibirku sementara tangannya menanggalkan seluruh pakaian ku

Dengan tangkas aku mengimbangi gerakan tangan itu sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya aku telanjang bulat sementara Miya masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak ku lepas.

Miya melepaskan ciuman dibibirku lalu mengarahkan kepala ku kebawah yaitu payudaranya, aku segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali aku puntir putingnya sehingga ia melenguh panjang.

Puas meraba aku lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya hebat sekali Miya bergoyang sambil meracau dengan kata-kata yang tak jelas. Setelah itu Miya berdiri sehingga aku berhadapan dengan vaginanya

Wangi yang baru pernah kucium itu membuatku bertambah panas sehingga kujilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu.

Setelah itu Miya merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya dibuka. Sehingga memudahkan aku menjilat dan memasukkan lidahku kedalam vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh Miya semakin mengejang hebat

"sshh.. aahh.. terus ko" pintanya diikuti desah nafasnya.

Sekitar lima menit ku sapu vaginaya aku melepaskan dekapan pada kepalaku dan kembali mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penisku

"masukkan ya ko udah gak tahan" katanya dengan terengah dan membimbing penisku menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi merasakan penis semenjak suaminya meninggal.

Aku merasakan kenikmatan yang kebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya.

"slep..slep..slep" kuputar-putar didalam sambil mengikuti goyangan pantat Miya. sambil kupompa bibir kami terus berperang dan tanganku meraba dan meremas payudaranya dan sekali kali memuntir putingnya.

"uh..ah..mm..ssh..terus ko..mmh" desahnya sambil meremas pantatku.

Penisku terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat berdenyut memijit penisku, tak terasa sudah sepuluh menit kami "bergoyang".

"ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ko mmh .." rintih Miya terpejam.

Akupun semakin memperdalam tusukanku dan mempercepat tempo karna juga merasakan sesuatu yang akan keluar.

"sshh..aarrgghh" jeritnya sambil mencengkram punggungku,

"aahh..aahh" desahku pada saat yang bersamaan sambil mulutku menyedot kedua puting susunya kuat-kuat secara bergantian.

Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa memandikan penisku didalam vaginanya.Kami menikmati puncak orgasme sampai betul-betul habis, baru aku mencabut penisku setelah sangat lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-pelan.

Kemudian dia menindihku dari atas dan bertanya "gimana hukuman dari aku ko ..?"

"enak Bu hukuman terenak didunia makasih ya"

"ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan seterusnya ibu akan tumpahkan kekamu semuanya" sambil mencium ku.

Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas itu tentu saja dengan tehnik dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung berapa kali aku melakukannya sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang kesana pasti kami melakukan lagi dan lagi.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Jumat, 12 Februari 2016

Cerita Sex Nikmati Tubuh Fitri Gratis

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Nikmati Tubuh Fitri Gratis. Seorang Mahasiswi yang berada di Jakarta saat ini berumur 23 tahun namanya Fitri tubuhnya dia terawatt dengan tinggi 167 cm berat badan 56 kg, rambutnya hitam lurus payudaranya bundar montok berkisar 34 B, dengan kulitnya yang putih dia sungguh cantik sekali, tidak heran dosen dan teman cowonya tertarik padanya.

Cerita Dewasa Nikmati Tubuh Fitri Gratis

kumpulan cerita sex perkosaan, cerita perkosaan sadis, cerita perkosaan nikmat, cerita perkosaan bergambar, cerita perkosaan paksa, cerita perkosaan enak, cerita perkosaan mahasiswi, cerita nyata perkosaan, cerita cerita perkosaan
Cerita Mesum Nikmati Tubuh Fitri Gratis
Pada suatu hari  Fitri terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.

“Hai,  Fitri.. mau pulang nih..?”

“Iya..”

“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.

“Boleh..” tanpa rasa curiga  Fitri mengiyakan.

Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk  Fitri dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.

“Dukk..,”  Fitri terbangun ketika kepalanya terantuk meja.

Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam.

Ketika  Fitri mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.

“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal  Fitri bicara dengan Shanty.

“Elo mau apa sih Nov..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.

“Apa maksud elo..?”  Fitri mulai panik.

“Kita mau buat perhitungan sama elo, Nov..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri  Fitri.

“Elo mau apa sih..!” jerit  Fitri.

“Gue mau liat elo menderita malam ini, Nov. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan..” kata Shanty.

Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat  Fitri terikat tidak berdaya seperti itu.

Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si  Fitri sepuas kita.”

Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali  Fitri. Bulu kuduk  Fitri merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun  Fitri tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.

Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga  Fitri, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.

Tidak percaya rasanya  Fitri mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar,  Fitri mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai.

Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang  Fitri hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu  Fitri memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi.

Fitri memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai  Fitri lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup.

Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu.  Fitri gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.

Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan  Fitri untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar,  Fitri meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH  Fitri dengan sendirinya terjatuh ke lantai.

Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara  Fitri yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara  Fitri berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda.

Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina  Fitri.  Fitri memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini  Fitri telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.

Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong  Fitri hingga jatuh terduduk.

“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada  Fitri untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.

Dengan ketakutan  Fitri menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian  Fitri mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai.

Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.

Lama kelamaan  Fitri mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang.

Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam  Fitri kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.

Tubuh  Fitri kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat  Fitri kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu.

Saat  Fitri semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki  Fitri sehingga tubuh  Fitri menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan  Fitri, dan mulai mengelus-elus vagina  Fitri dengan tangannya.

Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina  Fitri, membuat  Fitri merinding karena rasa geli yang timbul.

Kemudian Angga mulai menjilati vagina  Fitri dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina  Fitri membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina  Fitri. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan  Fitri juga ikut menikmati sebagian tubuh  Fitri.

Laki-laki yang memegang tangan kanan  Fitri menjilati dan mengisap puting susu  Fitri yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan  Fitri yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara  Fitri yang satunya.

Sambil meremas payudara  Fitri dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu  Fitri dengan giginya, sehingga  Fitri merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir  Fitri dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut  Fitri.

Setelah puas menjilati vagina  Fitri, Angga kembali berlutut di selangkangan  Fitri dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina  Fitri. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya,  Fitri berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya.

Melihat  Fitri yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina  Fitri yang masih perawan. Walaupun vagina  Fitri sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina  Fitri yang keluar

Namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina  Fitri yang perawan masih sangat sempit.  Fitri hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.

Sementara itu Angga terus memompa vagina  Fitri dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara  Fitri yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina  Fitri.

Fitri hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan  Fitri dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.

Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki  Fitri ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina  Fitri.

Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina  Fitri kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina  Fitri, walaupun vagina  Fitri masih sangat sempit. Kembali vagina  Fitri diperkosa secara brutal oleh Anto, dan  Fitri lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

Namun kali ini  Fitri tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.

Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada  Fitri. Anto mendempetkan kedua buah payudara  Fitri dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara  Fitri, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah  Fitri.

Fitri gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara  Fitri. Kemudian Anto menampar payudara  Fitri yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara  Fitri berwarna kemerahan dan membuat  Fitri merasa kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh  Fitri untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat  Fitri dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus  Fitri yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya,

Fitri mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah  Fitri ke arah penisnya. Kini  Fitri dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut  Fitri.

Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus  Fitri dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus  Fitri. Sesekali Leo menampar pantat  Fitri dengan keras, sehingga  Fitri merasakan pantatnya panas.

Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus  Fitri dengan cara menjilatinya.  Fitri merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian  Fitri kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.

Kini Leo memperkosa anus  Fitri perlahan-lahan, karena lubang anus  Fitri masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus  Fitri.

Saat  Fitri berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut  Fitri, sehingga kini  Fitri hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh  Fitri terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara  Fitri yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan.

Leo menyemburkan spermanya di dalam anus  Fitri, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut  Fitri.  Fitri terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas.  Fitri hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya.

Fitri membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut  Fitri.

Kemudian Reza memaksa  Fitri untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus  Fitri dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus  Fitri, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak.

Fitri dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.

Setelah Leo mencabut penisnya dari anus  Fitri, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik  Fitri mendekat dan menyuruh  Fitri untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya.

Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina  Fitri, dan kemudian memaksa  Fitri untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina  Fitri. Setelah itu,  Fitri dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu  Fitri.

Sesekali Irvan menyuruh  Fitri untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina  Fitri berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina  Fitri yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama,

Karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat  Fitri diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina  Fitri.  Fitri kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa  Fitri. Dia menarik  Fitri dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai.  Fitri disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan.

Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat  Fitri turun, sehingga vagina  Fitri langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina  Fitri,

Masuk semuanya ke dalamvagina  Fitri, membuat  Fitri kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya.  Fitri merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa  Fitri untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina  Fitri dengan leluasa.

Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu  Fitri dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara  Fitri berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara  Fitri yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya.

Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung  Fitri beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun  Fitri tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya.

Merasakan bahwa gerakan  Fitri terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat  Fitri dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya  Fitri menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.

Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk  Fitri dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar,  Fitri tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir  Fitri dengan sangat bernafsu dan meremas payudara  Fitri, Iwan terus menggenjot vagina  Fitri.

Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina  Fitri dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina  Fitri. Kemudian dia menarik tangan kanan  Fitri dan memaksa  Fitriuntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina  Fitri. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina  Fitri dengan kasar, membuat vagina  Fitri semakin terasa licin dan longgar.

Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina  Fitri dan memaksa  Fitri untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa  Fitri untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara  Fitri menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah  Fitri sudah rata oleh sperma milik Eka.

Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa  Fitri di vagina, anus maupun mulut  Fitri. Mereka juga meremas-remas payudara  Fitri dan mencubit serta menggigit puting susu  Fitri keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat  Fitri sudah penuh oleh sperma.

Bahkan kedua buah payudara  Fitri kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung  Fitri juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.

Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya  Fitri tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa  Fitri untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.

“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.

Shanty memberikan pisau cukur kepada  Fitri dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi.  Fitri tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri  Fitri mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya.

Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis.  Fitri tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.

Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis,  Fitri mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina  Fitri terasa panas dan perih saat  Fitri menyentuhnya.

Rupanya dengan bermasturbasi sendiri,  Fitri lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa  Fitri sudah sangat terangsang.

Fitri mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya  Fitri mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh  Fitri kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina  Fitri mengalir keluar dengan derasnya.

Fitri tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.

Belum pernah sebelumnya  Fitri mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya  Fitri merasa terangsang,  Fitri menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.

Setelah mengalami orgasme,  Fitri hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur.

Di sekitar vagina  Fitri terlihat bercak-bercak merah darah perawan  Fitri dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya.

Fitri masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun  Fitri juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya.  Fitri tidak mampu bergerak lagi.

Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa  Fitri lagi. Kali ini  Fitri tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.

Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya.  Fitri seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus  Fitri yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali.

Mereka juga memaksa  Fitri untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan  Fitri diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus  Fitri secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara  Fitri.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman  Fitri terhadap tubuh  Fitri. Kali ini  Fitri tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama.

Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya,  Fitri akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya.  Fitri telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.

Ketika  Fitri terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang.

Kedua tangan  Fitri terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika  Fitri mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali.

Vagina dan kedua puting susu  Fitri juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd:  FITRI.

Fitri membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering.

Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.

Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya.  Fitri berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya.  Fitri sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya.

Namun ketakutan  Fitri menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh  Fitri di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut  Fitri, membuat  Fitri kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu  Fitri kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.

“Wah, inikan si  Fitri, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.

Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”

“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”

“Ayo cepet kita perkosa aja.. Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”

Fitri hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya.. jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya..”

Namun mereka tidak peduli dengan rintihan  Fitri dan tetap melancarkan aksinya.

Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu  Fitri hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh  Fitri dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah  Fitri dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya.

Disemprot air dingin seperti itu,  Fitri terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan  Fitri, mengangkat tubuh  Fitri dan mendekapnya dari depan dan belakang.  Fitri kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki.

Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus  Fitri secara bersamaan.  Fitri diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.

Sementara itu orang yang berada di depan  Fitri menciumi bibir  Fitri dengan paksa, dan orang yang berada di belakang  Fitri meremas-remas kedua payudara  Fitri dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus  Fitri.

Orang yang memperkosa vagina  Fitri menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina  Fitri, sehingga  Fitri dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.

Setelah itu,  Fitri dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian.  Fitri juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ,  Fitri kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya.

Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus  Fitri, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus  Fitri dengan paksa, membuat  Fitri meronta-ronta kesakitan.

Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus  Fitri, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh  Fitri dan memaksa  Fitri untuk meratakannya dengan tangannya sendiri.  Fitri tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini  Fitri tidak dapat lagi menahan orgasmenya.

Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.

Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut  Fitri,  Fitri kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh  Fitri kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri.

Sperma dan cairan vagina  Fitri yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus  Fitri. Dari mulut  Fitri juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh  Fitri.

Fitri hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ.  Fitrikembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya.

Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh  Fitri. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh  Fitri dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok.

Bahkan orang terakhir yang memperkosa  Fitri memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus  Fitri sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.

Fitri tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina  Fitri terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan.

Fitri sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya  Fitri kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.

Total  Fitri telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan  Fitri yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya,

Fitri tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video  Fitri yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang.  Fitri lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu,  Fitri tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Kamis, 11 Februari 2016

Cerita Sex Empat Wanita Sangat Hot

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Empat Wanita Sangat Hot. Saat liburan kuliah aku berjalan jalan dengan temanku Adel di Mall, setelah berjalan jalan di store jeans aku behenti sejenak dengan melihat sisi kanan ku sepertinya aku pernah mengenal dia, lama kau amati dia ternyata aku kenal dia bernama Friska.

Cerita Dewasa Empat Wanita Sangat Hot

cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Empat Wanita Sangat Hot
Saya pun hanya bisa berpura-pura lupa saja saat kami berpapasan. Perlu saya ceritakan kilas balik disini bahwa Friska adalah cewek yang paling ngetop di SMA saya di Bandung dulu. Saat masih kelas 2, banyak sekali cowok di sekolah saya yang mengejar Friska (termasuk saya juga sihh..)

Tapi pas SMA dulu, siapa sih saya ini. Semua orang tahu kalau saya ini hanya anak kost di Bandung. Nilai rapor yang lumayan kurang membuat saya jadi cowok yang dipandang. Sedangkan Friska, dia anak seorang pengusaha di Bandung.

Cewek Bandung asli. Cantik abis, dan rumahnya besar. Pernah suatu hari kami belajar bersama di rumahnya. Singkat kata masih ada perasaan segan pada Friska karena masa lalu.

Tapi tanpa saya sangka ternyata Friska yang duluan menegur saya. “Hai..! Apa kabar loe?” Kami pun berbicara sesaat. Tampak ada keraguan Friska untuk banyak bertanya pada saya, karena di samping saya ada Adel.

Friska sendiri saat itu datang bersama adiknya. Perempuan juga dan masih sekolah di sebuah SMA Negeri di Jakarta Selatan. Dari cerita-cerita Friska, akhirnya saya tahu bahwa dia sekarang kuliah di PTS yang terkenal di Jakarta.

Saya sendiri saat ini juga masih kuliah di PTN di Bandung, sedangkan Adel baru masuk kuliah di PTS yang kebetulan sama dengan Friska. Dari percakapan kami, tampak ada rasa kagum Friska pada saya. Kuliah di PTN “top”, lebih dewasa, yah.. pokoknya berbeda jauh dengan pandangannya terhadap saya saat masih SMA dulu. Nampak sekali di wajahnya kalau ia menyesal mengapa dulu pernah meremehkan saya.

Pikiran saya saat itu, kapan lagi saya bisa ngajak tiga cewek cantik-cantik untuk jalan-jalan. Kalau di kampusku di Bandung, ceweknya boro-boro ada yang cantik, yang menarik pun tidak ada.

“Oke, dari sini mau kemana Son..?” tanyaku.

“Mau pulang.. boleh nebeng nggak? Soalnya mobil gue lagi di bengkel. Kita tadi ke sini pake taksi.” Dengan persetujuan Adel saya pun langsung mengiyakan. Kami pun langsung berjalan ke arah parkiran Barat PI Mall.

Di mobil, Adel duduk di depan, sedangkan Friska dan adiknya duduk di belakang. Dalam perjalanan sesekali saya memegang tangan atau bahu Adel. Adel pun hanya tersenyum.

“Akh.. genit loe..!” Tiba-tiba dari belakang Friska nyeletuk, “Mau juga dong gue..” Wah, saya pikir-pikir inilah kesempatan saya menebus sakit hati saya di masa lalu. Tiga tahun saat SMA segala daya upaya dilakukan, namun tanpa hasil, sekarang.. “The Past Dream Comes True!”

“Oke Kalo gitu kita ke rumah gue dulu yaa..” Saat itu saya tahu bahwa kedua orang tuaku sedang ke luar. Di rumah hanya ada adik perempuan saya dan pembantu saja. Itu pun sorenya adik saya akan berangkat les, jadi tinggal pembantu saja yang ada di rumah.

Sampai di rumah saya, saya melihat adik saya sudah bersiap-siap pergi les dan akan diantar oleh sopir di rumah (maklum masih kecil, belum bisa nyetir).

Saya pun lekas turun untuk sekedar say good bye pada adik perempuan saya yang sangat manja itu. “Bang, bawa cewek kok sampe 3 ekor sihh..?” godanya. Saya hanya bisa tersenyum sambil pura-pura tidak mendengar perkataan adik saya.

Singkat cerita kami pun langsung masuk ke rumah saya. Setelah minum kami berbicara di ruang tamu sambil menonton televisi. Saat itu kami menonton sebuah film di channel HBO. Meskipun sangat jarang ada adegan-adegan berbahaya di HBO (lain dengan TF1 atau Televisi Perancis lainnya), namun saat itu ada adegan ciuman yang lumayan lama.

Friska pun nyeletuk lagi, “Loe jago cipokan nggak..?” Saya pun kaget setengah mati, dan perasaan saya ke Adel saat itu sangat tidak enak.

“Jago dong.. tanya aja ke si Adel..”

“Jago ke si Adel sih belum tentu jago kalo ama saya,” balasnya.

Si Adel pun agak panas, “Oke kita buktikan, kalau perlu bukan sekedar cipokan tapi lebih..” Saya pun pura-pura cool saja, tapi dalam hati bahagianya setengah mati.

“Loe juga ikut aja Vit..!” ajak saya pada adiknya Friska, Vita.

Kami pun lalu naik ke atas kamar tidur saya. Sampai di kamar saya, Friska mengeluh, “Ini mah hanya cukup buat elo ama Adel, khan ada empat orang nih, artinya harus double bed,” katanya mengomentari kamar tidur saya yang hanya single bed.

Kami berpindah ke kamar tidur orang tuaku. Sebenarnya bisa sih kami bermain di kamar adik saya, tapi takut aja saya kalau tiba-tiba adik saya cepet balik ke rumah.

Sampai di situ mereka pun langsung mempreteli baju dan celana saya. Tampak Adel dan Friska paling agresif, sedangkan Vita masih malu-malu dengan hanya tersenyum melihat saya seperti laki-laki yang tak berdaya.

Saya pun dalam sekejap telanjang bulat di hadapan mereka bertiga yang masih berpakaian lengkap. Adel masih memakai tangtop, Friska dengan baju ketat, dan Vita masih dengan T-Shirt. “Uhh, yang anunya gede..” goda Friska melihat barang saya.

Saya pun langsung membuat mereka bertiga berbaring di tempat tidur. Satu persatu saya buka baju dan bra-nya. Namun ada rasa sungkan juga saat membuka baju Vita yang masih beginner. “Udah Vit, enjoy aja kayak Mbak,” hibur Friska pada adiknya. Dalam sekejap, mereka bertiga juga berada dalam keadaan bugil.

Friska lalu bangkit memeluk saya sambil membalikkan posisi kami sehingga saya berada di bawah. Ia lalu merapatkan bibirnya ke barang saya. Dalam sekejap Adel meraih bibir saya dan melumatnya hingga saya sukar mengatur nafas.

Perlu diketahui kami sering sekali beradu ciuman dengan Adel sehingga ia tahu betul kelemahan saya dalam berciuman. Melihat Vita masih ‘nganggur’, saya lalu menegakkan badan saya, Vita pun lalu memeluk saya dari belakang sambil sesekali mencium daerah leher bagian belakang saya.

Saya harap pembaca mendapat gambaran bagaimana posisi kami saat itu. Adel memeluk dan mencium saya dari depan, Vita dari belakang, dan Friska di bawah.

Saya pun hanya bisa membalas ciuman Adel sambil sesekali mencium balik Vita, dan tangan saya hanya membelai kepala Friska yang menghisap barang saya. Sesekali posisi kami di tempat tidur bergeser akibat kegelian saya saat main dengan 3 cewek sekaligus. Pikir-pikir inilah pengalaman pertama saya sekali main dengan banyak wanita pada saat yang bersamaan.

Sekitar 5 menit permainan berlangsung saya merasakan adanya cairan yang terpercik ke daerah pusar saya. Ternyata Adel sudah orgasme pertama. Saya pun langsung membalikkan posisi kami sehingga sekarang saya yang berada di atas Adel, sehingga untuk sementara Friska harus menghentikan hisapannya pada barang saya.

Langsung saja saya arahkan barang saya ke lubang kemaluan Adel. Tampak Adel kesakitan, tanpa peduli banyak saya langsung menghujamkan kejantanan saya dengan kecepatan tinggi sehingga Adel sesekali berteriak. Saat itu Friska hanya bisa mencium pantat saya dari arah samping, sementara Vita hanya melihat-lihat.

“Eh, gue udah mau keluar nih Nggie..” kata saya pada Adel. Angie pun lalu memindahkan tangannya yang semula memeluk punggung saya ke arah bahu saya.

“Keluarin di dalam atau di luar nih say..?” tanya saya.

“Di dalem aja gihh..” jawabnya sambil menutup mata. Akhirnya, “croott.. crott.. crott..” saya mengeluarkan sperma saya lumayan banyak mengakhiri permainan saya berdua dengan Adel.

Setelah beristirahat sekitar 5 menit, saya lalu menyuruh Friska tengkurap menghadap ke tempat tidur. Sambil meremas payudaranya yang berukuran 36B, saya lalu memeluk badannya dari arah belakangnya. Tanpa membuang waktu lalu saya mengarahkan kemaluan saya ke arah kemaluannya.

Terus terang pertama-tama agak sulit karena pantat Friska lumayan padat. Tapi akhirnya kejantanan yang panjangnya 18 cm dapat masuk ke lubang kemaluannya. Saya pun mengocok kemaluan saya yang sudah seluruhnya masuk ke dalam liang senggama Friska.

Tampak sesekali Friska kesakitan, ia pun lalu melingkarkan kedua tangannya ke leher belakang saya, sehingga kami merasa sangat nyaman dengan posisi kami saat itu. “Kalo bisa keluarnya bersamaan Son..!” kataku pada Friska,

Kamipun mengatur irama sehingga saat Friska bilang sebentar lagi ia akan keluar, saya lalu meningkatkan akselerasi saya sehingga kami berdua bisa keluar pada saat yang bersamaan. Kami pun akhirnya keluar pada saat yang bersamaan.

Di hati kecil saya, saya berkata, “Akhirnya nih Miss Universe-nya SMA Negeri*** (edited) Bandung, udah gue pake.” Kami pun saling tersenyum saat kembali ke posisi sebelumnya.

“Payah nih kirain elo alim, taunya malah gituin gue..” kata Friska ke gue saat itu. Saya hanya tertawa ringan.

Terakhir Vita yang masih tidak percaya dengan pengalaman pertamanya ini. Terus terang saya tidak tega gituin Vita yang masih imut dan -ramalan saya- pada saatnya nanti Vita akan lebih cantik dari Friska, kakaknya.

“Son, adik elo boleh gue gituin nggak?” tanya saya ke Friska sekalipun terus terang saya juga agak kecapaian. “Jangan dong.. mau loe adik loe digituin? tapi terserah dia ajalah..” jawab Friska, dan tanpa diduga, Vita lalu mengarahkan mulutnya ke barangku.

Pikir-pikir emang mending begitu aja deh, tidak tega saya sama nih anak SMA. “Vit, isep sampe keluar dahh!” kata saya. Vita pun langsung menghisap kejantanan saya sambil sesekali menjilat-jilat biji pelirku. Tampak benar kalau dia masih pemula dengan sesekali giginya tanpa sengaja menggigit barangku.

“Jangan digigit Vit, ntar lepas anu gue. Sampe lepas, ntar Adel ama Mpok (Kakak perempuan) loe ngambek berat..” kata saya. Friska dan Adel hanya tertawa sambil membaca majalah Femina milik ibu saya. Akhirnya sperma saya keluar dan masuk ke dalam mulut Vita seluruhnya.

Vita lalu menjilat-jilat barang saya sampai kering. “Mmmhh.. anak SMA*** (edited) jaman sekarang, masih kelas 2 udah isep anunya cowok..” goda saya pada Vita. “Biarin..” jawab Vita agak kesal.

Setelah itu saya merasa sangat kecapaian. Akhirnya kami tidur berempat di tempat tidur orang tuaku. Saya di bawah, Adel di atas, sedangkan Friska memeluk saya dari arah kanan, dan Vita dari arah kiri. (Mmhh.. seandainya posisi tidurku bisa begini tiap hari..)

Sekitar jam 9 malam kami terbangun, dan langsung mandi. Saya sempat panik kalau-kalau adik saya curiga akan apa yang sudah kami lakukan. Tentunya adik saya sudah balik dari tempat lesnya. Setelah mandi dan berpakaian rapi lagi, kami keluar dan untungnya adik saya sedang berada di kamar tidurnya di atas dan sudah tidur terlelap.

Mereka pun saya antar pulang ke rumahnya masing-masing dengan aturan mendekati rumah mereka, mereka harus mengocok barangku sampai keluar dan menjilatinya. Pada saat mengantarkan Adel yang rumahnya di daerah Kemang nampak oke-oke aja, namun pada saat mengantarkan Friska dan Vita, terus terang saya agak ‘menderita’, soalnya saya harus dikocok dua kali sesuai perjanjian kami.

Pertama-tama Vita yang mengocok. Setelah keluar, tanpa menunggu waktu Friska langsung melanjutkan mengocok kemaluan saya sampai keluar lalu menjilatinya. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan bagi saya.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Selasa, 09 Februari 2016

Cerita Sex Farah Mengeluh Manja

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Farah Mengeluh Manja. Cerita berikut ini teradi 1 tahun yang lalu saat aku masih bekerja sebagai karyawan electronic, dimana posisiku sebagai juru teknik, saat aku bekerja disana aku mendapat kenalan dan jatuh hati padanya namanya Farah dia cantik, bodynya juga oke, apalagi buah dadanya yang besar dan bulat padat, kulitnya putih kalau aku lihat dia seperti artis.

Cerita Dewasa Farah Mengeluh Manja

 cerita sex ngentot, cerita ngentot terbaru, cerita orang ngentot, kumpulan cerita ngentot, ngentot cerita, cerita hot ngentot, cerita nyata ngentot, koleksi cerita ngentot, cerita ngentot baru, kumpulan cerita ngentot terbaru
Cerita Mesum Farah Mengeluh Manja
Mula-mula memang aku target nak buat bini Tapi (ada tapinya) pemikiran dia kurang matured Takpalah pasal dia lawa So aku ayat dia ajak dia keluar ngan aku Susah enggak!!sampai banyak kali aku ajak dia

Sampai satu hari tu Dia dapat kelentong mak dia Kata dia keluar dengan member/jiran dia Kelentong mak dia kata pergi kerumah kawan Balik lewat petang So dia keluarlah gan jiran dia sampai kat tempat janji nak jumpa aku Dia dengan jiran dia split Jiran dia ikut member lain Dia naik moto dengan aku

Alamak, hari tu dia pakai baju kebarung Yang agak nipis kainnya, jelas nampak warna coli dia, merah jambu So dia pun naik moto ngan aku

Kami terus ke botinical garden penang, sampai sana terus masuk dalam Kena pulak hari makin mendung So kami masuk ke dalam Jalan laju-laju Macam race jalan kaki

Cari tempat yang terlindung dari hujan Aku tengok banyak pengunjung lain berjalan kaki keluar dari taman tu Balik kot Hari nak hujan So kami pun jumpa satu tempat terlindung Bawak pokok yang agak rimbun

Masa kami baru lepak je Hujan sudah turun Kat situ nampaknya orang takde So kepala otak aku mula terfikir blue je Dan mata aku asyik-asyik dok perhati pangkal buah dada Farah yang terdedah Putih melepak Hujan turun mula lebat

Tempat kami cuma tempias sikit Farah mula sejuk Aku pun sejuk jugak Tapi takkan aku nak terus peluk dia Baru first time keluar So kami borak-borak sambil aku buat lawak bodoh!

Tah macamana tah Farah tertampar paha aku Aku pulak tak pakai underwear Dia tampar tersentuh batang aku yang sememangnya sudah keras sebab tengok pangkal buahdada dia yang putih tu Aku tengok dia terkejut bila terkena pada bahagian keras tu Tapi tangan dia tak bergerak dari peha aku Masih kat peha aku

Dan mata dia, aku perhatikan terlirik ke bahagian batang aku Aiseh!!aku cakap dalam hati Farah sudah stim kot So tangan kiri aku bergerak kepinggangnya Kami masa tu tengah lepak atas rumput Bawah pokok merimbum Tangan aku peluk pinggangnya Dia tak kata apapun Masih dok sembang pasal cerita apatah Aku dok anggukngguk kepala je

Walaupun kepala otak aku dok fikir macamana aku nak kiss bibir dia So aku buat trick Aku ambik batu-batu kecil kat tepi-tepi aku, aku gengam gan tangan kanan aku Aku baling atas kain dia/peha dia Masa tu dia duduk bersimpuh Lepas baling Aku buat-buat terkejut

"Alamak Farah Sorry-sorry Abang Terlalu asyik dengar cerita Farah Sampai tak sedar baling batu-batu kecik ni atas kain Farah"

Aku pun sapu batu-batu dari kainnya Sapuan aku lebih pada mengusap paha Farah.

"Farah Tak mau hilanglah kotoran ni Melekat!", aku buat trick, aku usap lagi peha dia

Sementara kepala aku merapat kepaha dia Buat-buat tengok kotoran atas kainnya Lepas tu kepala aku rambut aku aku biar bergesel dengan dada dia

Farah tersentak Aku tarik kepala aku bertemu dengan muka Farah Sambil tangan kiri aku perlahan-lahan menarik tubuh Farah ke arah aku Bila muka aku berdepan dengan wajah Farah Aku cakap

"Farah Memang cantik hari ni, abang sememangnya menyintai Farah sejak mula bertemu Farah" lepas tu bibir aku menyentuh bibir Farah

Dia agak kaget Tapi membiarkan aku meneruskan pelakuan Aku gigit dan hisap bibir Farah atas bawah Farah tak membuka bibir dia Tapi aku tahu dia pun sudah naik syok Sebab tangan dia mula tarik tubuh aku rapat ketubuh dia

Kena dengan hujan bertambah lebat Farah tersandar kebatang pokok Dan bibir aku mula main peranan ke arah lehernya Hisap dan gigit dengan manja Farah makin memeluk erat Dan kakinya dari bersimpuh ke kedudukan melipat terkangkang dan badan aku dicelah kangkangannya itu

Tangan kanan aku mula menyelak kainnya sementara bibir aku masih menyerang rakus leher Farah dan mula menurun kedadanya Farah mengeliat sambil mengerang kecil.

"Abaang!! Abaang Geli Emm Abaang!!"

Sementara tangan kanan aku yang menyelak kainnya meramas rakus bahagian pehanya Tangan kiri aku mula membuka butang atas baju kebarung Farah Farah mengeluh.

"Jangan Baang Farah tak biasa Ahh"

Dia masih dalam nikmat sebab sambil buka butang baju dia bibir aku terus menhisap bahagian pangkal buah dadanya Lepas terbuka bahagian atas bajunya maka terdedahlah dua puncak bukit yang putih melepak dan disaluti hanya dengan coli nipis berwarna merah jambu Aku terus menyerang ke arah itu dengan bibirku Farah mengerang.

"Apa Abang buat nii Emm Abaangg"

Aku menghisap buah dada Farah setelah menarik coli nipisnya kebawah dengan bibirku Aku melihat Farah semakin memeluk aku erat dan kakinya semakin terkangkang, matanya pula terpejam, sementara bibirnya mengetap-getap

Tangan kanan aku yang masih didalam kainnya mula bergerak perlahan ke arah apamnya Dan mengosok perlahan Farah seolah-olah seperti terkena karan Membuka kelopak matanya yang kuyu

"Abaang Apani geli Kat situ Geli sangat abang buat camtu" dia mengeluh manja

Aku buat tak peduli Aku hisap buah dadanya Isap putingnya yang semakin menegang Sambil tangan kanan aku mengusap apamnya yang masih disaluti underwear Kankangan kakinya semakin meluas

"Ahh Emm Abaang Geliinyaa Emm"

Aku menarik tangan kirinya yang memeluk aku Memasukkannya ke dalam seluar jeans aku Sambil bibir aku masih menghisap buahdadanya Bila tangan Farah tersentuh batang aku yang menegang

"Emm Apa ni bang Emm Kerasnya Panas" sambil tangannya terus mengurut dan meramas batang aku

"Panasnya Abang punya Besaar Apasal basah!!?"

Air mazi ku mula keluar Tangan Farah seperti tak mahu melepaskan batang aku Aku buka butang seluar jeans aku dengan tangan kiri ku Terjojol batang ku yang menegang dalam gengaman tangan Farah

"Emm Abaang Besaarnya Takut Farah Emm"

Aku menarik tangan Farah dari terus mengurut batang aku Sebab takut terpancut Batang aku yang terdedah tu aku sengajakan menekan ke arah apamnya Farah semakin stim Bibir aku mula menjalar ke pusatnya

Setelah butang baju Farah semuanya dibuka Bahagian atas tubuh nya terdedah tanpa seurat benang Colinya yang nipis masa bila aku tanggalkan? Entah aku tak sedar!! Sambil bibir aku masih dipusatnya tangan aku rakus membuka butang kainnya.

"Abaang" Farah terdiam disitu

Setelah selesai membuka butang kainya Aku terus menyelak kainnya ke atas mendedahkan bahagian betis, peha dan underwearnya berdepan betul-betul dengan muka aku Kakinya masih tak menanggalkan kasut tumit tingginya

Aku terus menjilat apamnya yang dibaluti underwear nipisnya Sambil kedua-dua tangan aku meramas lembut buahdadanya yang sememangnya menjadi kegilaan aku

"Emm Emmhh" Farah mengerang lembut

Seluar jeans aku terlucut hingga keparas lutut Dengan peha Farah yang terus mengangkang aku membenamkan bibir aku ke apamnya dan menarik underwear nipisnya dengan gigiku Underwear Farah aku lucutkan hingga ketengah pehanya

Wow!!terdedah di depan ku Apam idaman ku selama ni Putiih Dengan bulu-bulu halus Apam yang tembam Aku terus menjilat Farah semakin mengeliat.

"Esskk Esskk Isskkahh" Farah mengeluh perlahan sambil nafasnya mula berombak

Dan matanya terpejam rapat Bila aku mula menghisap lembut apamnya Badannya makin melentik ke atas Farah sekarang terbaring penuh atas rumput yang agak basah Hujan masih lebat.

"Abaang Esskk Isskk Emm Gelii Sedaappnya Emm Abaangg Ahh!!"

Selesai menjilat/menhisap apamnya kepalaku naik ketas perlahan-lahan sambil lidahku tidak tanggal menjilat dari apamnya kepusatnya Kedadanya terus keleher dan kebibirnya Tubuh ku betul-betul berada diatas Farah

Dan kaki Farah terkangkang luas Kali ni Farah memeluk erat aku dan apabila bibir aku sampai kebibirnya dia terus menarik kepala aku dan mencium aku Walaupun dia tak pandai berasmara mengunakan bibir lagi tapi aku sudah stim gila Batang aku yang tegang habis tertenyeh dengan apamnya Farah aku tahu masa tu pun stim abiss.

"Ehh Emm" Farah mengeluh sambil kami beromen dengan bibir

Tiba-tiba tangan kanan Farah bergerak dari pelukan dipinggang ku mencari batang ku Farah mengenggam batang ku sambil mengarah batang ku ke arah apamnya Seolah-olah ingin merasa kemasukan batang aku ke dalam apamnya.

"Emm Abaang" Farah mengeluh manja

Genggaman tangan kanannya masih menarik batang ku ke arah apamnya Tiba-tiba Batangku terus menembus masuk ke arah apamnya dengan perlahan Aku merasa kemasukan batang aku ke dalam apam Farah Agak ketat. Farah mengeluh

"Ehh Besaar Sakitt Iehh Abaang" batangku mula bermain setengah masukan Perlahan-lahan Semakin ke dalam-ke dalam.

"Abaang Abaang Sakit sikit Abaang"

Selepas tu batang aku makin bergerak ke dalam Hingga Farah mengerang

"Ahh Isskk Emm Esskk Abaanng Sedaap Gelinyaehh Ahh"

Pergerakan aku mula laju Laju Laju

"Abaang Ahh Ahh" pergerakan tubuh Farah semakin berombak Nafas Farah makin turun naik Matanya terpejam rapat Pehanya mengangkang seluas-luasnya sambil mengepit kuat pehaku
"Isskk Esskk Ahh Abaang Ahh"

Makin laju pergerakan aku Dan bibir aku terus mengucup bibir Farah dengan rakus Dada ku menindih rapat buahdadanya

Bunyi hujan walaupun masih lebat tak kedengaran ditelinga ku Aku betul-betul dalam kemuncak Begitu juga dengan Farah Pelukan Farah semakin rapat menarik aku Kekadang kuku jarinya seperti mencengkam tubuhku

"Ahh Abaang " batangku bermain disetiap sudut dalam apam Farah. Tengah Kiri Kanan

Kelembutan wajah dan sikap Farah Selama ni tenggelam dengan sikap yang agak ganas juga bila Farah stim habis Tu yang buat aku lagi bertambah stim

Kekuatan aku tah macamana boleh agak lama enggak mendayung dengan Farah walaupun pergerakan batang aku ke dalam apam Farah semakin licin Disebabkan air Farah yang keluar banyak

"Abaang Ahh Ahh Abaang"

Kesedapan yang aku tak dapat lupakan Dan sekarang ni aku lakukannya setiap hari dengan Farah Farah sudah jadi isteri aku. Dan pemikirannya makin matured termasuk aksi-aksinya yang semakin advance hari-kehari sebab setiap malam minggu kekadang kami menonton vCD blue bersama

Dan kekadang aku ajak dia enjoy nite life kat penang ni Macam gi disko Nengok midnight cinema just untuk bagi dia tambah matured Dan dia sememangnya pasangan/isteriku yang perfect!!

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Senin, 08 Februari 2016

Cerita Sex Berlatih Seks dengan Kakak

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Berlatih Seks dengan Kakak. Pengalaman yang tak pernah aku lupakan dan paling gila menurtku, karena malah kakak kandungku yang mengajari aku soal sex, saat ini aku berumur 17 tahun sedangkan kakaku 22 tahun, aku sudah mengerti kelalakuan kakakku yang aneh dia juga sering mengajak teman perempuannya untuk tidur dirumahnya.

Cerita Dewasa Berlatih Seks dengan Kakak

cerita sex Lesbi, Ngentot Lesbi, Lesbi Mesum, cerita hot Lesbi, cerita Lesbi hot, kumpulan cerita Lesbi hot, cerita x Lesbi, cerita seks Lesbi, cerita Lesbi haus
Cerita Mesum Berlatih Seks dengan Kakak
Karena antara kamar aku dan kakaku bersebelahan jadi aku sering mendengar suara rintihan di balik tembokku kedua orang tuaku juga tidak ada menaruh curiga kepada kakakku karena dia seorang gadis. Ketika aku mencoba menanyakannya kakakku sama sekali tidak berusaha menampiknya.

Ia mengakui terus terang kalau ia masuk sebuah klub lesbian di kampusnya, begitu juga dengan kekasihnya. Waktu itu aku merasa jijik sekaligus iba padanya, karena aku menyadari ada faktor psikologis yang mendorong kakakku untuk berbuat seperti itu.

Kekasihnya pernah mengecewakannya, kekasih yang dicintainya dan menjadi tumpuan harapannya ternyata telah menikah dengan orang lain karena ia telah menghamilinya.

Kembali pada masalah tadi, sejak itu aku jadi sering berbincang-bincang dengan kakakku mengenai pengalaman seksnya yang menurutku tidak wajar itu. Ia bercerita, selama menjalani kehidupan sebagai lesbian, ia sudah empat kali berganti pasangan, tapi hubungannya dengan mantan-mantan pacarnya tetap berjalan baik.

Begitulah kadang-kadang, ketika ia kembali mengajak pasangannya untuk tidur di rumah, pikiranku jadi ngeres sendiri. Aku sering membayangkan kenikmatan yang tengah dirasakannya ketika telingaku menangkap suara erangan dan rintihan.

Aku tergoda untuk melakukannya. Pembaca, hubunganku yang pertama dengan kakakku terjadi awal tahun 2000, ketika ia baru saja putus dengan pasangannya.

Ia memintaku menemaninya tidur di kamarnya, dan kami menonton beberapa CD porno, antara tiga orang cewek yang sama-sama lesbian, dan aku merinding karena terangsang secara hebat mengingat kakakku sendiri juga seperti itu.

Awalnya, aku meletakkan kepalaku di paha kakakku, dan ia mulai mengelus-elus rambutku.

“Aku sayang kamu, makasih ya, mau nemenin aku”, katanya berbisik di telingaku.

Mendengar hal itu, spontan aku mendongakkan wajah dan kulihat matanya berlinang, mungkin ia teringat pada kekasihnya. Refleks, aku mencium pipinya untuk menenangkan, dan ternyata ia menyambutnya dengan reaksi lain.

Di balasnya kecupanku dengan ciuman lembut dari pipi hingga ke telingaku, dan di sana ia menjilat ke dalam lubang telingaku yang membuat aku semakin kegelian dan nafsuku tiba-tiba saja naik.

Aku tak peduli lagi meski ia adalah kakakku sendiri, toh hubungan ini tak akan membuatku kehilangan keperawanan.

Jadi kuladeni saja dia. Ketika ia menunduk untuk melepaskan kancing-kancing kemejaku, aku menciumi kuduknya dan ia menggelinjang kegelian.

“Oh.. all..”, desahnya.

Aku semakin liar menjilati bagian tengkuknya dan memberi gigitan-gigitan kecil yang rupanya disukai olehnya.

Ketika kusadari bahwa kemejaku telah terlepas, aku merasa tertantang, dan aku membalas melepaskan T-shirt yang ia kenakan. Ketika ia menunduk dan menjilati puting susuku yang rupanya telah mengeras, aku menggelinjang. Kakakku demikian lihai mempermainkan lidahnya, kuremas punggungnya.

“Oohh.. Kaakk, ah.. geli”, Ia mendongak kepadaku menatap mataku yang setengah terkatup, dan tersenyum.

“Kamu suka?”.

“Yah..”, kujawab malu-malu, mengakui.

Ia kembali mempermainkan lidahnya, dan aku sendiri mengusap punggungnya yang telanjang (kakakku tak biasa pakai bra ketika hendak tidur) dengan kukuku, kurasakan nafasnya panas di perutku, menjilat dan mengecup.

Aku memeluknya erat-erat, dan mengajaknya rebah di peraduan, lantas kutarik tubuhku sehingga ia berada dalam posisi telentang, kubelai payudaranya yang kencang dan begitu indah, lantas kukecup pelan-pelan sambil lidahku terjulur, mengisap kemudian membelai sementara jemariku bermain di pahanya yang tidak tertutup.

Aku menyibakkan rok panjang yang dipakainya kian lebar, dan kutarik celana dalamnya yang berwarna merah sementara ia sendiri mengangkat pantatnya dari kasur untuk memudahkanku melepaskan CD yang tengah dipakainya.

Ketika aku meraba ke pangkal pahanya, sudah terasa begitu basah oleh cairan yang menandakan kakakku benar-benar sedang bergairah. Aku sendiri terus menggelinjang karena remasannya di payudaraku,

Tapi aku ingin lebih agresif dari pada dia, jadi kubelai lembut kemaluannya, dan merasakan jemariku menyentuh clitorisnya, aku membasahi jemariku dengan cairan yang ada di liang senggamanya kemudian kuusap clitorisnya, lembut pelan, sementara ia mendesah dan kemudian meremas rambutku kuat-kuat.

“Oh.. Yeahh.. Ukkhh, ahh, terus, teruss, ahh”, celoteh kakakku dengan ributnya. Aku terus mengusap clitoris kakakku, dan tiba-tiba kurasakan tubuhnya mengejang kuat-kuat, jemarinya meremas punggungku, lantas ia merebah lemas.

Aku memandang ke wajahnya yang bersimbah keringat, “Sudah Kak?” Ia mengangguk kecil dan tersenyum.

“Thanks yah”, aku mengedik.

Aku belum puas, belum. Kukeringkan jemariku sekaligus kemaluan kakakku, kemudian aku turun, dan menciumi pahanya.

“Ohh.. teruskan terus.. yeah.. terus..”, aku tak peduli dengan erangan itu, aku mendesakkan kepalaku di antara kedua pahanya dan sementara aku mulai menjilati selangkangannya, kulepaskan ritsluiting rok kakakku, dan menariknya turun.

Aku juga melepaskan sendiri celana jeans pendek yang tengah kupakai, kemudian aku memutar badanku sehingga kemaluanku berada tepat di atas wajah kakakku. Ia mengerti dan segera kami saling menjilat, pantat serta pinggul kami terus berputar diiringi desahan-desahan yang makin menggila.

Aku terus menjilati clitorisnya, dan kadangkala kukulum, serta kuberi gigitan kecil sehingga kakakku sering berteriak keenakan. Kurasakan jemarinya bergerak mengelusi pantatku sementara tangan kirinya merayap ke pinggir dipan.

Sebelum aku menyadari apa yang ia lakukan, ia menarik tanganku dan menyerahkan sebuah penis silikon kepadaku.

“Kak?”, bisikku tak percaya.

“Masukkan, masukkaan, please..” Ragu, aku kembali ke posisi semula dengan ia terus menjilati clitorisku, kumasukkan penis buatan itu perlahan-lahan, dan kurasakan ia meremas pantatku kuat-kuat, pinggulnya berputar kian hebat dan kadang ia mendorong pantatnya ke atas,

Aku sendiri menyaksikan penis itu masuk ke lubang kemaluan kakakku dan asyik dengan pemandangan itu, kusaksikan benda tersebut menerobos liang senggamanya dan aku membayangkan sedang bersetubuh dengan seorang lelaki tampan yang tengah mencumbui kemaluanku.

Lama kami berada dalam posisi seperti itu, sampai suatu ketika aku merasakan ada sesuatu di dalam tubuhku yang membuatku seolah merinding seluruh tubuh karena nikmatnya, dan tahu-tahu aku menegang kuat-kuat, “okh.. kaakk.. ahh.. ahh!”

Tubuhku serasa luluh lantak dan aku tahu aku telah mengalami orgasme, kucium paha kakakku dan kumasukkan penis silikon itu lebih cepat, dan pada ritme-ritme tertentu, kumasukkan lebih dalam, kakakku mengerang dan merintih, dan terus-terang, aku menikmati pemandangan yang tersaji di depanku ketika ia mencapai orgasme.

Terakhir, aku mencium clitorisnya, kemudian perut, payudara dan bibirnya. Lantas ketika ia bertanya, “Nyesel nggak?” aku menggeleng dengan tegas. Malam itu kami tidur dengan tubuh telanjang bulat, dan sekarang kami kian sering melakukannya.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil 

Sabtu, 06 Februari 2016

Cerita Sex Hasrat Bersama Adik Tiriku

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Hasrat Bersama Adik Tiriku. Awal aku mengenal sex saat aku kelas 3 SMA saat itu aku itnggal bersama ayah tiriku, sedangkna ibuku sudah menikah dengan lelaki lain karena bosan dengan menjanda, dan yang aku belum tahu ternyata ayah tiriku mempunyai 2 anak cewek yang seksi yang semok, satunya seumuran denganku dan satunya sudah kuliah.

Si Lusi cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Riri paling cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara.

Cerita Dewasa Hasrat Bersama Adik Tiriku

cerita sex ngentot, cerita ngentot terbaru, cerita orang ngentot, kumpulan cerita ngentot, ngentot cerita, cerita hot ngentot, cerita nyata ngentot, koleksi cerita ngentot, cerita ngentot baru, kumpulan cerita ngentot terbaru
Cerita Mesum Hasrat Bersama Adik Tiruku

Sejak pertama aku tinggal, aku selalu berangan-angan bahwa dapat memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan tidak ada orang di rumah selain aku dengan Lusi, ini juga aku sedang kecapaian karena baru pulang sekolah.

“Lus! entar kalau ada perlu sama aku, aku ada di kamar,” teriakku dari kamar. Aku mulai menyalakan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai dech surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian Lusi masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran.

“Ben, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom, aku pinjem dong!” katanya dengan suara manja. Tanpa memperdulikan komputerku yang sedang memutar film BF via internet, aku mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.

“Lus..! nich bukunya, kemarenan aku udah nyatet,” kataku.

Lusi tidak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film BF yang sedang di komputerku.

“Lus.. kamu bengong aja!” kataku pura-pura tidak tahu.

“Eh.. iya, Ben kamu nyetel apa tuh! aku bilangin bonyok loh!” kata Lusi.

“Eeh.. kamu barusan kan juga liat, aku tau kamu suka juga kan,” balas aku.

“Mending kita nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok,” ajakku berusaha mencari peluang.

“Bener nich, kamu kagak bilang?” katanya ragu.

“Suwer dech!” kataku sambil mengambilkan dia kursi.

Lusi mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan aku serius untuk terus menatap tubuhnya.
“Lus, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku.

“Pernah, noh aku punya VCD-nya,” jawabnya.

Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.

“Kalau ML?” tanyaku lagi.

“Belom,” katanya, “Tapi.. kalo sendiri sich sering.”

Wah makin berani saja aku, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia.

Bagaimana caranya si “Beni Junior” bisa puas, tidak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.
Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, aku jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.

“Lus, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya,” tanyaku memancing.

“Iya nic Ben, bentar yach aku ke kamar mandi dulu,” katanya.

“Eh.. ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.

“Kasihanilah si Beni kecil,” kataku.

“Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak dech,” katanya sambil meninggalkan kamarku.

“Tenang aja, rumah kan lagi sepi, aku tutup mulut dech,” kataku memancing.

Dan ternyata tidak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku tidak menyerah.

Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi, kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati setiap permainan lidahku.

“Kau akan aku berikan pengalaman yang paling memuaskan,” kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya. Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.

Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya. “Kita ke dalam kamar yuk!” ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil, “Terserah kaulah,” kataku,

“Yang penting kau akan kupuaskan.” Tak kusangka ia berani menarik penisku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya. “Ben, kamu tiduran dech, kita pake ’69′ mau tidak?” katanya sambil mendorongku ke kasurnya.

Ia mulai menindihku, didekatkan vaginanya ke mukaku sementara penisku diemutnya, aku mulai mencium-cium vaginanya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.

Tak lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu aku menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara tanganku bermain di dadanya. Tak lama kemudian ia melepaskan emutannya.

“Jangan hentikan Ben.. Ach.. percepat Ben, aku mau keluar nich! ach.. ach.. aachh.. Ben.. aku ke.. luar,” katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dankemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.

“Lus, sekali lagi yah, aku belum keluar nich,” pintaku.

“Bentar dulu yach, aku lagi capek nich,” jelasnya.

Aku tidak peduli kata-katanya, kemudian aku mulai mendekati vaginanya.

“Lus, aku masukkin sekarang yach,” kataku sambil memasukkan penisku perlahan-lahan.
Kelihatannya Lusi sedang tidak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba untuk beristirahat. Vagina Lusi masih sempit sekali, penisku dibuat cuma diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil penisku masuk setengahnya, kira-kira 7 cm.

“Jangan Ben.. entar aku hamil!” katanya tanpa berontak.

“Kamu udah mens belom?” tanyaku.

“Udah, baru kemaren, emang kenapa?” katanya.

Sambil aku masukkan penisku yang setengah, aku jawab pertanyaannya,

“Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.”

“Ach.. ach.. ahh..! sakit Ben, a.. ach.. ahh, pelan-pelan, aa.. aach.. aachh..!” katanya berteriak nikmat.

“Tenang aja cuma sebentar kok, Lus mending doggy style dech!” kataku tanpa melepaskan penis dan berusaha memutar tubuhnya.

Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan penisku dalam vaginanya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.

“Ach.. a.. aa ach..” teriaknya.

“Sakit lagi Ben.. a.. aa.. ach..”

“Tahan aja, cuma sebentar kok,” kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.

“Ben,. ach pengen.. ach.. a.. keluar lagi Ben..” katanya.

“Tunggu sebentar yach, aku juga pengen nich,” balasku.

“Cepetan Ben, enggak tahan nich,” katanya semakin menegang.

“A.. ach.. aachh..! yach kan keluar.”

“Aku juga Say..” kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya enam tembakan spermaku di dalam vaginanya.

Kucabut penisku dan aku melihat seprei, apakah ada darahnya atau tidak? tapi tenyata tidak.
“Lus kamu enggak perawan yach,” tanyaku.

“Iya Ben, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech,” jelasnya.

“Ben ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.””Oh tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi.”

“Siapa sih yang bisa nolak ‘Beni Junior’,” katanya mesra.

Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali aku selalu melakukan ML dengan Lusi, terkadang aku yang memang sedang ingin atau terkadang juga Lusi yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam aku ke kamar Lusi atau sebaliknya, kadang juga saat siang pulang sekolah kalau tidak ada orang di rumah.

Kali ini kelihatannya Lusi lagi ingin, sejak di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah sehingga kami tak jadi melakukan ini.

Aku menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku hari ini ia menurut saja kemauanku.

Ternyata sampai malan ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sambil menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah aku yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, aku sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku hingga aku sesak napas dan kemudian terbangun.

“Lusi! apa Ayah sudah tidur?” tanyaku melihat ternyata Lusi yang menindihiku dengan keadaan telanjang.

“kamu mulai nakal Ben, dari tadi aku tunggu kamu, kamu tidak datang-datang juga. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah telah tidur sejak jam satu tadi,” katanya mesra sambil memegang penisku karena ternyata celana pendekku dan CD-ku telah dibukanya.

“Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin aku kek,” kataku.

“kamu tidak sadar yach, kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok,” katanya sambil memperlihatkan penisku.

“Aku emut yach.”

Emutanya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.

“Lus jangan cepet-cepet dong, kasian ‘Beni Junior’ dong!”

“Aku udah kepengen berat Ben!” katanya lagi.

“Mending seperti biasa, kita pake posisi ’69′ dan kita sama-sama enak,” kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus diemut.

Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap vaginanya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.

“Aach.. achh..” desahnya ketika kutemukan klitorisnya.

“Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achh.. ahh..”

“kamu juga makin pinter ngulum ‘Beni’ kecil,” kataku lagi.

“Ben, kali ini kita tidak usah banyak-banyak yach, aa.. achh..” katanya sambil mendesah.

“Cukup sekali aja nembaknya, taapi.. sa.. ma.. ss.. sa.. ma.. maa ac.. ach..” katanya sambil menikmati jilatanku.

“Tapi Ben aku.. ma.. u.. keluar nich! Ach.. a.. aahh..” katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.

“Kayaknya kamu harus dua kali dech!” kataku sambil merubah posisi.

“Ya udah dech, tapi sekarang kamu masukin yach,” katanya lagi.

“Bersiaplah akan aku masukkan ini sekarang,” kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.

“Siap-siap yach!”

“Ayo dech,” katanya.

“Ach.. a.. ahh..” desahnya ketika kumasukkan penisku.

“Pelan-pelan dong!”

“Inikan udah pelan Lus,” kataku sambil mulai bergoyang.

“Lus, kamu udah terangsang lagi belon?” tanyaku.

“Bentar lagi Ben,” katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memitaku untuk sambil menciumnya.

“Sambil bercumbu dong Ben!”

Tanpa disuruh dua kali aku langsung mncumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir.

“Lus kamu udah punya pacar belom?” tanyaku.”Aku udah tapi baru abis putus,” katanya sambil mendesah.

“Ben pacar aku itu enggak tau loh soal benginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku.”

“Ach yang bener?” tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.

“Ach.. be.. ner.. kok Ben, a.. aa.. ach.. achh,” katanya terputus-putus.

“Tahan aja, atau kamu mau udahan?” kataku menggoda.

“Jangan udahan dong, aku baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak kalau udahan, achh.. aa.. ahh.. aku percepat yach Ben,” katanya.

Kemudian mempercepat gerakan pinggulnya.

“Kamu udah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya aku bakal keluar dech,” kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.

“Achh.. ach.. bentar lagi nih.”

“Tahan Ben!” katanya sambil mengeluarkan penisku dari vaginanya dan kemudian menggulumnya sambil tanganya mamainkan klitorisnya.

“Aku juga Ben, bantu aku cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke vaginanya.
Sambil penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan..

“Achh.. a.. achh.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.

“Aku juga Ben..” katanya sambil menjepit tanganku dalam vaginanya.

“Ach.. ah.. aa.. ach..” desahnya.

“Aku tidur di sini yach, nanti bangunin aku jam lima sebelum ayah bagun,” katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur, di sampingku. Tepat jam lima pagi aku bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas ke kamar madi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan aku.

Yang aneh siang ini tidak seperti biasanya Lusi tidak pulang bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada Mbak Riri, dan anehnya siang-siang begini Mbak Riri di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.

“Siang Ben! baru pulang? Lusi mana?” tanyanya.

“Lusi lagi les, katanya bakal pulang sore,” kataku, “Loh Mbak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?”

“Aku pulang tadi malem jam tigaan,” katanya.

“Ben, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa?”

Wah gawat sepertinya Mbak Riri dengar desahannya Lusi tadi malam.

“Ach tidak kok, cuma ngigo,” kataku sambil berlalu ke kamar.

“Ben!” panggilnya, “Temenin Mbak nonton VCD dong, Mbak males nich nonton sendirian,” katanya dari kamarnya.

“Bentar!” kataku sambil berjalan menuju kamarnya, “Ada film apa Mbak?” tanyaku sesampai di kamarnya.

“Liat aja, nanti juga tau,” katanya lagi.

“Mbak lagi nungguin seseorang yach?” tanyaku.

“Mbak, lagi nungguin kamu kok,” katanya datar, “Tuh liat filmnya udah mulai.”

“Loh inikan..?” kataku melihat film BF yang diputarnya dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai mencium bibirku.

“Mbak tau kok yang semalam,” katanya, “Kamu mau enggak ngelayanin aku, aku lebih pengalaman dech dari Lusi.”

Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain.

“Mbak, aku kan adik yang berbakti, masak nolak sich,” godaku sambil tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok vaginanya, sedangkan tangan kiriku masuk ke kausnya dan memencet-mencet payudaranya yang super besar.

“Kamu pinter dech, tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan,” katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan vaginanya.

“Mbak mau ngapain, kan lagi asyik?” tanyaku.”Kamu kagak sabaran yach, Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” katanya sambil membuka bajunya.

Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.

“Tubuh Mbak bagus banget,” kataku memperhatikan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki, benar-benar tidak ada cacat, putih mulus dan sekal.

Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang penisku, dan mengarahkan ke vaginanya sambil berdiri.

“Aku udah enggak tahan Ben,” katanya.

Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lalu kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku.

“Nanti dulu ach, beginikan lebih asik.”

“Ach.. kamu nakal Ben! pantes si Lusi mau,” katanya mesra.

“Ben..! Mbak..! lagi dimana kalian?” terdengar suara Lusi memanggil dari luar.

“Hari ini guru lesnya tidak masuk jadi aku dipulangin, kalian lagi dimana sich?” tanyanya sekali lagi.
“Masuk aja Lus, kita lagi pesta nich,” kata Mbak Riri.

“Mbak! Entar kalau Lusi tau gimana?” tanyaku.

“Ben jangan panggil Mbak, panggil aja Riri,” katanya dan ketika itu aku melihat Lusi di pintu kamar sedang membuka baju.

“Rir, aku ikut yach!” pinta Lusi sambil memainkan vaginanya.

“Ben kamu kuat nggak?” tanya Riri.

“Tenang aja aku kuat kok, lagian kasian tuch Lusi udah terangsang,” kataku.

“Lus cepet sinih emut ‘Beni Junior’,” ajakku.

Tanpa menolak Lusi langsung datang mengemut penisku.

“Mending kita tiduran, biar aku dapet vaginamu,” kataku pada Riri.

“Ayo dech!” katanya kemudian mengambil posisi.

Riri meletakkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Lusi yang sedang mengemut penisku.

“Lus, aku maenin vaginamu,” katanya.

Tanpa menunggu jawaban dari Lusi ia langsung bermain di vaginanya.Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Riri menegangkan pahanya, dan.. “Ach.. a.. aach.. aku keluar..” katanya sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.

“Sekarang ganti Lusi yach,” kataku.

Kemudian aku bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan-lahan.

“Ach.. aach..” desah Lusi.

“Kamu curang, Lusi kamu masukin, kok aku tidak?” katanya.

“Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Lusi keluar kamu aku masukin, yang penting kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku.

“Yang cepet dong goyangnya!” keluh Lusi.

Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.

“Kak, ach.. entar lagi gant.. a.. ach.. gantian yach, aku.. mau keluar ach.. aa.. a.. ach..!” desahnya, kemudian lemas dan tertidur tak berdaya.

“Ayo Ben tunggu apa lagi!” kata Riri sambil mengangkang mampersilakan penisku untuk mencoblosnya.

“Aku udah terangsang lagi.”

Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblosnya dan mencumbunya.

“Gimana enak penisku ini?” tanyaku.

“Penis kamu kepanjangan,” katanya, “tapi enak!”.

“Kayaknya kau nggak lama lagi dech,” kataku.

“Sama, aku juga enggak lama lagi,” katanya, “Kita keluarin sama-sama yach!” terangnya.

“Di luar apa di dalem?” tanyaku lagi.

“Ach.. a.. aach.. di.. dalem.. aja..” katanya tidak jelas karena sambil mendesah.

“Maksudku, ah.. ach.. di dalem aja.. aah.. ach.. bentar lagi..”

“Aku.. keluar.. ach.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku.

“Ach.. aach.. aku.. ach.. juga..” katanya sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi penisku dalam vaginanya.

Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.

“Ben aku mandi dulu yach, udah sore nich.”

“Aku juga ach,” kataku.

“Ben, Lus, lain kali lagi yach,” pinta Riri.

“Itu bisa diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ben!” kata Lusi.

“Kapan aja kalian mau aku siap,” kataku.

“Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Riri mulai memegang penisku.
Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi dan lagi.

Kemudian hari selanjutya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Riri atau hanya Lusi. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini.

Itulah cerita dewasa yang bisa diberikan oleh saya kali ini, semoga saja anda bisa mengambil semua hikmah yang terkandung didalam cerita dewasa tersebut, perlu diingat cerita ini khusus bagi anda yang sudah dewasa sekian dan terima kasih.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil